Kompas.com - 26/01/2022, 15:30 WIB

 

KOMPAS.com - Pada tanggal 26 Januari 1950, konstitusi India mulai berlaku. Hal ini melahirkan Republik India, yang dikenal sebagai negara demokrasi terpadat di dunia.

Dilansir History, tokoh India yakni Mohandas Gandhi, berjuang melalui beberapa dekade perlawanan pasif sebelum Inggris akhirnya menerima kemerdekaan India.

Pemerintahan sendiri telah dijanjikan selama Perang Dunia II.

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: 16 September 1932, Gandhi Mulai Aksi Mogok Makan

Negosiasi segitiga perang antara Gandhi, Inggris dan Liga Muslim sempat berencana membagi India menurut garis agama.

Akhirnya, Lord Mountbatten, raja muda India, memaksakan rencana kompromi.

Pada tanggal 15 Agustus 1947, bekas Kekaisaran Mogul dibagi menjadi negara-negara merdeka India dan Pakistan.

Gandhi menyebut perjanjian itu sebagai "tindakan paling mulia dari bangsa Inggris," tetapi perselisihan agama antara umat Hindu dan Muslim merusak segalanya.

Ratusan ribu orang tewas, termasuk Gandhi, yang dibunuh oleh seorang fanatik Hindu pada Januari 1948 saat berjaga doa di area kekerasan Muslim-Hindu.

Baca juga: Hari Terakhir Indira Gandhi, Wanita Besi yang Dibunuh Pengawalnya

Perdana Menteri India Jawaharlal Nehru, yang merupakan seorang pemimpin perjuangan kemerdekaan India dan anak didik Gandhi, bertahan dalam usahanya untuk menstabilkan India.

Pada tahun 1949, kekerasan agama mulai mereda.

Pada akhir tahun 1949, sebuah konstitusi India diadopsi, dan pada tanggal 26 Januari 1950, Republik India lahir.

Nehru berharap bisa mengatasi masyarakat "kasta" India dan mempromosikan kesetaraan gender.

Baca juga: Covid-19 India Memburuk Lagi, Catat 300.000 Kasus 4 Hari Berturut-turut

Pemilihan akan diadakan setidaknya setiap lima tahun, dan pemerintah India mengikuti model sistem parlementer Inggris.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber History
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rusia Pelajari Rencana Perdamaian dengan Ukraina Usulan Italia

Rusia Pelajari Rencana Perdamaian dengan Ukraina Usulan Italia

Global
WHO: Cacar Monyet Termasuk Tantangan Berat Dunia, Seberapa Bahayanya?

WHO: Cacar Monyet Termasuk Tantangan Berat Dunia, Seberapa Bahayanya?

Global
Setelah Dikuasai Rusia, Kota Kherson di Ukraina Kenalkan Rubel Jadi Mata Uang Resmi

Setelah Dikuasai Rusia, Kota Kherson di Ukraina Kenalkan Rubel Jadi Mata Uang Resmi

Global
Profil Anthony Albanese PM Australia yang Baru, Pemimpin Partai Buruh

Profil Anthony Albanese PM Australia yang Baru, Pemimpin Partai Buruh

Global
Ini Isi Hutan Purba yang Ditemukan di Dasar Lubang Raksasa China

Ini Isi Hutan Purba yang Ditemukan di Dasar Lubang Raksasa China

Global
“Polos”, Kim Jong Un Kubur Mentornya di Tengah Krisis Covid-19 Korea Utara

“Polos”, Kim Jong Un Kubur Mentornya di Tengah Krisis Covid-19 Korea Utara

Global
China Tanggapi Janji AS Lindungi Taiwan jika Diserang

China Tanggapi Janji AS Lindungi Taiwan jika Diserang

Global
Sri Lanka Masih Tanpa Menteri Keuangan, 4 Kandidat Menolak Ditunjuk

Sri Lanka Masih Tanpa Menteri Keuangan, 4 Kandidat Menolak Ditunjuk

Global
Tentara Rusia Divonis Penjara Seumur Hidup dalam Pengadilan Kejahatan Perang di Ukraina

Tentara Rusia Divonis Penjara Seumur Hidup dalam Pengadilan Kejahatan Perang di Ukraina

Global
Panen Kritik Setelah Ditunjuk Jadi Dubes Malaysia untuk Indonesia, Tajuddin Abdul Buka Suara

Panen Kritik Setelah Ditunjuk Jadi Dubes Malaysia untuk Indonesia, Tajuddin Abdul Buka Suara

Global
Ukraina Terkini: Rusia Serbu Kota Sievierodonetsk, tetapi Gagal dan Mundur

Ukraina Terkini: Rusia Serbu Kota Sievierodonetsk, tetapi Gagal dan Mundur

Global
Masih Dicengkeram Covid-19, Beijing Desak Jutaan Warganya Tetap WFH

Masih Dicengkeram Covid-19, Beijing Desak Jutaan Warganya Tetap WFH

Global
Kenapa Isu Iklim Bisa Jadi Masalah Utama yang Pengaruhi Suara Pemilih di Pemilu Australia?

Kenapa Isu Iklim Bisa Jadi Masalah Utama yang Pengaruhi Suara Pemilih di Pemilu Australia?

Global
Biden: 13 Negara Gabung Aliansi Dagang IPEF di Asia-Pasifik untuk Saingi China

Biden: 13 Negara Gabung Aliansi Dagang IPEF di Asia-Pasifik untuk Saingi China

Global
Mendagri Singapura Klaim UAS Telah Meradikalisasi Warga Singapura

Mendagri Singapura Klaim UAS Telah Meradikalisasi Warga Singapura

Global
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.