Kompas.com - 17/05/2022, 10:00 WIB

RIYADH, KOMPAS.com - Salah satu dari kembar siam asal Yaman, negara yang dilanda perang, meninggal setelah operasi selama 15 jam untuk memisahkan mereka, lapor media pemerintah Arab Saudi pada Senin (16/5/2022).

Bayi laki-laki berusia 19 bulan bernama Yussef dan Yassin beberapa organnya saling terhubung. Sekitar 24 dokter terlibat dalam operasi tersebut, kata kantor berita pemerintah Saudi Press Agency (SPA) yang dikutip AFP.

Pada Senin pagi SPA memuji operasinya berhasil, tetapi pada malam harinya salah satu dari si kembar meninggal akibat penurunan parah dalam sirkulasi darah dan gagal jantung, meskipun perawatan medis penuh diberikan untuknya.

Baca juga: Saat Pemuda Kembar Siam di India Bergantian Pakai Kacamata Hitam Ketika Berikan Suara dalam Pemilu…

Para dokter "menghadapi kesulitan dan tantangan besar selama proses pemisahan, yang membuat kondisi almarhum kritis setelah operasi", kata laporan itu, menambahkan bahwa saudara kembar yang masih hidup berada dalam kondisi stabil.

SPA tidak menyebutkan Yussef atau Yassin yang masih hidup.

Perang Yaman selama tujuh tahun mengadu pemerintah dukungan Arab Saudi melawan pemberontak Houthi yang didukung Iran. Perebutan ibu kota Sana'a pada 2014 mendorong koalisi militer yang dipimpin Saudi untuk campur tangan.

Lebih dari 150.000 orang tewas dalam perang dan sistem kesehatan negara itu telah hancur, dalam apa yang digambarkan oleh PBB sebagai krisis kemanusiaan terburuk di dunia.

Pusat Bantuan Kemanusiaan Raja Salman (KSRelief) yang dikelola pemerintah Arab Saudi sering menyebut bantuan kemanusiaannya ke Yaman sebagai bukti komitmen Riyadh untuk mengurangi penderitaan di sana.

Baca juga:

Dokter di KSRelief melakukan operasi empat fase untuk memisahkan Yussef dan Yassin, menggambarkannya sebagai operasi paling rumit yang pernah mereka lakukan, kata SPA pada Senin.

Pada Juli 2021 dokter Saudi memisahkan bayi Yaman dari kembarannya yang parasit, mengatakan pada saat itu adalah operasi ke-50 mereka yang sukses terhadap kembar siam.

Kemudian pada Desember, sepasang bayi kembar Yaman dipisahkan oleh dokter di ibu kota Yordania, Amman, sebelum diterbangkan kembali ke Sana'a, menurut badan anak-anak PBB.

Pekan lalu Raja Salman memerintahkan satu lagi kembar siam Yaman, gadis bernama Mawaddah dan Rahmah, dipindahkan ke Riyadh untuk melakukan pemeriksaan medis dan memeriksa kemungkinan pemisahan.

Raja "sangat mementingkan program Saudi untuk si kembar siam", kata laporan SPA.

Baca juga: Unik, Upacara Kelulusan Sekolah di Texas Tampilkan 36 Murid Kembar

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu

Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.