Kompas.com - 12/05/2022, 13:30 WIB

ABU, KOMPAS.com - Pemerintah kota Abu di Jepang pada Rabu (11/5/2022) mengaku terpaksa menggugat penduduknya, karena menolak mengembalikan bantuan tunai 46,3 juta yen (Rp 5,2 miliar) yang mereka salah kirimkan.

"Kami minta maaf karena menyebabkan masalah bagi penduduk ... Kami sekarang menuntut rumah tangga ini," kata seorang pejabat dari Abu kepada AFP.

Ia menambahkan bahwa keputusan itu akan disetujui pada pertemuan dewan pada Kamis (12/5/2022).

Baca juga: AS Akan Beri BLT Rp 1,4 Juta bagi Warga yang Mau Divaksin

Bulan lalu, kota di prefektur Yamaguchi barat tersebut mengirim masing-masing 100.000 yen (Rp 11,23 juta) bantuan tunai ke 463 rumah tangga berpenghasilan rendah yang terkena dampak pandemi.

Namun dalam prosesnya, pemkot Abu keliru mentransfer sejumlah uang tambahan sebesar 46,3 juta yen ke satu rumah tangga.

Pejabat pemkot kemudian mengunjungi penerima yang tidak disebutkan namanya itu dan memberitahu bahwa uang tersebut harus dikembalikan.

Akan tetapi, meskipun ada surat dan telepon tindak lanjut penagihan, tidak ada tanda-tanda uang itu akan dikembalikan.

Pejabat pemkot Abu lalu melakukan kontak tatap muka lagi menurut surat yang dikeluarkan oleh wali kota, tetapi penerima mengaku sudah menggunakan uang dan tidak dapat mengembalikannya.

Meski demikian, penerima mengatakan bahwa mereka bersedia untuk menebus dosa.

Insiden itu menjadi berita utama di Jepang. Wali Kota Abu sampai merilis video permintaan maaf kepada konstituennya, mengatakan dia sangat menyesal atas kesalahan itu.

Baca juga: Profil Negara Jepang: Fakta, Statistik, Geografi hingga Ekonomi

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang

Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terduga Pemimpin ISIS Ditangkap di Turki

Terduga Pemimpin ISIS Ditangkap di Turki

Global
Netflix Tambahkan Peringatan Kekerasan di Stranger Things 4, Buntut Penembakan SD

Netflix Tambahkan Peringatan Kekerasan di Stranger Things 4, Buntut Penembakan SD

Global
Gubernur Texas Segera Bahas UU Baru Terkait Senjata, Minimalisir Insiden Penembakan

Gubernur Texas Segera Bahas UU Baru Terkait Senjata, Minimalisir Insiden Penembakan

Global
Tentara RD Kongo dan Pemberontak Bertempur Sengit, 72.000 Orang Mengungsi

Tentara RD Kongo dan Pemberontak Bertempur Sengit, 72.000 Orang Mengungsi

Global
Peran Utama Perempuan Mencapai Keharmonisan Antar-Agama dan Kesejahteraan Sosial

Peran Utama Perempuan Mencapai Keharmonisan Antar-Agama dan Kesejahteraan Sosial

Global
WHO: Cacar Monyet Dapat Diatasi Jika Kita Bergerak Sekarang Juga

WHO: Cacar Monyet Dapat Diatasi Jika Kita Bergerak Sekarang Juga

Global
24 Jam Hilang di Sungai Swiss, Anak Ridwan Kamil Masih Dicari

24 Jam Hilang di Sungai Swiss, Anak Ridwan Kamil Masih Dicari

Global
AS Yakin NATO Percepat Proses Penerimaan Finlandia dan Swedia

AS Yakin NATO Percepat Proses Penerimaan Finlandia dan Swedia

Global
Tentara Rusia Terus Maju di Timur, Pasukan Ukraina Pertimbangkan Mundur

Tentara Rusia Terus Maju di Timur, Pasukan Ukraina Pertimbangkan Mundur

Global
Putin Gembira Perusahaan Asing Tinggalkan Rusia: Terima Kasih, Tuhan

Putin Gembira Perusahaan Asing Tinggalkan Rusia: Terima Kasih, Tuhan

Global
Rusia Butuh Dana yang Sangat Besar untuk Operasi Militer di ukraina

Rusia Butuh Dana yang Sangat Besar untuk Operasi Militer di ukraina

Global
G7 Sepakat Tinggalkan Energi Batu Bara pada 2035

G7 Sepakat Tinggalkan Energi Batu Bara pada 2035

Global
Mengapa Joe Biden Kukuh Ingin Keluar dari Afghanistan?

Mengapa Joe Biden Kukuh Ingin Keluar dari Afghanistan?

Global
Rangkuman Hari Ke-93 Serangan Rusia ke Ukraina, Pasukan Rusia Rebut Lyman, Sievierodonetsk Dikepung

Rangkuman Hari Ke-93 Serangan Rusia ke Ukraina, Pasukan Rusia Rebut Lyman, Sievierodonetsk Dikepung

Global
[POPULER GLOBAL] Polisi Swiss Ungkap Alasan Sulitnya Pencarian Eril di Sungai Aare | Interpol Swiss Diminta Keluarkan Yellow Notice

[POPULER GLOBAL] Polisi Swiss Ungkap Alasan Sulitnya Pencarian Eril di Sungai Aare | Interpol Swiss Diminta Keluarkan Yellow Notice

Global
komentar
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.