Kompas.com - 25/04/2022, 07:31 WIB

KYIV, KOMPAS.com – Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan pada Minggu (24/4/2022) mengaku berbincang dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Dia mengatakan, pembicaraan tersebut membahas perlunya evakuasi warga sipil dari Kota Mariupol dengan segera, sebagaimana dilansir Reuters.

Dia mengatakan keduanya berbicara tentang evakuasi di Mariupol, termasuk pabrik Azovstal yang dikepung namun dikuasai Ukraina.

Baca juga: Cerita Pelarian Keluarga Ukraina dari Mariupol, Jalan Kaki Nyaris Sejauh Jarak Jakarta-Subang

"Saya menekankan perlunya evakuasi segera warga sipil dari Mariupol, termasuk Azovstal, dan pertukaran segera pasukan yang diblokir," tulis Zelensky di Twitter.

Turki berbagi perbatasan laut dengan Ukraina dan Rusia di Laut Hitam dan memiliki hubungan baik dengan kedua negara.

Sejauh ini, Turki telah mendukung Ukraina serta menentang sanksi terhadap Moskwa.

Kantor Kepresidenan Turki mengatakan, Erdogan berbicara kepada Zelensky selama panggilan telepon bahwa evakuasi yang terluka dan warga sipil di Mariupol harus dipastikan.

Baca juga: Gambar Satelit Tunjukkan Kuburan Massal Terus Meluas di Mariupol Ukraina

Pasalnya, situasi di sana semakin menyedihkan dari hari ke hari.

"Presiden Erdogan mengatakan siap memberikan semua bantuan yang dia bisa selama proses negosiasi dan menawarkan dukungan yang diperlukan, termasuk mediasi," bunyi pernyataan itu.

Erdogan juga mengatakan, Turki pada prinsipnya memandang masalah penjamin secara positif.

Zelensky mengatakan pada Sabtu (23/4/2022) bahwa Ukraina ingin AS setuju untuk menjadi salah satu penjamin keamanannya untuk melindunginya dari ancaman di masa depan.

Baca juga: Jika Mariupol Jatuh, Rusia Bisa Menang Perang di Ukraina

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Reuters
 
Pilihan Untukmu

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita Mantan Tentara Rusia Kabur dari Mobilisasi Parsial: Saya Tak Mau Bunuh Saudara

Cerita Mantan Tentara Rusia Kabur dari Mobilisasi Parsial: Saya Tak Mau Bunuh Saudara

Global
Hindari Mobilisasi Parsial, 3.000 Warga Rusia Antre Panjang Masuk Mongolia

Hindari Mobilisasi Parsial, 3.000 Warga Rusia Antre Panjang Masuk Mongolia

Global
Korban Tewas Penembakan Sekolah di Rusia Jadi 13 Orang, Putin Berang

Korban Tewas Penembakan Sekolah di Rusia Jadi 13 Orang, Putin Berang

Global
Buntut Kematian Mahsa Amini, Muncul Desakan Diakhirinya Wajib Berjilbab di Iran

Buntut Kematian Mahsa Amini, Muncul Desakan Diakhirinya Wajib Berjilbab di Iran

Global
Kisah Pria China Hilang 17 Hari Usai Gempa, Sempat Rawat Korban dan Cegah Banjir

Kisah Pria China Hilang 17 Hari Usai Gempa, Sempat Rawat Korban dan Cegah Banjir

Global
Penembakan Sekolah di Rusia Tewaskan 9 Orang, termasuk Anak-anak

Penembakan Sekolah di Rusia Tewaskan 9 Orang, termasuk Anak-anak

Global
Beginilah Indonesia di Mata Korsel dalam Konteks Hubungan Diplomatik

Beginilah Indonesia di Mata Korsel dalam Konteks Hubungan Diplomatik

Global
Terungkap Siapa Pendiri Grup Wagner, Tentara Bayaran Kejam yang Dikerahkan Rusia ke Ukraina

Terungkap Siapa Pendiri Grup Wagner, Tentara Bayaran Kejam yang Dikerahkan Rusia ke Ukraina

Global
Penembakan Terjadi di Pusat Mobilisasi Parsial Rusia, Petugas Kritis

Penembakan Terjadi di Pusat Mobilisasi Parsial Rusia, Petugas Kritis

Global
Rusia Salah Panggil Orang Tua dan Penderita Diabetes untuk Perang di Ukraina

Rusia Salah Panggil Orang Tua dan Penderita Diabetes untuk Perang di Ukraina

Global
Demo Mahsa Amini Meluas ke London dan Paris, Massa Bentrok dengan Polisi

Demo Mahsa Amini Meluas ke London dan Paris, Massa Bentrok dengan Polisi

Global
Pemakaman Shinzo Abe Lebih Mahal daripada Ratu Elizabeth II

Pemakaman Shinzo Abe Lebih Mahal daripada Ratu Elizabeth II

Global
AS Beri Peringatan Langsung ke Rusia Soal Konsekuensi Bencana Senjata Nuklir

AS Beri Peringatan Langsung ke Rusia Soal Konsekuensi Bencana Senjata Nuklir

Global
Dukungan Ratu Elizabeth II untuk Musik Inggris

Dukungan Ratu Elizabeth II untuk Musik Inggris

Global
Pengakuan Keluarga Mahsa Amini: Dia Disiksa dan Dihina Sebelum Meninggal

Pengakuan Keluarga Mahsa Amini: Dia Disiksa dan Dihina Sebelum Meninggal

Global
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.