Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Terowongan Kashmir Runtuh di Tengah Proses Pembangunan, 10 Pekerja Tewas

Kompas.com - 22/05/2022, 11:32 WIB
Bernadette Aderi Puspaningrum

Penulis

SRINAGAR, KOMPAS.com - Pejabat pemerintah India mengatakan mayat semua pekerja yang hilang, setelah terowongan Kashmir runtuh di tengah proses pembangunan pada Kamis (19/5/2022), telah ditemukan.

Tim penyelamat menemukan mayat sembilan pekerja di terowongan yang runtuh, sehingga jumlah korban tewas menjadi 10 orang pada Sabtu (21/5/2022).

"Tiga pekerja sedang dirawat di rumah sakit," kata Pejabat di departemen manajemen bencana pemerintah India Aamir Ali dilansir dari Al Jazeera pada Sabtu (21/5/2022).

Kru darurat menggunakan alat berat untuk membersihkan puing-puing di lokasi runtuhnya terowongan di distrik Ramban selatan.

Baca juga: Jembatan Bersejarah Pakistan Runtuh Diterjang Banjir dari Gletser yang Mencair karena Gelombang Panas

Terowongan Kashmir yang sedang dibangun ini merupakan bagian dari jaringan besar jembatan dan terowongan di jalan raya strategis Khasmir yang dikuasai India.

Itu akan menghubungkan dua kota utama Srinagar dan Jammu di wilayah pegunungan Himalaya yang disengketakan.

Para pejabat mengatakan bagian yang runtuh adalah terowongan alternatif, yang digunakan untuk ventilasi dan memindahkan persediaan dan peralatan, ke terowongan utama yang sedang dibangun.

Tapi upaya penyelamatan di lokasi runtuhan terhambat pada Jumat (20/5/2022), oleh tanah longsor di dekat pintu masuk terowongan.

Baca juga: 6 Orang Ditarik Hidup-hidup Setelah Gedung 6 Lantai China Runtuh, Puluhan Masih Hilang

https://twitter.com/ANI/status/1527628427305848833?ref_src=twsrc%5Etfw%7Ctwcamp%5Etweetembed%7Ctwterm%5E1527628427305848833%7Ctwgr%5E%7Ctwcon%5Es1_&ref_url=https%3A%2F%2Fwww.ndtv.com%2Findia-news%2Fon-camera-mountain-caves-in-day-after-jammu-and-kashmir-tunnel-collapse-2994438

Video menunjukkan sebagian gunung runtuh di daerah Makerkote di Jalan Raya Nasional Jammu-Srinagar di distrik Ramban Jammu dan Kashmir pada Jumat (20/5/2022), di tengah operasi penyelamatan pekerja yang terperangkap setelah terowongan runtuh sehari sebelumnya.

Rekaman video dari Polisi Perbatasan Indo-Tibet menunjukkan orang-orang yang mendapat bantuan penyelamatan saat bagian dari lereng bukit di luar pintu masuk terowongan mulai bergeser.

"Kami tidak menyangka akan seperti ini. Dua mesin macet. Karena angin badai, operasi penyelamatan terganggu, 16-17 jam operasi terbuang percuma. Harus membuat penilaian baru," kata Wakil Komisioner Ramban Massaratul Islam sebagaimana dilansir NDTV.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Ancaman Bom Picu Evakuasi Bandara Billund di Denmark, Polisi Tangkap Seorang Pria

Ancaman Bom Picu Evakuasi Bandara Billund di Denmark, Polisi Tangkap Seorang Pria

Global
Asosiasi Dokter Korea Selatan: Jika Pemerintah Tak Mengalah, Sistem Perawatan Kesehatan Bisa Runtuh

Asosiasi Dokter Korea Selatan: Jika Pemerintah Tak Mengalah, Sistem Perawatan Kesehatan Bisa Runtuh

Global
DPR AS Gelar Pemungutan Suara untuk Beri Persetujuan Bantuan ke Ukraina

DPR AS Gelar Pemungutan Suara untuk Beri Persetujuan Bantuan ke Ukraina

Global
Jerman Akan Kirim Fregat 'Hamburg' untuk Lindungi Kapal-kapal di Laut Merah

Jerman Akan Kirim Fregat "Hamburg" untuk Lindungi Kapal-kapal di Laut Merah

Global
Kapal Terbalik di India, 7 Orang Tewas

Kapal Terbalik di India, 7 Orang Tewas

Global
Jumlah Korban Tewas di Gaza Tembus 34.049 Orang, Gencatan Senjata Dinantikan

Jumlah Korban Tewas di Gaza Tembus 34.049 Orang, Gencatan Senjata Dinantikan

Global
Apa Sebenarnya Penyebab Ledakan Pangkalan Militer di Irak?

Apa Sebenarnya Penyebab Ledakan Pangkalan Militer di Irak?

Global
Warga Ini Sudah Masak Banyak dan Pasang Tenda untuk Halal Bihalal Lebaran, Ternyata Teman-temannya Ingkar Datang

Warga Ini Sudah Masak Banyak dan Pasang Tenda untuk Halal Bihalal Lebaran, Ternyata Teman-temannya Ingkar Datang

Global
Arab Saudi dan Beberapa Negara Menyesal Upaya Palestina Jadi Anggota PBB Gagal

Arab Saudi dan Beberapa Negara Menyesal Upaya Palestina Jadi Anggota PBB Gagal

Global
Dalam Sehari, 2 Calon Wali Kota di Meksiko Dilaporkan Tewas

Dalam Sehari, 2 Calon Wali Kota di Meksiko Dilaporkan Tewas

Global
Korea Utara Kembali Uji Coba Hulu Ledak Superbesar

Korea Utara Kembali Uji Coba Hulu Ledak Superbesar

Global
Perang di Sudan, PBB: 800 Ribu Warga Berada dalam Bahaya Ekstrem

Perang di Sudan, PBB: 800 Ribu Warga Berada dalam Bahaya Ekstrem

Global
Hari Ini, Pemimpin Hamas Adakan Pembicaraan dengan Turkiye

Hari Ini, Pemimpin Hamas Adakan Pembicaraan dengan Turkiye

Global
Rangkuman Hari ke-786 Serangan Rusia ke Ukraina: Drone Ukraina Gempur Belgorod | Zelensky Terus Desak NATO

Rangkuman Hari ke-786 Serangan Rusia ke Ukraina: Drone Ukraina Gempur Belgorod | Zelensky Terus Desak NATO

Global
Drone Ukraina Serang Belgorod, 2 Warga Sipil Tewas

Drone Ukraina Serang Belgorod, 2 Warga Sipil Tewas

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com