Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Selama Ramadhan, Makanan Kering Boleh Dibawa Masuk Masjidil Haram

Kompas.com - 01/04/2022, 17:15 WIB
Irawan Sapto Adhi

Penulis

RIYADH, KOMPAS.com - Makanan kering seperti roti, keju, atau sejenisnya diperbolehkan untuk dibawa dan dimakan di dalam Dua Masjid Suci, yakni Masjidil Haram dan Masjid Nabawi selama bulan suci Ramadhan.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Kepresidenan untuk Urusan Dua Masjid Suci Arab Saudi Sheikh Abdul Rahman Al-Sudais.

Dilansir dari Saudi Gazeete, Selasa (29/3/2022), Al-Sudais menegaskan bahwa masuknya makanan kering akan sesuai dengan prosedur reguler.

Baca juga: Arab Saudi Prediksi Awal Ramadhan Sabtu 2 April, Bagaimana Penghitungannya?

Selain itu, kebijakan itu diambil setelah mempertimbangkan standar kesehatan dan keselamatan yang memperhatikan dan menjaga kebersihan Dua Masjid Suci.

Al-Sudais meminta semua lembaga dan departemen Kepresidenan memahami tentang perlunya menyatukan upaya untuk mencapai keberhasilan semua aspek rencana operasional bagi umat musim selama Ramadhan.

Dalam Ramadhan 2022 ini, kegiatan iktikaf di masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah juga akan diadakan lagi.

Selama dua tahun terakhir, pelaksanaan ritual iktikaf di Dua Masjid Suci terpaksa ditiadakan atau tidak diperbolehkan karena pandemi Covid-19.

Kepresidenan juga telah meluncurkan portal online untuk memberikan pedoman dan fasilitas pendaftaran bagi calon jemaah yang hendak melakukan itikaf.

Terkait pelonggaran pencegahan Covid-19 di Dua Masjid Suci

Pemerintah Arab Saudi diketahui mulai mencabut sebagian kebijakan pencegahan terkait dengan upaya memerangi pandemi Covid-19 pada Sabtu (5/3/2022).

Hal itu disampaikan oleh sumber resmi di Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi.

Baca juga: Arab Saudi Tegaskan Tak Izinkan Masjid Pakai Pengeras Suara Eksternal Saat Shalat Selama Ramadhan

Saudi Press Agency (SPA) melaporkan, langkah-langkah itu termasuk jarak sosial dan mengenakan masker di luar ruangan tidak lagi wajib di Aran Saudi.

Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi juga mengatakan kebijakan jarak sosial di Dua Masjid Suci, maupun di semua masjid di Kerajaan akan diakhiri.

Tetapi, dikutip dari Arab News, jemaah yang mengunjungi masjid masih harus memakai masker.

Pemerintah Arab Saudi sendiri tidak akan lagi mewajibkan pelancong untuk menjalani karantina wajib Covid-19 saat tiba di Kerajaan.

Penumpang juga tidak perlu lagi memberikan hasil tes PCR pada saat kedatangan mereka di Arab Saudi.

Meski begitu, semua kedatangan ke Arab Saudi dengan visa kunjungan dalam bentuk apa pun diharuskan untuk mendapatkan asuransi yang mencakup biaya perawatan dari infeksi virus corona.

Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi menekankan pentingnya untuk terus berpegang pada pedoman rencana nasional untuk vaksinasi.

Baca juga: Arab Saudi Cabut Sebagian Pembatasan Covid-19, Termasuk Jarak Sosial di Masjidil Haram

Hal ini mencakup mendapatkan dosis booster dan menerapkan prosedur untuk memverifikasi status kesehatan di aplikasi "Tawakkalna" untuk memasuki fasilitas, kegiatan, acara, pesawat, dan angkutan publik.

Kementerian saat itu menjelaskan bahwa tindakan yang diambil di atas tunduk pada evaluasi berkelanjutan oleh otoritas kesehatan yang kompeten di Arab Saudi, sesuai dengan perkembangan situasi epidemiologis.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

[POPULER GLOBAL] AS Tertinggal dari China soal Energi Nuklir | Dua Lipa Kritik Israel

[POPULER GLOBAL] AS Tertinggal dari China soal Energi Nuklir | Dua Lipa Kritik Israel

Global
Singapura Kerja Keras Bersihkan 400 Ton Minyak Tumpah di Pulau Sentosa

Singapura Kerja Keras Bersihkan 400 Ton Minyak Tumpah di Pulau Sentosa

Global
Kisah Perempuan Adat Meksiko yang Terkurung 12 Tahun di RSJ AS karena Tak Bisa Bahasa Inggris

Kisah Perempuan Adat Meksiko yang Terkurung 12 Tahun di RSJ AS karena Tak Bisa Bahasa Inggris

Global
KBRI Canberra dan CESA Perpanjang MoU Pembelajaran Bahasa Indonesia di Australia

KBRI Canberra dan CESA Perpanjang MoU Pembelajaran Bahasa Indonesia di Australia

Global
Serangan Drone Sebabkan Kebakaran di Tangki Minyak Rusia, Ukraina Belum Klaim

Serangan Drone Sebabkan Kebakaran di Tangki Minyak Rusia, Ukraina Belum Klaim

Global
Nasib Para Ibu Tunggal Afghanistan di Bawah Pemerintahan Taliban

Nasib Para Ibu Tunggal Afghanistan di Bawah Pemerintahan Taliban

Internasional
Ketahuan Mencontek Pakai Alat AI Canggih, Mahasiswa Turkiye Ditangkap

Ketahuan Mencontek Pakai Alat AI Canggih, Mahasiswa Turkiye Ditangkap

Global
Netanyahu Bubarkan Kabinet Perang, Apa Dampaknya?

Netanyahu Bubarkan Kabinet Perang, Apa Dampaknya?

Internasional
Terapi Telan Ikan Mentah di Hyderabad India untuk Obati Asma

Terapi Telan Ikan Mentah di Hyderabad India untuk Obati Asma

Global
Argentina Bongkar Panel Surya yang Salah Dipasang di Sisi Perbatasan Chile

Argentina Bongkar Panel Surya yang Salah Dipasang di Sisi Perbatasan Chile

Global
Rusia Mulai Latihan Angkatan Laut di Pasifik, Dekat Korea Selatan dan Jepang

Rusia Mulai Latihan Angkatan Laut di Pasifik, Dekat Korea Selatan dan Jepang

Global
Eks PM Thailand Thaksin Shinawatra Didakwa Menghina Kerajaan

Eks PM Thailand Thaksin Shinawatra Didakwa Menghina Kerajaan

Global
Rangkuman Hari Ke-845 Serangan Rusia ke Ukraina: Jabatan di Kemenhan | Rusia Terus Maju dan Serang

Rangkuman Hari Ke-845 Serangan Rusia ke Ukraina: Jabatan di Kemenhan | Rusia Terus Maju dan Serang

Global
AS Disebut Tertinggal Jauh di Belakang China di Bidang Tenaga Nuklir

AS Disebut Tertinggal Jauh di Belakang China di Bidang Tenaga Nuklir

Global
Ahli Bedah AS Minta Platform Media Sosial Diberi Peringatan seperti Bungkus Rokok

Ahli Bedah AS Minta Platform Media Sosial Diberi Peringatan seperti Bungkus Rokok

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com