Mantan Agen FBI: Ayah Britney Spears Memata-matai Putrinya Selama Konservatori

Kompas.com - 21/01/2022, 09:00 WIB
Britney Spears (kanan) saat tiba di premier film Once Upon a Time in Hollywood pada 22 Juli 2019, dan ayahnya, Jamie Spears (kiri), saat keluar dari Stanley Mosk Courthouse pada 24 Oktober 2012 di Los Angeles. AP PHOTOBritney Spears (kanan) saat tiba di premier film Once Upon a Time in Hollywood pada 22 Juli 2019, dan ayahnya, Jamie Spears (kiri), saat keluar dari Stanley Mosk Courthouse pada 24 Oktober 2012 di Los Angeles.

LOS ANGELES, KOMPAS.com - Seorang mantan agen FBI di pengadilan pada Selasa (18/1/2022) mengajukan informasi yang menguatkan bahwa ayah Britney Spears memata-matai putrinya selama 13 tahun konservatori.

Dilansir New York Times, Sherine Ebadi, seorang penyelidik yang dipekerjakan tim hukum bintang pop itu, mendukung klaim yang dilaporkan sebelumnya.

Jamie Spears, membayar hampir 6 juta dollar AS agar firma keamanan swasta Black Box Security mengawasi putrinya.

Baca juga: Britney Spears Klaim Ayahnya Menyedot Rp 517 Miliar Hartanya Selama Konservatori

Uang itu dilaporkan berasal dari harta penyanyi, kata pengacaranya Mathew S Rosengart.

Ebadi, yang saat ini bekerja di firma intelijen dan investigasi Kroll Associates Inc dan sebelumnya bekerja untuk FBI, menulis bahwa Jamie Spears "terlibat dan mengarahkan orang lain untuk terlibat dalam pelanggaran privasi dan kebebasan sipil Britney yang tidak masuk akal."

Dugaan pelanggaran termasuk memantau ponsel putrinya dan menempatkan alat perekam di kamar tidurnya.

Selain itu, Jamie Spears dilaporkan "sangat tertarik dengan komunikasi pengacara-klien putrinya."

Baca juga: Ulang Tahun Ke-40, Britney Spears Pergi Berlibur ke Meksiko dan Diberikan Kejutan

Ebadi, yang membantu penyelidikan khusus atas campur tangan Rusia dalam pemilihan presiden 2016, mengklaim bahwa ada "ratusan jam rekaman audio".

Hal ini diperoleh dari perangkat yang ditanam di kamar bintang pop tanpa sepengetahuannya.

Pengajuan itu dilakukan saat tim hukum Britney Spears melawan permintaan Jamie Spears agar putrinya membayar biaya hukum yang terkait dengan konservatorinya.

Rosengart mendorong pengadilan untuk menolak tuntutan Jamie Spears, dengan alasantuduhan pelanggaran terhadapnya bersifat spesifik, kredibel, dan serius.

Baca juga: Sudah Bebas dari Konservatori, Britney Spears Akui Masih Butuh Penyembuhan

Ini mulai dari penyalahgunaan hingga konflik kepentingan, salah urus keuangan, dan korupsi konservatori hingga melibatkan hukum pidana negara bagian dan federal.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Thomas Cup: Bagaimana Tim Badminton India yang Tidak Diunggulkan Bisa Menjadi Juara?

Thomas Cup: Bagaimana Tim Badminton India yang Tidak Diunggulkan Bisa Menjadi Juara?

Global
Jalur Narkoba Bawah Tanah dari Meksiko ke AS Ditemukan, 'Canggih' dengan Sistem Rel dan Listrik

Jalur Narkoba Bawah Tanah dari Meksiko ke AS Ditemukan, "Canggih" dengan Sistem Rel dan Listrik

Global
Cerita “Situasi Hidup atau Mati” dari Penumpang yang Mendaratkan Pesawat Tanpa Pengalaman Terbang

Cerita “Situasi Hidup atau Mati” dari Penumpang yang Mendaratkan Pesawat Tanpa Pengalaman Terbang

Global
Kenapa Beberapa Orang Tak Segan Menonton Film Porno di Tempat Umum, Ini 3 Alasannya

Kenapa Beberapa Orang Tak Segan Menonton Film Porno di Tempat Umum, Ini 3 Alasannya

Global
Terungkap Motif Pelaku Penembakan Massal di Gereja AS: Punya “Kebencian Terhadap Taiwan”

Terungkap Motif Pelaku Penembakan Massal di Gereja AS: Punya “Kebencian Terhadap Taiwan”

Global
AS Peringatkan Agar Bisnis Tak Pekerjakan Pekerja IT dari Korea Utara

AS Peringatkan Agar Bisnis Tak Pekerjakan Pekerja IT dari Korea Utara

Global
Diboikot Negara Barat, Ekspor Minyak Rusia ke India Melonjak, Naik Jadi Pemasok Terbesar Keempat

Diboikot Negara Barat, Ekspor Minyak Rusia ke India Melonjak, Naik Jadi Pemasok Terbesar Keempat

Global
Warga Jepang dan Korsel Patuh Pakai Masker Meski Covid-19 Kian Mereda

Warga Jepang dan Korsel Patuh Pakai Masker Meski Covid-19 Kian Mereda

Global
AS Sukses Uji Coba Senjata Hipersonik 'Lima Kali Kecepatan Suara'

AS Sukses Uji Coba Senjata Hipersonik 'Lima Kali Kecepatan Suara'

Global
PM Estonia ke Para Pemimpin Dunia: Setop Telepon Putin Biar Rasakan Isolasi Sesungguhnya

PM Estonia ke Para Pemimpin Dunia: Setop Telepon Putin Biar Rasakan Isolasi Sesungguhnya

Global
Anjing Korban Kekerasan di Hongaria Dilatih Jadi Tim Misi NATO

Anjing Korban Kekerasan di Hongaria Dilatih Jadi Tim Misi NATO

Global
Bernama Sama dengan Majalah, Pub Bernama Vogue Diminta Ganti Nama

Bernama Sama dengan Majalah, Pub Bernama Vogue Diminta Ganti Nama

Global
Rusia: 265 Tentara Ukraina di Pabrik Baja Azovstal Mariupol Menyerahkan Diri

Rusia: 265 Tentara Ukraina di Pabrik Baja Azovstal Mariupol Menyerahkan Diri

Global
Kisah Penggalian Makam Firaun Tutankhamun 100 Tahun Lalu dan Sayatan Pertama yang Membedahnya

Kisah Penggalian Makam Firaun Tutankhamun 100 Tahun Lalu dan Sayatan Pertama yang Membedahnya

Global
Pasca-pemilu, Sekjen PBB Minta Lebanon Bentuk Pemerintah Inklusif

Pasca-pemilu, Sekjen PBB Minta Lebanon Bentuk Pemerintah Inklusif

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.