Kompas.com - 22/04/2022, 07:00 WIB

KOMPAS.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) "sangat merekomendasikan" pil antivirus Pfizer Covid-19 Paxlovid untuk pasien dengan gejala lebih ringan yang masih berisiko tinggi dirawat di rumah sakit.

Dilansir AFP, WHO menyebut kombinasi nirmatrelvir dan ritonavir dari raksasa farmasi AS Pfizer adalah "pilihan unggul" sebagai obat untuk orang yang tidak divaksinasi, lanjut usia, atau orang yang kekebalannya terganggu.

Baca juga: Insiden Penamparan Will Smith di Oscar Dituding Terkait Promosi Pfizer, Benarkah?

Para ahli WHO dalam jurnal medis BMJ yang dikutip Jumat (22/4/2022), juga membuat "rekomendasi bersyarat (lemah)" dari obat antivirus remdesivir yang dibuat perusahaan biotek AS Gilead, yang sebelumnya direkomendasikan untuk ditentang.

WHO merekomendasikan Paxlovid daripada remdesivir, pil molnupiravir Merck dan antibodi monoklonal.

Perawatan oral Pfizer dinilai mencegah rawat inap lebih baik dari alternatif yang tersedia.

Obat juga memiliki lebih sedikit kekhawatiran akan bahayanya daripada molnupiravir, dan lebih mudah diberikan daripada remdesivir dan antibodi intravena.

Rekomendasi baru ini didasarkan pada temuan dari dua percobaan yang melibatkan hampir 3.100 pasien.

Baca juga: Pfizer Akan Jual 4 Juta Paket Dosis Pil Covid-19 ke UNICEF

Hasilnya menunjukkan bahwa Paxlovid mengurangi risiko masuk rumah sakit hingga 85 persen.

Percobaan juga "menunjukkan tidak ada perbedaan penting dalam kematian" dan "sedikit atau tidak ada risiko efek samping yang mengarah pada penghentian obat".

Rekomendasi ini berlaku untuk orang yang berusia di atas 18 tahun, tetapi tidak untuk wanita hamil atau menyusui.

Ini juga tidak berlaku untuk pasien dengan risiko komplikasi penyakit yang rendah, karena manfaatnya akan minimal.

Baca juga: Perancis Akan Mulai Gunakan Obat Covid-19 Pfizer, Pertama di Uni Eropa

Karena kurangnya data, para ahli WHO juga menolak memberikan pendapat untuk pasien dengan bentuk penyakit yang parah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.