Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Perang di Ukraina, Pengiriman Stinger ke Taiwan Berpotensi Terdunda

Kompas.com - 04/05/2022, 13:45 WIB
Danur Lambang Pristiandaru

Penulis

Sumber Reuters

TAIPEI, KOMPAS.com – Karena perang di Ukraina, pengiriman pasokan rudal anti-pesawat Stinger dari AS ke Taiwan bisa tertunda.

Hal tersebut disampaikan Kementerian Pertahanan Taiwan pada Selasa (3/4/2022), sebagaimana dilansir Reuters.

Rudal anti-pesawat Stinger buatan Raytheon tersebut sangat diminati di Ukraina dan cukup ampuh melawan pesawat-pesawat Rusia.

Baca juga: Taiwan Sebut Lockdown Covid-19 di China Kejam

Kendati demikian, pasokan Stinger di AS telah menyusut dan memproduksi lebih banyak Stinger menghadapi rintangan yang signifikan.

AS sendiri menyetujui penjualan 250 rudal Stinger ke Taiwan pada 2019. Media Taiwan melaporkan Taiwan, pengiriman semua pesanan tersebut diharapkan selesai pada 2026.

Wakil Kepala Departemen Perencanaan Pasukan Kementerian Pertahanan Taiwan Chu Wen-wu mengatakan, pengiriman Stinger ke Taiwan kemungkinan besar bisa tertunda.

“Memang benar bahwa karena perubahan situasi internasional, mungkin ada risiko keterlambatan pengiriman rudal Stinger tahun ini,” kata Chu dalam konferensi pers.

Baca juga: Covid Taiwan Tembus 10.000 Kasus Sehari Usai Hidup Berdampaingan dengan Virus Corona

“Angkatan Darat akan berkoordinasi dengan rencana pengadaan penuh dan terus meminta militer AS untuk mengimplementasikannya secara normal sesuai dengan kontrak,” sambung Chu.

Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Pertahanan Taiwan Sun Li-fang menambahkan bahwa pengadaan tank M1A2 Abrams berjalan normal.

Taiwan berencana untuk membeli 108 unit tank Abrams dengan pengiriman pada 2027.

Sun menuturkan, Angkatan Udara Taiwan juga berhubungan dengan AS untuk memastikan bahwa pengiriman jet tempur F-16 baru berlangsung sesuai jadwal sebelum 2026.

Baca juga: Kapal Perang AS Berlayar di Selat Taiwan, China Marah

Ini adalah kedua kalinya dalam pekan ini Kementerian Pertahanan Taiwan mengumumkan pengiriman senjata AS yang kemungkinan tertunda.

Kementerian Pertahanan Taiwan lantas mempertimbangkan opsi senjata alternatif setelah AS memberi tahu bahwa pengiriman sistem artileri akan tertunda karena jalur produksi yang "ramai".

Taiwan, yang diklaim oleh China sebagai wilayahnya sendiri, sedang memodernisasi militernya untuk meningkatkan kemampuannya dalam menangkis serangan China, termasuk dengan senjata presisi seperti rudal.

Para pejabat AS telah mendorong Taiwan untuk memodernisasi militernya sehingga bisa menjadi landak yang sulit diserang China.

Baca juga: Televisi Taiwan Minta Maaf setelah Secara Keliru Laporkan Serangan China di Taipei

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Sumber Reuters
Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com