Update Covid-19 Dunia: WHO Catat Infeksi Mingguan Tertinggi, tapi Angka Kematian Stabil

Kompas.com - 27/01/2022, 13:30 WIB

JENEWA, KOMPAS.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan ada 21 juta kasus virus corona baru yang dilaporkan secara global pekan lalu, jumlah mingguan tertinggi kasus Covid-19 yang tercatat sejak pandemi dimulai.

Sementara itu, jumlah kematian sebagian besar tidak berubah, dengan total lebih dari 50.000 jiwa.

Baca juga: Sekelompok Kasus Covid-19 Baru Ditemukan, China Lockdown Wilayah Dekat Desa Olimpiade

Dalam penilaian mingguan pandemi, yang dikeluarkan Selasa (25/1/2022) malam, badan kesehatan dunia itu mengatakan jumlah infeksi virus corona baru naik 5 persen.

Namun, tingkat peningkatan tampaknya melambat; dengan hanya setengah dari wilayah yang melaporkan peningkatan Covid-19.

Awal bulan ini, jumlah kasus tertinggi sebelumnya - 9,5 juta - tercatat, di tengah lonjakan 71 persen dari minggu sebelumnya. Lonjakan terjadi karena varian Omicron yang sangat menular menyapu dunia.

WHO mengatakan peningkatan kasus terbesar terlihat di Timur Tengah, dengan kenaikan 39 persen, diikuti oleh lonjakan 36 persen di Asia Tenggara.

Kematian karena Covid-19 meningkat di Asia Tenggara, Timur Tengah dan Amerika, tetapi tercatat turun di wilayah lain.

Baca juga: Omicron Melonjak, Kasus Harian Covid-19 Korea Selatan Capai 8.000 untuk Kali Pertama

Pada Senin (24/1/2022), direktur jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus memperingatkan agar tidak berbicara bahwa pandemi mungkin memasuki "akhir permainannya".

Dia memperingatkan bahwa kondisi tetap sangat mungkin untuk varian baru muncul, dengan banyak orang yang tidak divaksinasi di beberapa negara di tengah penularan virus yang cepat.

Namun, Tedros mengatakan mungkin saja dunia dapat keluar dari fase akut pandemi, jika tujuan seperti imunisasi setidaknya 70 persen dari populasi masing-masing negara tercapai akhir tahun ini.

Di Inggris, para peneliti di Imperial College London mencatat tingkat prevalensi Covid-19 tertinggi yang pernah ada di Inggris awal bulan ini. Mereka memperkirakan bahwa sekitar satu dari setiap 23 orang yang dites memiliki virus tersebut.

Baca juga: Omicron Melonjak, Kasus Harian Covid-19 Korea Selatan Capai 8.000 untuk Kali Pertama

Para ilmuwan mengatakan ada indikasi lonjakan besar-besaran yangdisebabkan oleh varian Omicron mulai menurun, tetapi tingkat infeksi tetap tinggi.

Menurut mereka, varian Omicron jauh lebih kecil kemungkinannya menyebabkan penyakit serius dan rawat inap tetapi menyebar jauh lebih cepat daripada varian Covid-19 sebelumnya, termasuk Delta.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang

Video Pilihan

Sumber AP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tinggalkan Mobil, Peternak Ini Pakai Kereta Kuda sebagai Alat Transportasi, Hemat Rp 3,8 Juta Per Bulan

Tinggalkan Mobil, Peternak Ini Pakai Kereta Kuda sebagai Alat Transportasi, Hemat Rp 3,8 Juta Per Bulan

Global
Di Kota Ini, Manusia dan Macan Tutul Hidup Harmonis, Warga Setempat Sampai Buka Wisata Safari

Di Kota Ini, Manusia dan Macan Tutul Hidup Harmonis, Warga Setempat Sampai Buka Wisata Safari

Global
Johor Kekurangan Perawat, Pilih ke Singapura dengan Gaji Lebih Tinggi

Johor Kekurangan Perawat, Pilih ke Singapura dengan Gaji Lebih Tinggi

Global
Jawaban Singkat Biden Saat Ditanya Pesan untuk Kim Jong Un: Hallo… Titik.

Jawaban Singkat Biden Saat Ditanya Pesan untuk Kim Jong Un: Hallo… Titik.

Global
Munculkan 'Rasa Aman', Perusahaan Ini Luncurkan Bir Bertema NATO

Munculkan "Rasa Aman", Perusahaan Ini Luncurkan Bir Bertema NATO

Global
Anak 14 Tahun Dinyatakan Bersalah atas Terorisme, Awalnya Minat Soal Militer Lalu Terpapar Ekstremisme

Anak 14 Tahun Dinyatakan Bersalah atas Terorisme, Awalnya Minat Soal Militer Lalu Terpapar Ekstremisme

Global
Demi Hemat Bensin, Wanita Ini Tinggalkan Mobil Bertenaga Kuda, Beralih ke Kuda Sungguhan

Demi Hemat Bensin, Wanita Ini Tinggalkan Mobil Bertenaga Kuda, Beralih ke Kuda Sungguhan

Global
Terowongan Kashmir Runtuh di Tengah Proses Pembangunan, 10 Pekerja Tewas

Terowongan Kashmir Runtuh di Tengah Proses Pembangunan, 10 Pekerja Tewas

Global
Anthony Albanese, Pemimpin Partai Buruh yang Menang jadi PM Australia

Anthony Albanese, Pemimpin Partai Buruh yang Menang jadi PM Australia

Global
Kalah Pemilihan, Ini Rekam Jejak Kontroversial PM Australia Scott Morrison

Kalah Pemilihan, Ini Rekam Jejak Kontroversial PM Australia Scott Morrison

Global
Bintang Hollywood Morgan Freeman Kena Sanksi dari Rusia Bersama 963 Warga AS Lainnya

Bintang Hollywood Morgan Freeman Kena Sanksi dari Rusia Bersama 963 Warga AS Lainnya

Global
Tanggapi Kemajuan Senjata Ofensif Korea Utara, AS - Korea Selatan Buat Kesepakatan Baru

Tanggapi Kemajuan Senjata Ofensif Korea Utara, AS - Korea Selatan Buat Kesepakatan Baru

Global
Keyakinan Zelensky: Hanya Diplomasi yang Bisa Akhiri Perang, Bukan Militer

Keyakinan Zelensky: Hanya Diplomasi yang Bisa Akhiri Perang, Bukan Militer

Global
Korea Utara Klaim Kasus Demam Diduga Gejala Covid-19 Sudah Turun di Bawah 200.000

Korea Utara Klaim Kasus Demam Diduga Gejala Covid-19 Sudah Turun di Bawah 200.000

Global
AS Klaim Tawarkan Bantuan Vaksin ke Korut, Biden: Tak Ada Tanggapan

AS Klaim Tawarkan Bantuan Vaksin ke Korut, Biden: Tak Ada Tanggapan

Global
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.