Kompas.com - 25/04/2022, 14:29 WIB

MOSKWA, KOMPAS.com – Rusia baru-baru ini mengeluarkan pernyataan terkait hal yang dapat memicu perang dunia 3, namun tidak terkait langsung dengan perang di Ukraina.

Di mana, Kepala Badan Antariksa Nasional Rusia Roscosmos, Dmitry Rogozin, mengatakan pada Sabtu (23/4/2022), bahwa serangan terhadap pesawat ruang angkasa dapat mengantarkan perang global berikutnya.

“Harus diingat bahwa penghancuran pesawat luar angkasa asing berarti Perang Dunia III. Ini adalah casus belli (frasa bahasa Latin yang berarti aksi atau insiden yang memicu peperangan), dan tidak ada keraguan tentang itu,” kata Rogozin, dilansir dari Russia Today (RT).

Baca juga: Biden Buka Suara soal Peluang Perang Dunia 3 dan Senjata Kimia Rusia di Ukraina

Pernyataan itu diutarakan Rogozin saat mengomentari keputusan Amerika Serikat (AS) akan berhenti melakukan uji coba rudal anti-satelit.
Bagaimanapun, dia berpendapat bahwa AS sekarang "berpura-pura menjadi merpati" karena telah melakukan semua tes yang diperlukan.

“Oleh karena itu, langkah ini harus dilihat secara ketat sebagai propaganda,” katanya.

Rogozin menuding bahwa Boeing X-37, pesawat luar angkasa tak berawak seperti pesawat ulang-alik AS yang saat ini mengorbit Bumi, berpotensi digunakan untuk memata-matai dan membawa senjata pemusnah massal.

"Ini (Boeing X-37 AS) mungkin membawa semacam alat pengintai atau senjata pemusnah massal. Ini adalah kategori baru pembawa senjata pemusnah massal. Serangan dari luar angkasa menimbulkan bahaya paling serius," kata dia dalam sebuah wawancara dengan saluran TV Rossiya 24.

"Kami tidak memiliki informasi yang dapat dipahami dari Amerika Serikat tentang tujuan dan kemampuan teknis perangkat ini," tambahnya, dikutip dari Kantor Berita Rusia, TASS.

Menurut Rogozin, pihak Rusia percaya bahwa Amerika Serikat sedang mencoba meluncurkan senjata ke luar angkasa dengan bantuan Boeing X-37.

Baca juga: Putin: Meski Rusia Tenggelamkan Kapal Perang Inggris, Perang Dunia 3 Takkan Terjadi

Dia mengatakan bahwa proposal oleh Rusia dan China untuk menandatangani perjanjian yang melarang penempatan senjata di luar angkasa disambut dengan "keheningan mati" di AS.

Penempatan senjata pemusnah massal di luar angkasa telah dilarang secara internasional sejak 1967.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.