Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Arab Saudi Tangkap 14.000 Imigran Ilegal Hanya Dalam 7 Hari

Kompas.com - 16/01/2022, 14:00 WIB
Irawan Sapto Adhi

Penulis

Sumber Arab News

RIYADH, KOMPAS.com - Pihak berwenang Arab Saudi menangkap hampir 14.000 imigran ilegal hanya dalam kurun waktu sepekan.

Belasan ribu orang tersebut ditangkap karena kedapatan melanggar peraturan tempat tinggal, pekerjaan, dan keamanan perbatasan.

Diberitakan Arab News, Minggu (16/1/2022), satu laporan resmi mengungkap bahwa dari 6 hingga 12 Januari 2021, total ada 6.774 orang yang ditangkap karena pelanggaran aturan kependudukan.

Baca juga: Samba di Jalanan Picu Amarah Warga Arab Saudi, Pemerintah Luncurkan Penyelidikan

Sementara 5.295 orang ditahan karena upaya penyeberangan perbatasan ilegal.

Sedangkan 1.558 orang lainnya ditangkap karena masalah ketenagakerjaan.

Laporan tersebut menunjukkan bahwa dari 411 orang yang ditangkap karena mencoba memasuki Kerajaan Arab Saudi secara ilegal, 48 persen di antaranya adalah warga Yaman, 49 persen dari Etiopia, dan 3 persen dari berkebangsaan lain.

Selanjutnya 17 orang ditangkap karena mencoba menyeberang ke negara tetangga, dan 14 orang ditahan karena terlibat dalam mengangkut dan menyembunyikan pelanggar.

Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi mengatakan bahwa siapa pun yang ditemukan membantu imigran masuk secara ilegal ke Kerajaan, termasuk mengangkut dan menyediakan tempat berlindung, dapat menghadapi hukuman penjara maksimal 15 tahun, denda hingga SR1 juta (260.000 dollar AS atau sekitar Rp3,71 miliar), atau penyitaan kendaraan, dan Properti.

Adanya tindak pelanggaran yang dicurigai di Arab Saudi dapat dilaporkan di nomor bebas pulsa 911 di wilayah Mekah dan Riyadh, dan 999 atau 996 di wilayah lain di Kerajaan.

Baca juga: Mengintip Para Pemenang Kontes Kecantikan Unta di Arab Saudi tahun 2022

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

KBRI Canberra dan CESA Perpanjang MoU Pembelajaran Bahasa Indonesia di Australia

KBRI Canberra dan CESA Perpanjang MoU Pembelajaran Bahasa Indonesia di Australia

Global
Serangan Drone Sebabkan Kebakaran di Tangki Minyak Rusia, Ukraina Belum Klaim

Serangan Drone Sebabkan Kebakaran di Tangki Minyak Rusia, Ukraina Belum Klaim

Global
Nasib Para Ibu Tunggal Afghanistan di Bawah Pemerintahan Taliban

Nasib Para Ibu Tunggal Afghanistan di Bawah Pemerintahan Taliban

Internasional
Ketahuan Mencontek Pakai Alat AI Canggih, Mahasiswa Turkiye Ditangkap

Ketahuan Mencontek Pakai Alat AI Canggih, Mahasiswa Turkiye Ditangkap

Global
Netanyahu Bubarkan Kabinet Perang, Apa Dampaknya?

Netanyahu Bubarkan Kabinet Perang, Apa Dampaknya?

Internasional
Terapi Telan Ikan Mentah di Hyderabad India untuk Obati Asma

Terapi Telan Ikan Mentah di Hyderabad India untuk Obati Asma

Global
Argentina Bongkar Panel Surya yang Salah Dipasang di Sisi Perbatasan Chile

Argentina Bongkar Panel Surya yang Salah Dipasang di Sisi Perbatasan Chile

Global
Rusia Mulai Latihan Angkatan Laut di Pasifik, Dekat Korea Selatan dan Jepang

Rusia Mulai Latihan Angkatan Laut di Pasifik, Dekat Korea Selatan dan Jepang

Global
Eks PM Thailand Thaksin Shinawatra Didakwa Menghina Kerajaan

Eks PM Thailand Thaksin Shinawatra Didakwa Menghina Kerajaan

Global
Rangkuman Hari Ke-845 Serangan Rusia ke Ukraina: Jabatan di Kemenhan | Rusia Terus Maju dan Serang

Rangkuman Hari Ke-845 Serangan Rusia ke Ukraina: Jabatan di Kemenhan | Rusia Terus Maju dan Serang

Global
AS Disebut Tertinggal Jauh di Belakang China di Bidang Tenaga Nuklir

AS Disebut Tertinggal Jauh di Belakang China di Bidang Tenaga Nuklir

Global
Ahli Bedah AS Minta Platform Media Sosial Diberi Peringatan seperti Bungkus Rokok

Ahli Bedah AS Minta Platform Media Sosial Diberi Peringatan seperti Bungkus Rokok

Global
Seperti Ini Suasana Pemakaman 2 Warga Sipil Lebanon Korban Perang

Seperti Ini Suasana Pemakaman 2 Warga Sipil Lebanon Korban Perang

Global
Kritik Israel, Dua Lipa: Demi Kebaikan Lebih Besar, Saya Ambil Risiko

Kritik Israel, Dua Lipa: Demi Kebaikan Lebih Besar, Saya Ambil Risiko

Global
Negosiator Israel: Puluhan Sandera di Gaza Masih Hidup

Negosiator Israel: Puluhan Sandera di Gaza Masih Hidup

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com