Telegram Jadi Sarana Penyebar Teori Anti-vaksin, Jerman Berencana Larang Aplikasi Tersebut

Kompas.com - 27/01/2022, 12:30 WIB
Ilustrasi Telegram. The Verge/ Alex CastroIlustrasi Telegram.

BERLIN, KOMPAS.com - Pemerintah Jerman sedang mempertimbangkan larangan aplikasi pesan terenkripsi Telegram.

Hal ini dilakukan setelah berulang kali aplikasi ini digunakan sebagai saluran untuk menyebarkan teori konspirasi anti-vaksin, bahkan ancaman pembunuhan.

Dilansir dari The Hill, aplikasi ini juga memainkan peran kunci dalam memobilisasi jumlah pemilih di beberapa protes paling keras yang menentang kebijakan Covid-19 Pemerintah Jerman sejak awal pandemi.

Baca juga: Telegram Adalah Aplikasi Paling Buruk, Menurut Signal dan Diamini WhatsApp

Saat pemerintah sekarang mempertimbangkan vaksinasi wajib, pihak berwenang khawatir bahwa masalah kontroversial dapat berisiko memicu gelombang kemarahan lainnya.

Polisi federal BKA mengatakan pada Rabu (26/1/2022) bahwa mereka telah membentuk satuan tugas Telegram.

Tujuannya untuk menyelidiki pesan yang berisi ancaman pembunuhan atau ujaran kebencian, serta mengidentifikasi dan menuntut penulisnya.

“Pandemi virus corona khususnya telah berkontribusi pada orang-orang yang menjadi radikal di Telegram, mengancam orang lain atau bahkan mengunggah seruan untuk pembunuhan,” kata Presiden BKA Holger Muench.

Baca juga: Cara agar Tidak Dimasukkan ke Grup Telegram Tanpa Izin

Di sisi lain, Menteri Dalam Negeri Nancy Faeser menyarankan bahwa jika Telegram gagal bekerja sama dengan upaya memberantas perilaku ilegal, pemerintah dapat melarang layanan tersebut sepenuhnya.

Faeser mengatakan kepada surat kabar Die Zeit bahwa Telegram dapat dinonaktifkan di Jerman jika gagal mematuhi hukum setempat.

Grup obrolan Telegram, yang dapat mencakup hingga 200.000 anggota, telah digunakan beberapa pengunjuk rasa anti-vaksin.

Halaman:
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!


Video Pilihan

Sumber The Hill
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.