Pentagon Prediksi Betapa Mengerikannya jika Rusia-Ukraina Perang

Kompas.com - 29/01/2022, 17:02 WIB
Jenderal Mark Milley, Kepala Staf Gabungan Amerika Serikat, saat berpidato dalam seremoni pergantian komando, Jumat (29/10/2021), di US Southern Command, Doral, Florida. AP PHOTO/WILFREDO LEEJenderal Mark Milley, Kepala Staf Gabungan Amerika Serikat, saat berpidato dalam seremoni pergantian komando, Jumat (29/10/2021), di US Southern Command, Doral, Florida.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Pentagon pada Jumat (28/1/2022) mengatakan, perang Rusia-Ukraina akan membawa kehancuran dan korban manusia yang mengerikan, tetapi masih ada waktu bagi diplomasi untuk menghindari invasi.

"Jika itu pecah di Ukraina, itu akan signifikan, sangat signifikan, dan akan mengakibatkan sejumlah besar korban," kata Ketua Kepala Staf Gabungan Mark Milley.

"Dan Anda bisa membayangkan seperti apa itu di daerah perkotaan yang padat, di sepanjang jalan dan sebagainya. Itu akan mengerikan, itu akan mengerikan," lanjutnya dikutip dari AFP.

Baca juga: Rusia Pasok Darah dan Bahan Medis ke Perbatasan, Siap Perang Lawan Ukraina?

Berbicara bersama Milley, Menteri Pertahanan Lloyd AS Austin mengatakan, perang Ukraina masih dapat dihindari meskipun Presiden Rusia Vladimir Putin mengumpulkan lebih dari 100.000 tentara di sepanjang perbatasan dengan mereka.

"Konflik bisa dihindari. Masih ada ruang dan waktu untuk diplomasi," ujar Austin.

"Putin juga bisa melakukan hal yang benar," tambahnya. "Tidak ada alasan bahwa situasi ini harus berubah menjadi konflik. Dia dapat memilih untuk mengurangi ketegangan. Dia dapat memerintahkan pasukannya pergi."

Pernyataan dua pejabat tinggi militer AS itu, yang dalam beberapa hari terakhir ini diam atas meningkatnya ketegangan di Eropa Timur, muncul karena tidak ada tanda-tanda kemajuan dalam upaya diplomatik untuk menghindari perang Rusia Ukraina.

Mereka berkata, Rusia terus menambah pasukannya yang diarahkan ke Ukraina dengan berbagai unit dan kemampuan ofensif termasuk baju besi, armada udara, armada angkatan laut, rudal, dan operasi siber serta politik.

Meski pejabat Pentagon bilang mereka tidak yakin Putin memutuskan perang, mereka mengatakan, pilihannya telah diperluas dari provokasi yang dapat menyebabkan serangan di wilayah Donbass tenggara yang bergolak, hingga upaya untuk menguasai seluruh negeri, menyerang pusat kota seperti ibu kota Kiev.

"Jika perang pecah dalam skala dan cakupan yang memungkinkan, penduduk sipil akan sangat menderita," kata Milley.

Halaman:

Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Situasi Genting Sri Lanka, Bagaimana Nasib Turis dan Pariwisata?

Situasi Genting Sri Lanka, Bagaimana Nasib Turis dan Pariwisata?

Global
Finlandia dan Swedia Daftar NATO, Arsitektur Keamanan Eropa Berubah

Finlandia dan Swedia Daftar NATO, Arsitektur Keamanan Eropa Berubah

Global
AS Beri Kelonggaran Sanksi ke Kuba, Ubah Kebijakan Era Trump

AS Beri Kelonggaran Sanksi ke Kuba, Ubah Kebijakan Era Trump

Global
Nasib Pasukan Ukraina yang Menyerah dari Mariupol Tidak Jelas, Bisa Jadi Tawanan Rusia?

Nasib Pasukan Ukraina yang Menyerah dari Mariupol Tidak Jelas, Bisa Jadi Tawanan Rusia?

Global
Putin: Embargo Minyak Rusia oleh Uni Eropa Sama Saja Bunuh Diri

Putin: Embargo Minyak Rusia oleh Uni Eropa Sama Saja Bunuh Diri

Global
Parlemen Finlandia Bilang 'Ya' untuk Gabung NATO

Parlemen Finlandia Bilang "Ya" untuk Gabung NATO

Global
Terus Dihantui Mimpi Buruk, Komplotan Pencuri Mengembalikan Patung Jarahannya ke Kuil Kuno

Terus Dihantui Mimpi Buruk, Komplotan Pencuri Mengembalikan Patung Jarahannya ke Kuil Kuno

Global
Hari-hari Pamungkas McDonald's di Rusia, Antre Panjang untuk Big Mac Terakhir, Rela Berkendara 250 Km

Hari-hari Pamungkas McDonald's di Rusia, Antre Panjang untuk Big Mac Terakhir, Rela Berkendara 250 Km

Global
Terdesak Kebutuhan dan Kebuntuan Sanksi, Uni Eropa Izinkan Pembelian Gas Rusia Diteruskan

Terdesak Kebutuhan dan Kebuntuan Sanksi, Uni Eropa Izinkan Pembelian Gas Rusia Diteruskan

Global
Wanita Ini Menyamar Jadi Pria Selama 36 Tahun demi Bisa Besarkan Anak dengan Aman

Wanita Ini Menyamar Jadi Pria Selama 36 Tahun demi Bisa Besarkan Anak dengan Aman

Global
Singapura Sebut Alasan UAS Ditolak Masuk, Tuding Ajarkan Ekstremisme

Singapura Sebut Alasan UAS Ditolak Masuk, Tuding Ajarkan Ekstremisme

Global
Anggota Parlemen Inggris Ditangkap Polisi, Diduga Lakukan Pemerkosaan

Anggota Parlemen Inggris Ditangkap Polisi, Diduga Lakukan Pemerkosaan

Global
Rusia Sebut Tak Akan Biarkan Perang Dunia 3 Pecah, tetapi dengan Syarat

Rusia Sebut Tak Akan Biarkan Perang Dunia 3 Pecah, tetapi dengan Syarat

Global
Tersangka Penembakan Massal Bermotif Rasialis Undang Orang untuk Tinjau Rencana Serangannya

Tersangka Penembakan Massal Bermotif Rasialis Undang Orang untuk Tinjau Rencana Serangannya

Global
 WHO: Wabah Covid-19 di Korea Utara Ciptakan Risiko Kemunculan Varian Baru

WHO: Wabah Covid-19 di Korea Utara Ciptakan Risiko Kemunculan Varian Baru

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.