Kompas.com - 15/01/2022, 09:30 WIB

BANGLADESH, KOMPAS.com - Seorang wanita di Bangladesh yang mengeluh sakit perut terus-menerus selama 20 tahun terakhir terkejut setelah menemukan bahwa dirinya telah hidup dengan gunting bedah yang tertinggal di tubuhnya setelah operasi.

Nama wanita itu adalah Bachena Khatun yang kini berusia 55 tahun.

Dipublikasikan Oddity Central, Jumat (14/1/2022), Bachena Khatun telah hidup dengan sakit perut yang konstan sejak menjalani operasi pengangkatan batu empedu di sebuah klinik di Chuadanga, pada 2002.

Baca juga: Wanita Ini Punya Nama Terpanjang di Dunia, Nama Depannya Saja Terdiri dari 1.019 Huruf

Setelah menghabiskan tabungan hidupnya untuk operasi tersebut, wanita itu dipulangkan dari klinik dengan resep atau pemberian obat.

Tetapi, dalam beberapa hari, dia mulai mengalami rasa sakit di perutnya.

Bachena Khatun pun kemudian kembali ke klinik, tetapi ahli bedahnya mengabaikan kekhawatirannya.

Ahli bedahnya justru menjelaskan bahwa rasa sakit itu normal dan dia tidak perlu khawatir.

Karena keluhan sakit perutnya terus berlanjut, Bachena kemudian pergi dari satu dokter ke dokter lain.

Dia menjelaskan bahwa operasi telah membuatnya sakit perut terus-menerus.

Namun, yang Bachena Khatun terima hanyalah obat resep untuk mengurangi gejalanya.

Menjalani rontgen

Selama bertahun-tahun, wanita Bangladesh itu pun pada akhirnya terpaksa menjual dua ekor sapi yang menjadi aset terakhirnya.

Baca juga: Wanita Ini Viral Pasca-Bagikan Tips Pisah Ranjang Seminggu demi Rekatkan Pernikahan

Dia menggunakan uang hasil penjualan sapi tersebut untuk membayar pengobatan dan obat-obatan agar rasa sakit perutnya bisa hilang.

Sayangnya, semua upaya Bachena sia-sia, dan sakit perutnya belakangan ini tak tertahankan.

Kali ini, atas saran seorang dokter, dia kemudian setuju untuk menjalani rontgen perut.

Nah, dari sini, diketahuilah ada gunting bedah di perut Bachena Khatun yang kemungkinan besar telah dilupakan atau tertinggal dalam pelaksanaan operasi pengangkatan kantong empedu 20 tahun yang lalu.

Pekan lalu, Bachena Khatun dirawat di Rumah Sakit Chuadanga Sadar, di mana para dokter berjuang untuk mengendalikan diabetesnya.

Di rumah sakit tersebut, wanita Bangladesh juga pada akhirnya mendapatkan penanganan operasi pengangkatan gunting dengan aman.

Dia dilaporkan telah menjalani operasi pada Senin (10/1/2022) dan sekarang dalam masa pemulihan.

Ahli Bedah Dr Jawaherul Islam mengatakan bahwa komite beranggotakan tiga orang telah dibentuk untuk menyelidiki bagaimana gunting bedah tetap berada di dalam perut Bachena begitu lama.

Baca juga: Terlahir dengan Kondisi Tak Bisa Tersenyum, Wanita Ini Melawan Nasib dan Jadi Inspirasi

Kasus-kasus gunting tertinggal di perut dalam operasi tergolong tidak terlalu umum terjadi. Tapi, bukan berarti kejadian itu tidak pernah terjadi.

Pada 2019, kasus hampir serupa dilaporkan pernah terjadi pada seorang wanita Rusia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polandia Bagikan Pil Antiradiasi ke Seluruh Negeri Antisipasi Bencana Nuklir Perang Rusia-Ukraina

Polandia Bagikan Pil Antiradiasi ke Seluruh Negeri Antisipasi Bencana Nuklir Perang Rusia-Ukraina

Global
Putin Justru Tuduh Barat Atur Ledakan Penyebab Pipa Nord Stream Bocor

Putin Justru Tuduh Barat Atur Ledakan Penyebab Pipa Nord Stream Bocor

Global
Ukraina Minta Keanggotaan NATO Jalur Cepat Setelah Rusia Caplok 4 Wilayah

Ukraina Minta Keanggotaan NATO Jalur Cepat Setelah Rusia Caplok 4 Wilayah

Global
Rusia Veto Resolusi PBB yang Kutuk Pencaplokan Ukraina, Tak Dapat Dukungan China dan India

Rusia Veto Resolusi PBB yang Kutuk Pencaplokan Ukraina, Tak Dapat Dukungan China dan India

Global
Rangkuman Hari Ke-219 Serangan Rusia ke Ukraina, Putin Teken Perjanjian Caplok 4 Wilayah Ukraina, Konvoi Mobil Sipil di Zaporizhzhia Diserang

Rangkuman Hari Ke-219 Serangan Rusia ke Ukraina, Putin Teken Perjanjian Caplok 4 Wilayah Ukraina, Konvoi Mobil Sipil di Zaporizhzhia Diserang

Global
[POPULER GLOBAL] Penyebab Kematian Ratu Elizabeth II | Pejabat Indonesia Diretas

[POPULER GLOBAL] Penyebab Kematian Ratu Elizabeth II | Pejabat Indonesia Diretas

Global
Pria Rusia Patahkan Lengan dengan Palu, Diduga untuk Hindari Mobilisasi Parsial

Pria Rusia Patahkan Lengan dengan Palu, Diduga untuk Hindari Mobilisasi Parsial

Global
Viral Astronot Eropa Tampilkan Gerakan Yoga di Luar Angkasa

Viral Astronot Eropa Tampilkan Gerakan Yoga di Luar Angkasa

Global
Putin: Rusia Tidak Berusaha Ciptakan Uni Soviet Lagi

Putin: Rusia Tidak Berusaha Ciptakan Uni Soviet Lagi

Global
Putin Tandatangani Perjanjian Caplok Donetsk, Luhansk, Kherson, dan Zaporizhzhia dari Ukraina

Putin Tandatangani Perjanjian Caplok Donetsk, Luhansk, Kherson, dan Zaporizhzhia dari Ukraina

Global
China Setujui Produksi Pesawat COMAC C919 Buatan Lokal, Saingi Boeing dan Airbus

China Setujui Produksi Pesawat COMAC C919 Buatan Lokal, Saingi Boeing dan Airbus

Global
10 Fakta dan Temuan dari Kematian Mahsa Amini Menurut Kedubes Iran di Indonesia

10 Fakta dan Temuan dari Kematian Mahsa Amini Menurut Kedubes Iran di Indonesia

Global
Korea Utara 3 Kali Tembakkan Rudal Balistik dalam 5 Hari

Korea Utara 3 Kali Tembakkan Rudal Balistik dalam 5 Hari

Global
Krisis Inggris Memprihatinkan, Menteri Keuangan Perancis Sampai Khawatir

Krisis Inggris Memprihatinkan, Menteri Keuangan Perancis Sampai Khawatir

Global
Ukraina Hari Ini: Konvoi Mobil Sipil di Zaporizhzhia Diserang, 23 Tewas dan 28 Luka-luka

Ukraina Hari Ini: Konvoi Mobil Sipil di Zaporizhzhia Diserang, 23 Tewas dan 28 Luka-luka

Global
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.