Nyaris 2 Juta Orang Alami Gejala Demam di Korea Utara, Baru 700 Ribu Terkonfirmasi Covid

Kompas.com - 19/05/2022, 08:59 WIB

SEOUL, KOMPAS.com - Korea Utara pada Kamis (19/5/2022) melaporkan 262.270 lebih banyak kasus orang dengan dugaan gejala Covid-19, membuat beban kasus pandemi mendekati 2 juta kasus.

Kondisi itu terjadi seminggu setelah pengakuan kasus wabah Covid-19 untuk pertama kalinya, yang membuat pemerintah bergegas memperlambat laju infeksi dalam kekurangan sumber daya perawatan kesehatan.

Baca juga: Korea Utara Siap “Sambut” Kunjungan Biden ke Asia dengan Uji Coba Nuklir dan Rudal

Negara ini juga berusaha mencegah ekonominya yang rapuh memburuk.

Wabah diperkirakan bisa lebih buruk daripada yang dilaporkan secara resmi, karena sumber daya yang langka untuk pengujian virus.

Korea Utara kemungkinan juga dapat dengan sengaja tidak melaporkan kematian untuk melunakkan dampak politik pada pemimpin otoriter Kim Jong Un.

Markas besar anti-virus Korea Utara melaporkan satu kematian dalam 24 jam hingga 6 sore pada Rabu (18/5/2022), menjadikan jumlah kematiannya menjadi 63 orang.

Para ahli menilai angka itu sangat kecil dibandingkan dengan jumlah yang diduga terinfeksi.

Kantor KCNA melaporkan bahwa lebih dari 1,98 juta orang telah menjadi sakit dengan gejala demam sejak akhir April, yang sebagian besar diyakini sebagai infeksi varian virus corona.

Akan tetapi, negara tersebut hanya mengonfirmasi sejumlah kecil kasus infeksi karena kelangkaan alat tes Covid-19. Setidaknya 740.160 orang dikarantina, kantor berita negara itu melaporkan.

Setelah mempertahankan klaim yang meragukan bahwa mereka telah menjauhkan virus dari negara itu selama dua setengah tahun, Korea Utara mengakui infeksi Covid-19 pertamanya Kamis lalu (12/5/2022).

Seorang karyawan Kantor Manajemen Obat Distrik Daesong di Pyongyang memberikan obat kepada seorang penduduk saat negara meningkatkan langkah-langkah untuk menghentikan penyebaran penyakit di Pyongyang, Korea Utara, Senin, 16 Mei 2022. AP PHOTO/JON CHOL JIN Seorang karyawan Kantor Manajemen Obat Distrik Daesong di Pyongyang memberikan obat kepada seorang penduduk saat negara meningkatkan langkah-langkah untuk menghentikan penyebaran penyakit di Pyongyang, Korea Utara, Senin, 16 Mei 2022.

Baca juga: Para Ahli Sebut Korea Utara Berada di Ambang Bencana Covid-19

Halaman:
Baca tentang
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!


Video Pilihan

Sumber AP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jenderal Tertinggi Rusia Inspeksi Langsung Pasukan yang Menginvasi Ukraina

Jenderal Tertinggi Rusia Inspeksi Langsung Pasukan yang Menginvasi Ukraina

Global
Ukraina Menang Lawan Rusia dalam Klaim Sup Tradisional Borshch

Ukraina Menang Lawan Rusia dalam Klaim Sup Tradisional Borshch

Global
Ukraina Ekspor Listrik ke Uni Eropa Usai Rusia Kurangi Pasokan Gas

Ukraina Ekspor Listrik ke Uni Eropa Usai Rusia Kurangi Pasokan Gas

Global
Cerita Pembuat Meja Panjang Putin: Harganya Rp 1,5 Miliar, Dikirim ke Kremlin Tahun 1995

Cerita Pembuat Meja Panjang Putin: Harganya Rp 1,5 Miliar, Dikirim ke Kremlin Tahun 1995

Global
Ukraina: Jet Tempur Su-30 Rusia Jatuhkan Bom Fosfor di Pulau Ular

Ukraina: Jet Tempur Su-30 Rusia Jatuhkan Bom Fosfor di Pulau Ular

Global
Polandia, Rute Pelayaran Alternatif bagi Indonesia ke Eropa?

Polandia, Rute Pelayaran Alternatif bagi Indonesia ke Eropa?

Global
Muncul Pasca Gempa Dasyat, Pemimpin Taliban Minta Dunia Jangan Ikut Campur di Afghanistan

Muncul Pasca Gempa Dasyat, Pemimpin Taliban Minta Dunia Jangan Ikut Campur di Afghanistan

Global
Iran Diguncang Gempa Bumi Beruntun di Atas Magnitudo 6, Ratakan Desa, Sejumlah Orang Tewas

Iran Diguncang Gempa Bumi Beruntun di Atas Magnitudo 6, Ratakan Desa, Sejumlah Orang Tewas

Global
5 Hari Jokowi di Ukraina, Rusia, KTT G7, dan UEA: Curhat Putin hingga Rangkulan Biden

5 Hari Jokowi di Ukraina, Rusia, KTT G7, dan UEA: Curhat Putin hingga Rangkulan Biden

Global
Wapres China Langsung Temui Marcos Jr Usai Pelantikan Presiden, Ajukan 4 Poin Kesepahaman

Wapres China Langsung Temui Marcos Jr Usai Pelantikan Presiden, Ajukan 4 Poin Kesepahaman

Global
Cerita Penderitaan Warga Sri Lanka Harus Tidur di Mobil 2 Hari untuk Antre Bensin

Cerita Penderitaan Warga Sri Lanka Harus Tidur di Mobil 2 Hari untuk Antre Bensin

Global
Ukraina Minta Turkiye Tahan Kapal Berbendera Rusia yang Bawa Biji-bijian Ukraina

Ukraina Minta Turkiye Tahan Kapal Berbendera Rusia yang Bawa Biji-bijian Ukraina

Global
Putin Disebut Masih Ingin Rebut Sebagian Besar Ukriana

Putin Disebut Masih Ingin Rebut Sebagian Besar Ukriana

Global
Jawaban Kremlin Saat Ditanya Isi Pesan Zelensky yang Disampaikan Jokowi ke Putin

Jawaban Kremlin Saat Ditanya Isi Pesan Zelensky yang Disampaikan Jokowi ke Putin

Global
Akibat Wabah PMK di Indonesia, Ekspor Sapi Australia Nyaris Terhenti

Akibat Wabah PMK di Indonesia, Ekspor Sapi Australia Nyaris Terhenti

Global
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.