Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Yasin Malik: Tokoh Separatis Kashmir Dihukum Seumur Hidup di Penjara India

Kompas.com - 26/05/2022, 11:33 WIB
Bernadette Aderi Puspaningrum

Penulis

Sumber BBC

NEW DELHI, KOMPAS.com - Sebuah pengadilan di menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada pemimpin separatis senior Kashmir Yasin Malik, setelah memvonisnya mendanai terorisme.

Dia dinyatakan bersalah karena berpartisipasi dan mendanai aksi teroris dan terlibat dalam konspirasi kriminal.

Baca juga: India Dilanda Banjir Mematikan dan Gelombang Panas secara Bersamaan

Malik mengatakan kepada pengadilan bahwa dia menyerahkan senjata pada 1990-an. Dia divonis pekan lalu.

Puluhan ribu orang tewas di Kashmir yang berpenduduk mayoritas Muslim sejak pemberontakan bersenjata melawan pemerintahan India, yang sebagian besar beragama Hindu, meletus pada 1989.

Pengadilan di ibu kota New Delhi memberi Malik (56 tahun), dua hukuman seumur hidup dan lima hukuman penjara 10 tahun, semuanya harus dijalani secara bersamaan, lapor NDTV dilansir dari BBC pada Kamis (26/5/2022).

"Putusan dalam hitungan menit oleh pengadilan ‘kanguru’ India," kritik istri Malik, Mushaal Hussein di Twitter, mengatakan dia tidak akan pernah menyerah.

Toko-toko di beberapa daerah Srinagar, kota utama di Kashmir yang dikelola India, ditutup dan polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan pengunjuk rasa yang melempar batu di luar kediaman Malik.

Internet seluler telah ditangguhkan di wilayah tersebut sebagai tindakan pencegahan keamanan.

Baca juga: Terowongan Kashmir Runtuh di Tengah Proses Pembangunan, 10 Pekerja Tewas

Perdana Menteri Shahbaz Sharif dari Pakistan, yang membantah klaim India atas Kashmir, menyebutnya sebagai "hari hitam bagi demokrasi India".

"India bisa memenjarakan Yasin Malik secara fisik tetapi tidak pernah bisa memenjarakan ide kebebasan yang dia simbolkan," kicaunya.

Badan Investigasi Nasional India (NIA), yang menangani kejahatan anti-teror, telah menuntut hukuman mati bagi Malik, pemimpin Front Pembebasan Jammu dan Kashmir (JKLF) yang pro-kemerdekaan. Pembela telah meminta hukuman penjara seumur hidup.

Menjelang penjatuhan hukuman oleh pengadilan, dia dikawal ke pengadilan dikelilingi oleh pasukan keamanan.

Malik ditangkap tak lama setelah JKLF dilarang pada 2019.

Dia tidak menentang tuduhan yang diajukan terhadapnya di bawah Undang-Undang Pencegahan Aktivitas Melanggar Hukum (UAPA) yang ketat, serta tuduhan hasutan dan konspirasi kriminal.

Baca juga: Gerai KFC hingga KIA Ditutup Paksa di India Imbas Kicauan Soal Kashmir

Namun sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh JKLF setelah dia divonis pekan lalu menyebut tuduhan itu "dibuat-buat dan bermotivasi politik".

Halaman:
Sumber BBC
Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Singapura Keluarkan Larangan Konsumsi Permen Produk Malaysia Ini

Singapura Keluarkan Larangan Konsumsi Permen Produk Malaysia Ini

Global
Rangkuman Hari Ke-779 Serangan Rusia ke Ukraina: AS Larang Impor Produk Logam Rusia | Belanda Janjikan Rp 17, 1 Triliun untuk Ukraina

Rangkuman Hari Ke-779 Serangan Rusia ke Ukraina: AS Larang Impor Produk Logam Rusia | Belanda Janjikan Rp 17, 1 Triliun untuk Ukraina

Global
Arti Penting Kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia...

Arti Penting Kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia...

Global
Israel: Kami Bahu-membahu dengan AS Hadapi Ancaman Iran

Israel: Kami Bahu-membahu dengan AS Hadapi Ancaman Iran

Global
Paus Fransiskus: Saya Sangat Menderita atas Perang di Gaza

Paus Fransiskus: Saya Sangat Menderita atas Perang di Gaza

Global
Saat Israel Berada di Ambang Serangan Balasan Iran...

Saat Israel Berada di Ambang Serangan Balasan Iran...

Global
[POPULER GLOBAL] Sewa Mobil Mewah Untuk Mudik | Korsel Rekrut Pelajar Indonesia

[POPULER GLOBAL] Sewa Mobil Mewah Untuk Mudik | Korsel Rekrut Pelajar Indonesia

Global
Berlian Rp 64 Juta Hilang dalam Adonan, Toko Roti Ini Minta Pelanggan Periksa Kue

Berlian Rp 64 Juta Hilang dalam Adonan, Toko Roti Ini Minta Pelanggan Periksa Kue

Global
Terlibat Korupsi Rp 200 Triliun, Pengusaha Vietnam Divonis Hukuman Mati

Terlibat Korupsi Rp 200 Triliun, Pengusaha Vietnam Divonis Hukuman Mati

Global
Paus Fransiskus Resmi Akan Kunjungi Indonesia pada 3-6 September

Paus Fransiskus Resmi Akan Kunjungi Indonesia pada 3-6 September

Global
Viral Istri Cari Suaminya yang Ghosting Lewat Facebook, Ternyata Ini yang Terjadi

Viral Istri Cari Suaminya yang Ghosting Lewat Facebook, Ternyata Ini yang Terjadi

Global
Gedung Pencakar Langit Texas Menggelap di Malam Hari, Selamatkan Miliaran Burung dari Tabrakan

Gedung Pencakar Langit Texas Menggelap di Malam Hari, Selamatkan Miliaran Burung dari Tabrakan

Global
Kisah Pilu Aslina, Kehilangan 2 Putranya Sama-sama karena Kecelakaan Jelang Lebaran

Kisah Pilu Aslina, Kehilangan 2 Putranya Sama-sama karena Kecelakaan Jelang Lebaran

Global
AS Minta China Gunakan Pengaruhnya untuk Cegah Iran Serang Israel

AS Minta China Gunakan Pengaruhnya untuk Cegah Iran Serang Israel

Global
Seberapa Dekat Israel Singkirkan Hamas?

Seberapa Dekat Israel Singkirkan Hamas?

Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com