Pria Palestina Selundupkan Spermanya ke Luar Penjara Israel, Punya 4 Anak

Kompas.com - 21/01/2022, 16:31 WIB

RAMALLAH, KOMPAS.com – Seorang pria Palestina mengeklaim berhasil menyelundupkan spermanya ke luar dari penjara Israel hingga mempunyai empat anak.

Pria bernama Rafat Al-Qarawi tersebut mengatakan hal tersebut kepada televisi Palestina.

Melansir Daily Star, Kamis (20/1/2022), Al-Qarawi baru saja bebas dari penjara Israel pada Maret 2021 setelah mendekam selama 15 tahun di balik jeruji besi.

Baca juga: Israel Gusur Satu Keluarga Palestina di Sheikh Jarrah dan Hancurkan Rumahnya

Selama dipenjara, Al-Qarawi yang dikurung atas dakwaan terorisme mengaku menyelundupkan spermanya ke luar dari penjara lewat sebuah paket.

“Kami menyelundupkan sperma melalui kantin. Tahanan Palestina memberi keluarganya lima barang di dalam tas. Ini seperti pergi ke supermarket dan Anda ingin memberi keluarga Anda sesuatu, hadiah, permen, kue, jus, madu, apa pun yang Anda inginkan,” kata Al-Qarawi.

“Kami mengeluarkan sampel beberapa detik sebelum mereka memanggil nama kami. Sampel berisi sperma itu dimasukkan ke dalam tas, dibungkus dengan cara tertentu dan menandainya. Kami mengikatnya dengan tali dan mengatakan kepada keluarga saat berkunjung,” sambung Al-Qarawi.

Menurut Palestine Media Watch, sekitar 101 anak di Palestina lahir berdasarkan metode tersebut.

Baca juga: Pro-Kontra Postingan Solidaritas untuk Palestina Emma Watson

Daily Star melaporkan, Al-Qarawi adalah anggota Brigade Martir Al-Aqsa. Dia ditangkap pada 2006 karena disebut melakukan aktivitas teror selama Intifada Kedua melawan Israel.

Dia dibebaskan pada Maret 2021 dan mengatakan informasi tersebut dalam wawancara di acara Giants of Endurance.

“Kami memasukkan sampel ke dalam kantong keripik kentang atau kue dan menyegelnya kembali secara profesional,” tutur Al-Qarawi.

Halaman:

Video Pilihan

Sumber Daily Star
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rusia Pelajari Rencana Perdamaian dengan Ukraina Usulan Italia

Rusia Pelajari Rencana Perdamaian dengan Ukraina Usulan Italia

Global
WHO: Cacar Monyet Termasuk Tantangan Berat Dunia, Seberapa Bahayanya?

WHO: Cacar Monyet Termasuk Tantangan Berat Dunia, Seberapa Bahayanya?

Global
Setelah Dikuasai Rusia, Kota Kherson di Ukraina Kenalkan Rubel Jadi Mata Uang Resmi

Setelah Dikuasai Rusia, Kota Kherson di Ukraina Kenalkan Rubel Jadi Mata Uang Resmi

Global
Profil Anthony Albanese PM Australia yang Baru, Pemimpin Partai Buruh

Profil Anthony Albanese PM Australia yang Baru, Pemimpin Partai Buruh

Global
Ini Isi Hutan Purba yang Ditemukan di Dasar Lubang Raksasa China

Ini Isi Hutan Purba yang Ditemukan di Dasar Lubang Raksasa China

Global
“Polos”, Kim Jong Un Kubur Mentornya di Tengah Krisis Covid-19 Korea Utara

“Polos”, Kim Jong Un Kubur Mentornya di Tengah Krisis Covid-19 Korea Utara

Global
China Tanggapi Janji AS Lindungi Taiwan jika Diserang

China Tanggapi Janji AS Lindungi Taiwan jika Diserang

Global
Sri Lanka Masih Tanpa Menteri Keuangan, 4 Kandidat Menolak Ditunjuk

Sri Lanka Masih Tanpa Menteri Keuangan, 4 Kandidat Menolak Ditunjuk

Global
Tentara Rusia Divonis Penjara Seumur Hidup dalam Pengadilan Kejahatan Perang di Ukraina

Tentara Rusia Divonis Penjara Seumur Hidup dalam Pengadilan Kejahatan Perang di Ukraina

Global
Panen Kritik Setelah Ditunjuk Jadi Dubes Malaysia untuk Indonesia, Tajuddin Abdul Buka Suara

Panen Kritik Setelah Ditunjuk Jadi Dubes Malaysia untuk Indonesia, Tajuddin Abdul Buka Suara

Global
Ukraina Terkini: Rusia Serbu Kota Sievierodonetsk, tetapi Gagal dan Mundur

Ukraina Terkini: Rusia Serbu Kota Sievierodonetsk, tetapi Gagal dan Mundur

Global
Masih Dicengkeram Covid-19, Beijing Desak Jutaan Warganya Tetap WFH

Masih Dicengkeram Covid-19, Beijing Desak Jutaan Warganya Tetap WFH

Global
Kenapa Isu Iklim Bisa Jadi Masalah Utama yang Pengaruhi Suara Pemilih di Pemilu Australia?

Kenapa Isu Iklim Bisa Jadi Masalah Utama yang Pengaruhi Suara Pemilih di Pemilu Australia?

Global
Biden: 13 Negara Gabung Aliansi Dagang IPEF di Asia-Pasifik untuk Saingi China

Biden: 13 Negara Gabung Aliansi Dagang IPEF di Asia-Pasifik untuk Saingi China

Global
Mendagri Singapura Klaim UAS Telah Meradikalisasi Warga Singapura

Mendagri Singapura Klaim UAS Telah Meradikalisasi Warga Singapura

Global
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.