Pilpres Italia Buntu Berhari-hari, Banyak yang Golput

Kompas.com - 28/01/2022, 20:15 WIB
Seorang anggota parlemen memberikan suaranya dalam ronde keempat pilpres Italia di Roma, Kamis (27/1/2022). AFP/REMO CASILLISeorang anggota parlemen memberikan suaranya dalam ronde keempat pilpres Italia di Roma, Kamis (27/1/2022).

ROMA, KOMPAS.com - Para pemimpin politik Italia pada Jumat (28/1/2022) sepakat untuk mempercepat pemungutan suara dalam pemilihan presiden atau pilpres Italia, setelah berhari-hari kebuntuan yang melumpuhkan pemerintahan Perdana Menteri Mario Draghi.

Sebanyak empat putaran pemungutan suara di parlemen sejak Senin (24/1/2022) gagal menghasilkan pemenang. Sebagian besar anggota parlemen memberikan suara kosong atau golput karena kurangnya kesepakatan di antara para pihak.

Putaran kelima akan berjalan sesuai rencana mulai pukul 11.00 waktu setempat, dengan tambahan lainnya pada pukul 17.00, menurut kantor-kantor berita Italia yang dikutip AFP.

Baca juga: Mengenal Sistem Pilpres Italia 2022 dan Para Kandidatnya

Keputisan itu mengikuti seruan Enrico Letta dari Partai Demokrat kiri-tengah dan Matteo Salvini dari partai Liga populis anti-imigrasi untuk meningkatkan kecepatan

Oleh karena pembatasan virus corona, parlemen hanya menjadwalkan satu putaran pemungutan suara per hari hingga sekarang.

Blok sayap kanan Salvini pada Jumat pagi akhirnya mengajukan calon, Presiden Senat Maria Elisabetta Alberti Casellati.

Namun, mereka tidak memiliki mayoritas di parlemen dan banyak dari kalangan kiri sangat menentang Casellati, pengikut setia mantan perdana menteri Silvio Berlusconi, yang dikenal karena penentangannya terhadap aborsi dan ikatan sipil sesama jenis.

Draghi, mantan kepala Bank Sentral Eropa yang dibawa untuk memimpin pemerintah persatuan nasional hampir setahun yang lalu, tetap dalam pencalonannya di pilpres Italia untuk terpilih sebagai kepala negara baru.

Akan tetapi, ada kekhawatiran yang meluas bahwa kepergiannya sebagai perdana menteri dapat menggoyahkan pemerintah pada saat yang kritis bahkan memicu pemilihan cepat, yang hanya diinginkan oleh sedikut pihak.

Baca juga: Jelang Pilpres Italia 24 Januari, Bisakah Silvio Berlusconi Jadi Presiden?

Italia, negara sarat utang yang perekonomiannya terbesar ketiga di zona Eropa, telah pulih dengan kuat dari resesi yang disebabkan oleh pandemi 2020, tetapi mengandalkan hampir 200 miliar euro (Rp 3,2 kuadriliun) dalam dana Uni Eropa untuk memperkuat finansialnya.

Uang itu pada gilirannya bergantung pada jadwal reformasi yang ketat - erutama pada sistem perpajakan, peradilan, dan administrasi publik - yang dikhawatirkan banyak orang akan tergelincir tanpa adanya campur tangan Draghi di pucuk kepemimpinan.

Presiden Italia adalah tokoh seremonial tetapi memegang kekuasaan besar selama krisis politik, peristiwa yang sering terjadi di Italia, yang memiliki puluhan pemerintahan berbeda sejak Perang Dunia II.

Pilpres Italia dilakukan di antara lebih dari 1.000 anggota parlemen, senator, dan perwakilan daerah.

Baca juga: Usai Mundur dari Pilpres Italia, Silvio Berlusconi Masuk Rumah Sakit Lagi

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kali Pertama dalam 50 Tahun, Kongres AS Bicarakan Soal UFO

Kali Pertama dalam 50 Tahun, Kongres AS Bicarakan Soal UFO

Global
WHO: Omicron Bikin Kebijakan Nol-Covid China Tidak Berkelanjutan

WHO: Omicron Bikin Kebijakan Nol-Covid China Tidak Berkelanjutan

Global
Turki Kembali Keberatan Swedia dan Finlandia Gabung NATO

Turki Kembali Keberatan Swedia dan Finlandia Gabung NATO

Global
Covid Korea Utara: 3 Pesawat Terbesar Dikirim ke China untuk Ambil Bantuan Medis

Covid Korea Utara: 3 Pesawat Terbesar Dikirim ke China untuk Ambil Bantuan Medis

Global
Rusia Klaim 1.730 Tentara Ukraina Menyerah di Pabrik Baja Azovstal

Rusia Klaim 1.730 Tentara Ukraina Menyerah di Pabrik Baja Azovstal

Global
Polandia Janji Bantu Swedia dan Finlandia jika Diserang Sebelum Jadi Anggota NATO

Polandia Janji Bantu Swedia dan Finlandia jika Diserang Sebelum Jadi Anggota NATO

Global
Kisah Atlet Bulu Tangkis dari Indonesia Alih Profesi Jadi Pebisnis Kue di Jerman

Kisah Atlet Bulu Tangkis dari Indonesia Alih Profesi Jadi Pebisnis Kue di Jerman

Global
Lewat Sidang Kejahatan Perang, Tentara Rusia Minta Maaf kepada Janda Ukraina

Lewat Sidang Kejahatan Perang, Tentara Rusia Minta Maaf kepada Janda Ukraina

Global
Ketika Burj Khalifa Gedung Tertinggi di Dunia Hilang Ditelan Badai Pasir...

Ketika Burj Khalifa Gedung Tertinggi di Dunia Hilang Ditelan Badai Pasir...

Global
Kemlu: Penolakan Masuk terhadap UAS, Kedaulatan Singapura

Kemlu: Penolakan Masuk terhadap UAS, Kedaulatan Singapura

Global
Teh Madu dan Iklan Layanan Masyarakat, Cara Korut 'Hadapi' Covid-19

Teh Madu dan Iklan Layanan Masyarakat, Cara Korut "Hadapi" Covid-19

Global
Kasus Covid-19 Korea Utara Diduga Sudah Mendekati Angka 2 Juta

Kasus Covid-19 Korea Utara Diduga Sudah Mendekati Angka 2 Juta

Global
Rusia Disebut Tembaki Jet-jet Tempur Israel dengan S-300 di Suriah

Rusia Disebut Tembaki Jet-jet Tempur Israel dengan S-300 di Suriah

Global
Pejabat Rusia yang Tentang Invasi ke Ukraina Tertangkap Basah di Perbasatan AS-Meksiko

Pejabat Rusia yang Tentang Invasi ke Ukraina Tertangkap Basah di Perbasatan AS-Meksiko

Global
Ukraina Terkini: 700 Pejuang Mariupol Menyerah, AS Buka Kembali Kedubes di Kyiv

Ukraina Terkini: 700 Pejuang Mariupol Menyerah, AS Buka Kembali Kedubes di Kyiv

Global
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.