Terungkap Syarat AS ke Iran untuk Bisa Kembali Patuh ke Kesepakatan Nuklir 2015

Kompas.com - 24/01/2022, 15:01 WIB
Wakil Menteri Urusan Politik AS Wendy Sherman (kiri), Menteri Luar Negeri AS John Kerry (kedua-kiri), Menteri Energi AS Ernest Moniz (ketiga-kiri), orang yang ditunjuk Dewan Keamanan Nasional di Timur Tengah Robert Malley (ke-4- L), Direktur Politik Uni Eropa Helga Schmid (belakang-kiri), kepala Organisasi Energi Atom Iran Ali Akbar Salehi (3-kanan) dan Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif (2-kanan) menunggu dimulainya pertemuan di Beau Rivage Palace Hotel di Lausanne pada 26 Maret 2015 selama negosiasi program nuklir Iran. AFP PHOTO/BRENDAN SMIALOWSKIWakil Menteri Urusan Politik AS Wendy Sherman (kiri), Menteri Luar Negeri AS John Kerry (kedua-kiri), Menteri Energi AS Ernest Moniz (ketiga-kiri), orang yang ditunjuk Dewan Keamanan Nasional di Timur Tengah Robert Malley (ke-4- L), Direktur Politik Uni Eropa Helga Schmid (belakang-kiri), kepala Organisasi Energi Atom Iran Ali Akbar Salehi (3-kanan) dan Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif (2-kanan) menunggu dimulainya pertemuan di Beau Rivage Palace Hotel di Lausanne pada 26 Maret 2015 selama negosiasi program nuklir Iran.

WINA, KOMPAS.com - Amerika Serikat (AS) tidak mungkin mencapai konsensus dengan Iran untuk menyelamatkan kesepakatan nuklir 2015, kecuali jika Teheran membebaskan empat warga AS yang menurut Washington disandera.

Hal itu disampaikan pemimpin perunding nuklir AS dan utusan Khusus AS untuk Iran Robert Malley kepada kantor berita Reuters, Minggu (23/1/2022).

Baca juga: Menteri Iran Klaim Pembicaraan Nuklir Mendekati Kesepakatan yang Bagus

Dia mengulangi posisi lama AS bahwa masalah empat orang yang ditahan di Iran terpisah dari negosiasi nuklir, namun mengatakan pembebasan mereka menjadi pertimbangan untuk perjanjian nuklir.

“Mereka terpisah (kesepakatan nuklir dan sandera) dan kami mengejar keduanya. Tetapi saya akan mengatakan sangat sulit bagi kita untuk membayangkan kembali ke kesepakatan nuklir sementara empat orang Amerika yang tidak bersalah disandera oleh Iran,” kata Malley melansir Al Jazeera.

“Jadi, bahkan saat kami melakukan pembicaraan dengan Iran secara tidak langsung mengenai nuklir yang kami ajukan, sekali lagi secara tidak langsung, (ada) diskusi dengan mereka untuk memastikan pembebasan sandera kami,” ujarnya.

Wawancara itu dilakukan Malley dengan Reuters di Wina, di mana pembicaraan sedang berlangsung untuk membawa Washington dan Teheran kembali ke kepatuhan penuh dengan kesepakatan nuklir 2015.

Dalam beberapa tahun terakhir, Pengawal Revolusi elit Iran telah menangkap puluhan warga negara ganda dan orang asing, sebagian besar atas tuduhan spionase dan terkait keamanan.

Baca juga: 20 Januari 1981: Berakhirnya Krisis Penyanderaan Iran

Kelompok-kelompok hak asasi manusia menuduh Iran mengambil tahanan untuk mendapatkan pengaruh diplomatik. Sementara kekuatan Barat telah lama menuntut agar Teheran membebaskan warganya, yang mereka katakan adalah tahanan politik.

Teheran membantah menahan orang karena alasan politik.

Tuntutan disampaikan

Malley berbicara dalam wawancara bersama dengan Barry Rosen, mantan diplomat AS berusia 77 tahun yang melakukan mogok makan di Wina, untuk menuntut pembebasan tahanan AS, Inggris, Perancis, Jerman, Austria, dan Swedia di Iran, dan bahwa tidak ada kesepakatan nuklir yang dapat dicapai tanpa pembebasan mereka.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.