Ukraina-Rusia Makin Tegang, AS Perintahkan Warganya Segera Keluar dari Kiev

Kompas.com - 24/01/2022, 15:33 WIB

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Amerika Serikat memerintahkan keluarga diplomatnya di ibu kota Ukraina, Kiev, untuk meninggalkan negara itu karena ada ancaman lanjutan dari invasi Rusia, kata Kementerian Luar Negeri pada Minggu (23/1/2022).

AS juga mengizinkan kepulangan "sukarela" staf kedutaannya yang tidak esensial, dan mendesak warga AS di Ukraina untuk mempertimbangkan pergi sekarang, dengan mengatakan bahwa pihaknya tidak akan mengevakuasi mereka setelah ada kemungkinan Rusia menyerang.

Rusia sudah mengerahkan puluhan ribu tentara di perbatasannya dengan Ukraina, bersama dengan kumpulan tank, kendaraan tempur, artileri, dan rudal.

Baca juga: Situasi Makin Panas, Keluarga Personel Kedutaan AS Diminta Tinggalkan Ukraina

Pengerahan itu memicu peringatan keras dari Washington dan Eropa, tetapi sejauh ini diplomasi yang intens hanya membuahkan sedikit hasil.

Kedutaan Besar AS tetap buka dan Kuasa Usaha (Charge d'Affaires) Kristina Kvien tetap tinggal di Ukraina untuk saat ini, kata pejabat senior Kementeruan Luar Negeri kepada wartawan, dikutip dari AFP.

Pejabat itu mengulangi peringatan sebelumnya dari Gedung Putih bahwa invasi bisa terjadi kapan saja.

"(Kami) tidak akan mengevakuasi warga AS dalam keadaan darurat seperti itu," kata pejabat tersebut, seraya mendesak warga Amerika untuk mempertimbangkan pergi melalui transportasi komersial atau pribadi sesegera mungkin.

Pejabat itu menolak untuk merinci jumlah warga Amerika di Ukraina, tetapi perwakilan Kementerian Luar Negeri bulan lalu menyebutkan angka antara 10.000-15.000.

Kementerian Luar Negeri AS juga menyarankan agar semua perjalanan ke Ukraina tidak dilakukan karena kemungkinan invasi Rusia.

Baca juga: Prediksi Serangan Rusia ke Ukraina, dari Siber hingga Invasi Besar


Pada Minggu, Kemlu AS turut menyarankan agar tidak bepergian ke Rusia, terutama ke daerah-daerah di perbatasannya dengan Ukraina, dengan memperingatkan bahwa orang Amerika dapat menghadapi serangan dan Washington hanya memiliki kemampuan terbatas untuk membantu mereka.

"(Warga AS) yang mengunjungi atau tinggal di Rusia diinterogasi tanpa alasan, diancam oleh pejabat Rusia, dan dapat menjadi korban pelecehan, perlakuan buruk, serta pemerasan," bunyi saran itu.

Rusia menyangkal niat untuk menyerang Ukraina, tetapi mensyaratkan de-eskalasi bergantung pada perjanjian yang menjamin non-ekspansi NATO, terutama ke Ukraina, serta penarikan aliansi dari Eropa Timur.

Baca juga: Apakah Rusia Benar-benar Ingin Menginvasi Ukraina? Ini Kemungkinannya...

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tinggalkan Mobil, Peternak Ini Pakai Kereta Kuda sebagai Alat Transportasi, Hemat Rp 3,8 Juta Per Bulan

Tinggalkan Mobil, Peternak Ini Pakai Kereta Kuda sebagai Alat Transportasi, Hemat Rp 3,8 Juta Per Bulan

Global
Di Kota Ini, Manusia dan Macan Tutul Hidup Harmonis, Warga Setempat Sampai Buka Wisata Safari

Di Kota Ini, Manusia dan Macan Tutul Hidup Harmonis, Warga Setempat Sampai Buka Wisata Safari

Global
Johor Kekurangan Perawat, Pilih ke Singapura dengan Gaji Lebih Tinggi

Johor Kekurangan Perawat, Pilih ke Singapura dengan Gaji Lebih Tinggi

Global
Jawaban Singkat Biden Saat Ditanya Pesan untuk Kim Jong Un: Hallo… Titik.

Jawaban Singkat Biden Saat Ditanya Pesan untuk Kim Jong Un: Hallo… Titik.

Global
Munculkan 'Rasa Aman', Perusahaan Ini Luncurkan Bir Bertema NATO

Munculkan "Rasa Aman", Perusahaan Ini Luncurkan Bir Bertema NATO

Global
Anak 14 Tahun Dinyatakan Bersalah atas Terorisme, Awalnya Minat Soal Militer Lalu Terpapar Ekstremisme

Anak 14 Tahun Dinyatakan Bersalah atas Terorisme, Awalnya Minat Soal Militer Lalu Terpapar Ekstremisme

Global
Demi Hemat Bensin, Wanita Ini Tinggalkan Mobil Bertenaga Kuda, Beralih ke Kuda Sungguhan

Demi Hemat Bensin, Wanita Ini Tinggalkan Mobil Bertenaga Kuda, Beralih ke Kuda Sungguhan

Global
Terowongan Kashmir Runtuh di Tengah Proses Pembangunan, 10 Pekerja Tewas

Terowongan Kashmir Runtuh di Tengah Proses Pembangunan, 10 Pekerja Tewas

Global
Anthony Albanese, Pemimpin Partai Buruh yang Menang jadi PM Australia

Anthony Albanese, Pemimpin Partai Buruh yang Menang jadi PM Australia

Global
Kalah Pemilihan, Ini Rekam Jejak Kontroversial PM Australia Scott Morrison

Kalah Pemilihan, Ini Rekam Jejak Kontroversial PM Australia Scott Morrison

Global
Bintang Hollywood Morgan Freeman Kena Sanksi dari Rusia Bersama 963 Warga AS Lainnya

Bintang Hollywood Morgan Freeman Kena Sanksi dari Rusia Bersama 963 Warga AS Lainnya

Global
Tanggapi Kemajuan Senjata Ofensif Korea Utara, AS - Korea Selatan Buat Kesepakatan Baru

Tanggapi Kemajuan Senjata Ofensif Korea Utara, AS - Korea Selatan Buat Kesepakatan Baru

Global
Keyakinan Zelensky: Hanya Diplomasi yang Bisa Akhiri Perang, Bukan Militer

Keyakinan Zelensky: Hanya Diplomasi yang Bisa Akhiri Perang, Bukan Militer

Global
Korea Utara Klaim Kasus Demam Diduga Gejala Covid-19 Sudah Turun di Bawah 200.000

Korea Utara Klaim Kasus Demam Diduga Gejala Covid-19 Sudah Turun di Bawah 200.000

Global
AS Klaim Tawarkan Bantuan Vaksin ke Korut, Biden: Tak Ada Tanggapan

AS Klaim Tawarkan Bantuan Vaksin ke Korut, Biden: Tak Ada Tanggapan

Global
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.