WASHINGTON DC, KOMPAS.com – Kementerian Luar Negeri AS menyetujui penjualan peningkatan sistem pertahanan udara untuk Taiwan senilai 95 juta dollar AS (Rp 1,3 triliun).
Peningkatan tersebut mencakup penjualan peralatan, pelatihan, dan barang-barang lainnya ke Taiwan untuk mendukung sistem pertahanan udara Patriot yang dimiliki Taipei.
Taiwan kerap mengeluhkan peningkatan tekanan militer dari China yang mencoba dan memaksa pulau itu untuk menerima kedaulatannya.
Baca juga: Semikonduktor, “Senjata Rahasia yang Mungkin Bisa Buat Taiwan Tak Jadi Ukraina Berikutnya
Kementerian Pertahanan AS yang berkantor di Pentagon mengatakan kepada Kongres AS dalam sebuah pemberitahuan bahwa peningkatan sistem pertahanan udara Patriot juga mencakup perencanaan, penyebaran, dan pemeliharaan.
“Penjualan yang diusulkan ini melayani kepentingan nasional, ekonomi, dan keamanan AS,” kata Kementerian Pertahanan AS, sebagaimana dilansir Reuters.
“Dengan mendukung upaya berkelanjutan penerima untuk memodernisasi angkatan bersenjata penerima dan untuk mempertahankan kemampuan pertahanan yang kredibel,” sambung Pentagon.
Pentagon menambahkan, penjualan tersebut bakal membantu mempertahankan Taiwan dari serangan rudal dan memastikan kesiapan untuk operasi udara.
Baca juga: Taiwan Pelajari Taktik Perang Ukraina Lawan Rusia, Diskusikan dengan AS
“Penerima akan menggunakan kemampuan ini sebagai pencegah ancaman regional dan untuk memperkuat pertahanan tanah air,” tutur Pentagon.
Meski tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Taiwan, AS terikat oleh undang-undang yang dibuat untuk memberi Taipei fasilitas pertahanan diri.
Dan penjualan-penjualan senjata dari AS ke Taiwan telah berulangkali membuat China murka.
Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Syarat & KetentuanPeriksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.