Dialog AS-Rusia soal Ukraina Kembali Buntu, tapi Sepakat Redakan Ketegangan

Kompas.com - 22/01/2022, 09:31 WIB
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken saat berpidato di Benjamin Franklin Room. Kementerian Luar Negeri AS, Washington DC, Jumat (5/11/2021). Kemlu AS berjanji mengusut sindrom Havana dan menunjuk utusan khusus untuk menyelidiki kasus-kasus yang dilaporkan para diplomat serta intel dengan gejala cedera otak. AFP/ANDREW CABALLERO-REYNOLDS via APMenteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken saat berpidato di Benjamin Franklin Room. Kementerian Luar Negeri AS, Washington DC, Jumat (5/11/2021). Kemlu AS berjanji mengusut sindrom Havana dan menunjuk utusan khusus untuk menyelidiki kasus-kasus yang dilaporkan para diplomat serta intel dengan gejala cedera otak.

JENEWA, KOMPAS.com – Para diplomat tinggi Amerika Serikat (AS) dan Rusia pada Jumat (22/1/2022) sepakat untuk meredakan ketegangan atas Ukraina.

Washington menjanjikan tanggapan tertulis terhadap persyaratan keamanan Rusia pekan depan dan tidak mengesampingkan pertemuan presiden.

Selama 90 menit, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken berdiskusi dengan Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov mengenai Ukraina di Jenewa, Swiss.

Baca juga: PBB Peringatkan Rusia untuk Tidak Menginvasi Ukraina

Kementerian Luar Negeri Rusia kemudian mengatakan, Lavrov memberikan peringatan serius jika Washington terus mengabaikan tuntutan keamanan Moskow.

Di sisi lain, Blinken mengatakan kepada wartawan bahwa tidak ada terobosan besar yang terjadi selama pertemuan itu sebagaimana dilansir AFP.

Namun, dia yakin kedua belah pihak berada di jalur yang jelas untuk memahami keprihatinan dan posisi masing-masing.

Dia juga berharap dapat berbagi dengan Rusia tentang keprihatinan serta ide-idenya yang lebih detail secara tertulis pekan depan dan diikuti diskusi lebih lanjut.

Baca juga: Ukraina Sebut Agresi Rusia Nyata, Berharap Utamakan Diplomasi Damai

Secara terpisah, Lavrov mengatakan kepada wartawan, "Blinken setuju bahwa kita perlu melakukan dialog yang masuk akal, dan saya berharap emosi akan berkurang."

Dia menambahkan, pertemuan lain antara AS dan Rusia dapat digelar di waktu yang lain.

Tetapi menurutnya, masih terlalu dini untuk mulai berbicara tentang pertemuan tingkat tinggi lain antara Presiden AS Joe Biden dan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.