Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Indonesian Insight Kompas
Kelindan arsip, data, analisis, dan peristiwa

Arsip Kompas berkelindan dengan olah data, analisis, dan atau peristiwa kenyataan hari ini membangun sebuah cerita. Masa lalu dan masa kini tak pernah benar-benar terputus. Ikhtiar Kompas.com menyongsong masa depan berbekal catatan hingga hari ini, termasuk dari kekayaan Arsip Kompas.

Sejarah! Ketanji Brown Jackson, Perempuan Kulit Hitam Pertama Jadi Hakim Agung Amerika Serikat

Kompas.com - 08/04/2022, 04:36 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Dari lima hakim agung laki-laki, empat orang berkulit putih dan satu orang merupakan adalah Afro-Amerika, yaitu Clarence Thomas. Inilah yang di awal tulisan dinyatakan bahwa keterpilihan Jackson sekaligus mengakhiri rezim mayoritas laki-laki kulit putih di Mahkamah Agung. 

Jackson menyaksikan proses pemungutan suara di Senat itu dari Gedung Putih, bersama Biden. Dia adalah satu-satunya calon dari Demokrat di masa pemerintahan Demokrat yang terkonfirmasi menjadi hakim agung, setelah Elena Kagan pada 2010. Jakcson menggantikan Stephen Breyer dari kubu Demokrat.

Dalam proses menuju konfirmasi, Jackson diserang dengan penilaian telah bersikap lunak terhadap pornografi anak, sekalipun catatan hukuman yang dijatuhkan Jackson sejalan dengan hakim lain.

Jakson juga coba dijegal dengan isu bersimpati kepada teroris. Ini tersebab kiprahnya sebagai pembela yang mewakili tahanan Guantanamo.

Lisa Murkowski, salah satu pemberi suara bagi Jackson dari kubu Republik, mengatakan bahwa pilihan dukungannya ini merupakan bentuk penolakan politisasi yang korosif dalam proses peninjauan pemilihan.

Meski prosesnya diakui menguras emosi dan memecah belah, jajak pendapat publik mendapati Jackson mendapatkan dukungan publik yang kuat. Salah satu jajak pendapat yang digelar Politico/Morning Consult menghasilkan nayris separuh pemilih berpendapat bahwa Senat harus mendukung Jakson, 26 persen menolak, dan 25 persen tidak berpendapat. 

Dukungan untuk Jackson disuarakan oleh sejumlah kelompok yang mengusung isu kesehatan reproduksi dan kelompok feminis. Mereka berkeyakinan Jackson akan bekerja dengan penuh martabat, kehormatan, dan pertimbangan. 

Seperti dikutip dari Bloomberg, Jackson adalah lulusan Harvard Law School dan tahun lalu terpilih menjadi hakim tinggi di District of Columbia yang antara lain mencakup Washington. Dia akan menempati posisi sebagai hakim agung pada Juni atau Juli, begitu Breyer pensiun.

Jackson adalah hakum agung ke-116 dalam sejarah Amerika Serikat, perempuan keenam yang jadi hakim agung, dan orang kedelapan yang bukan laki-laki kulit putih di posisi hakim agung Amerika Serikat

Sejarah!

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Iran Sebut Serangan Sudah Selesai, Peringatkan Israel Tak Membalas

Iran Sebut Serangan Sudah Selesai, Peringatkan Israel Tak Membalas

Global
UPDATE Iran Serang Israel: 300 Drone dan Rudal Telah Ditembakkan, 12 Orang Terluka

UPDATE Iran Serang Israel: 300 Drone dan Rudal Telah Ditembakkan, 12 Orang Terluka

Global
Iran Ungkap Tujuan Serang Israel Kali Ini

Iran Ungkap Tujuan Serang Israel Kali Ini

Global
Israel Klaim Berhasil Gagalkan Serangan Iran, Sebut Cegat 99 Persen Drone dan Rudal

Israel Klaim Berhasil Gagalkan Serangan Iran, Sebut Cegat 99 Persen Drone dan Rudal

Global
Berhasil Tiru Suara Sirene, Aksi Burung Ini Buat Polisi Inggris Bingung

Berhasil Tiru Suara Sirene, Aksi Burung Ini Buat Polisi Inggris Bingung

Global
Pasukan AS dan Inggris Bantu Tembaki Drone Iran di Yordania, Suriah, dan Irak

Pasukan AS dan Inggris Bantu Tembaki Drone Iran di Yordania, Suriah, dan Irak

Global
Iran Ancam Serang Yordania dan Negara di Sekitarnya Jika Bantu Israel

Iran Ancam Serang Yordania dan Negara di Sekitarnya Jika Bantu Israel

Global
Biden Rapat Mendadak Kumpulkan Menteri, Bahas Serangan Iran

Biden Rapat Mendadak Kumpulkan Menteri, Bahas Serangan Iran

Global
Usai Iran Serang Israel, PM Netanyahu Telepon Biden

Usai Iran Serang Israel, PM Netanyahu Telepon Biden

Global
Atas Permintaan Israel, DK PBB Segera Gelar Pertemuan Darurat untuk Bahas Serangan Iran

Atas Permintaan Israel, DK PBB Segera Gelar Pertemuan Darurat untuk Bahas Serangan Iran

Global
Serangan Iran Berkelanjutan, Tembakkan 200 Drone, Rudal Balistik, dan Rudal Jelajah ke Israel

Serangan Iran Berkelanjutan, Tembakkan 200 Drone, Rudal Balistik, dan Rudal Jelajah ke Israel

Global
Dampak Terkini Serangan Iran ke Israel, Rusak Pangkalan Militer

Dampak Terkini Serangan Iran ke Israel, Rusak Pangkalan Militer

Global
Usai Luncurkan Serangan, Iran: Ini Konflik dengan Israel, AS Harus Menjauh

Usai Luncurkan Serangan, Iran: Ini Konflik dengan Israel, AS Harus Menjauh

Global
Serangan Iran ke Israel: Sirene Meraung, Hujan Ledakan, Anak 10 Tahun Terluka Parah

Serangan Iran ke Israel: Sirene Meraung, Hujan Ledakan, Anak 10 Tahun Terluka Parah

Global
Rangkuman Hari ke-779 Serangan Rusia ke Ukraina: Situasi Timur Ukraina Memburuk | Dasar Baru Perdamaian Rusia-Ukraina?

Rangkuman Hari ke-779 Serangan Rusia ke Ukraina: Situasi Timur Ukraina Memburuk | Dasar Baru Perdamaian Rusia-Ukraina?

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com