Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Lukashenko: Tidak Ada Kesepakatan Soal Konflik Ukraina di Belakang Belarus

Kompas.com - 07/04/2022, 21:15 WIB
Danur Lambang Pristiandaru

Penulis

Sumber Reuters

MINSK, KOMPAS.com – Presiden Belarus Alexander Lukashenko mengatakan bahwa negaranya harus terlibat dalam negosiasi untuk menyelesaikan konflik di Ukraina.

Dia menambahkan, pihaknya mengharapkan pembicaraan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dalam beberapa hari ke depan, sebagaimana dilansir Reuters, Kamsi (7/4/2022).

“Tidak ada kesepakatan terpisah di belakang Belarus,” kata Lukashenko seperti dikutip oleh kantor berita negara Belarus, Belta.

Baca juga: Belarus, Sekutu Utama Rusia, Akankah Ikut Terjunkan Pasukan ke Ukraina?

“Karena Anda menyeret kami ke dalam ini, terutama negara-negara Barat, posisi Belarus secara alami perlu didengar dalam negosiasi ini,” sambung Lukashenko.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Belaurs Vladimir Makei melangkah lebih jauh dengan mengatakan bahwa Lukashenko sendiri harus berpartisipasi dalam pertemuan akhir.

Moskwa mengirim puluhan ribu tentaranya ke Ukraina pada 24 Februari dari wilayah Rusia dan Belarus.

Putin menyebut invasi tersebut sebagai operasi militer khusus yang dirancang untuk demiliterisasi dan "de-nazifikasi" Ukraina.

Baca juga: Presiden Belarus: Putin dalam Kondisi yang Lebih Baik dari Sebelumnya

Ukraina dan pemerintah Barat menolak klaim Putin tersebut dan menyebutnya sebagai sebagai dalih palsu untuk invasi.

Lukashenko mengatakan, angkatan bersenjata Belarus tidak mengambil bagian dan tidak akan mengambil bagian dalam konflik di Ukraina.

Dia juga menegaskan bahwa Belarus telah secara tidak adil dicap sebagai kaki tangan agresor.

Baca juga: AS Sebut Tak Ada Indikasi Pasukan Belarus di Ukraina

Namun, Uni Eropa, AS, dan beberapa negara Barat ikut memasukkan Belarus dalam sanksi besar-besaran.

“Kami tidak membutuhkan perang ini. Karena sebagai akibat dari konflik antara dua bangsa Slavia ini, kamilah yang paling menderita,” tutur Lukashenko.

Meski Belarus saat ini sangat bergantung pada Rusia untuk dukungan ekonomi dan militer, Lukashenko di masa lalu sebenarnya mencoba untuk menjauhkan diri dari Moskwa demi hubungan yang lebih baik dengan Uni Eropa.

Baca juga: Ukraina Terkini, Rusia Usul Buka Jalur Pengungsian dari 5 Kota tapi Banyak Menuju Belarus

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Sumber Reuters
Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com