Alihkan Tabungan ke Kripto karena Takut Dampak Invasi, Pria Ini Malah Kehilangan Seluruh Uangnya

Kompas.com - 23/05/2022, 15:32 WIB

KYIV, KOMPAS.com - Seorang pria Ukraina yang mengubah hampir semua uang keluarganya menjadi mata uang kripto terrastablecoin” pada April, telah kehilangan hampir 10.000 dollar AS (Rp 146 juta) setelah nilainya merosot secara tiba-tiba.

Yuri Popovich, yang tinggal di Kyiv, awalnya berupaya untuk melindungi dari risiko invasi atau keruntuhan mata uang Ukraina.

Baca juga: Aset Kripto di Inggris Bisa Disita demi Hentikan Kejahatan

Adapun mata uang kripto diiklankan sebagai aman dan “didukung dengan mata uang fiat” yang menawarkan opsi lain.

“Tidak mungkin dan tidak aman untuk menyimpan dana dalam bentuk uang kertas,” kata Yuri Popovich sebagaimana dilansir Guardian pada Minggu (22/5/2022).

Tidak seperti kebanyakan pembelian mata uang kripto, pembelian stablecoin tidak dimaksudkan untuk menjadi investasi yang berisiko.

Token, dengan nama seperti “terra”, “tether” dan “USD coin”, seharusnya mempertahankan nilai tetap dari satu token hingga satu dolar AS.

“Saya bukan seorang spekulan; Saya hanya ingin menghemat uang,” kata Popovich.

Tetapi ketika terra runtuh pada awal Mei, serta memicu kehancuran yang lebih luas di sektor mata uang kripto, seluruh tabungan investor ritel ini lenyap dalam sekejap.

Baca juga: Hacker Korea Utara Kian Lihai Rampok Kripto, Kini Sasar Game Axie Infinity

“Saya berhenti tidur secara normal, kehilangan 4 kg; Saya sering mengalami sakit kepala dan kecemasan,” kata Popovich.

“Istri saya masih belum tahu tentang kehilangan ini. Aku tidak tahu bagaimana cara memberitahunya."

Halaman:
 
Pilihan Untukmu

Video Pilihan

Sumber Guardian
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Republik Rakyat Donetsk Ingin Kerja Sama Bilateral dengan Korea Utara

Republik Rakyat Donetsk Ingin Kerja Sama Bilateral dengan Korea Utara

Global
Elon Musk Mengaku Beli Manchester United

Elon Musk Mengaku Beli Manchester United

Global
13 Negara yang Rayakan Hari Kemerdekaan pada Bulan Agustus

13 Negara yang Rayakan Hari Kemerdekaan pada Bulan Agustus

Internasional
AS Uji Coba Rudal Balistik yang Tertunda karena Latihan Militer China

AS Uji Coba Rudal Balistik yang Tertunda karena Latihan Militer China

Global
5 Kesalahpahaman tentang Indonesia yang Sering Didengar WNI di Australia

5 Kesalahpahaman tentang Indonesia yang Sering Didengar WNI di Australia

Global
Setelah 54 Tahun Menikah dan Berusaha, Pasangan Usia 70-an Ini Akhirnya Punya Bayi

Setelah 54 Tahun Menikah dan Berusaha, Pasangan Usia 70-an Ini Akhirnya Punya Bayi

Global
Gutteres, Erdogan, dan Zelensky Akan Bertemu di Ukraina Bahas Solusi Akhiri Perang

Gutteres, Erdogan, dan Zelensky Akan Bertemu di Ukraina Bahas Solusi Akhiri Perang

Global
Rangkuman Hari Ke-174 Serangan Rusia ke Ukraina, Ledakan Besar di Crimea, Putin Tuding AS Perpanjang Konflik

Rangkuman Hari Ke-174 Serangan Rusia ke Ukraina, Ledakan Besar di Crimea, Putin Tuding AS Perpanjang Konflik

Global
[POPULER GLOBAL] Ikea Shanghai Tetiba Lockdown | Alasan Banyak Pejabat AS ke Taiwan

[POPULER GLOBAL] Ikea Shanghai Tetiba Lockdown | Alasan Banyak Pejabat AS ke Taiwan

Global
Rusia Sebut Ledakan Besar di Pangkalan Militer Crimea Hasil Sabotase, Akui Alami Kerusakan

Rusia Sebut Ledakan Besar di Pangkalan Militer Crimea Hasil Sabotase, Akui Alami Kerusakan

Global
WHO Minta Publik Bantu Cari Nama Baru untuk Virus Cacar Monyet, Ini Situs yang Bisa Digunakan

WHO Minta Publik Bantu Cari Nama Baru untuk Virus Cacar Monyet, Ini Situs yang Bisa Digunakan

Global
Jerman Terbangkan 6 Jet Tempur ke Singapura Hanya dalam Waktu 24 Jam, Ada Apa?

Jerman Terbangkan 6 Jet Tempur ke Singapura Hanya dalam Waktu 24 Jam, Ada Apa?

Global
Abaikan Peringatan AS dan India, Sri Lanka Izinkan Kapal Kontroversial China Berlabuh di Pelabuhannya

Abaikan Peringatan AS dan India, Sri Lanka Izinkan Kapal Kontroversial China Berlabuh di Pelabuhannya

Global
Kekacauan di Ikea Shanghai Setelah Toko Tiba-tiba Terapkan Lockdown, Pengunjung Berdesakan Coba Melarikan Diri

Kekacauan di Ikea Shanghai Setelah Toko Tiba-tiba Terapkan Lockdown, Pengunjung Berdesakan Coba Melarikan Diri

Global
Pejabat Senior Rusia Dilaporkan Diam-diam Dekati Barat untuk Akhiri Invasi ke Ukraina

Pejabat Senior Rusia Dilaporkan Diam-diam Dekati Barat untuk Akhiri Invasi ke Ukraina

Global
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.