Pemerintah Inggris Minta Maaf ke Ratu Elizabeth II atas Pesta Miras Saat Pemakaman Pangeran Philip

Kompas.com - 14/01/2022, 23:30 WIB
Ratu Elizabeth II dibalut pakaian serba hitam dan masker hitam, duduk sendiri dalam upacara pemakaman Pangeran Philip di Kapel St George di Kastil Windsor pada Sabtu (17/4/2021). [Jonathan Brady/Pool/AFP] Jonathan Brady/Pool/AFPRatu Elizabeth II dibalut pakaian serba hitam dan masker hitam, duduk sendiri dalam upacara pemakaman Pangeran Philip di Kapel St George di Kastil Windsor pada Sabtu (17/4/2021). [Jonathan Brady/Pool/AFP]

LONDON, KOMPAS.com - Pemerintah Inggris pada Jumat (14/1/2022) meminta maaf kepada Ratu Elizabeth II, setelah terungkap bahwa staf Perdana Menteri Boris Johnson melanggar pembatasan virus corona dengan berpesta pada malam pemakaman Pangeran Philip.

"Sangat disesalkan bahwa ini terjadi saat hari berkabung nasional dan Nomor 10 (Downing Street) telah meminta maaf kepada istana," kata juru bicara resmi Johnson dikutip dari AFP.

Pesan kepada Ratu Elizabeth II (95) dikirim melalui saluran telepon resmi, dan tidak dikirim secara pribadi oleh Boris Johnson, yang berada di bawah tekanan semakin besar untuk mundur setelah serangkaian tuduhan serupa.

Baca juga: Staf Kantor PM Inggris Dilaporkan Pesta Miras Saat Malam Pemakaman Pangeran Philip

Boris Johnson sejauh ini berusaha mengatasi badai kemarahan publik dan politik, dengan meminta maaf di parlemen minggu ini karena menghadiri salah satu pesta pada Mei 2020.

Namun, dua pesta lainnya pada 16 April 2021 ketika Ratu bersiap untuk mengubur suaminya - yang diungkapkan oleh Daily Telegraph - membawa skandal itu ke tingkat yang lebih tinggi.

Surat kabar tersebut, tempat Boris Johnson bekerja sebelum terjun ke dunia politik, biasanya mendukung pemerintahan Konservatifnya.

Pemakaman Pangeran Philip di Kastil Windsor dibatasi hanya untuk 30 tamu karena aturan Covid dari Pemerintah Inggris.

Ratu Elizabeth II bahkan harus duduk sendirian di bangku gereja untuk mengucapkan perpisahan terakhirnya.

Sekitar jumlah yang sama dari staf Boris Johnson mengadakan pesta minuman keras malam sebelumnya, dengan musik dari seorang DJ.

Diberitakan AFP, mirasnya dibeli dari supermarket dan diselundupkan ke Downing Street dalam sebuah koper.

Boris Johnson, yang saat ini isolasi mandiri karena anggota keluarga dekatnya tertular Covid, sewaktu pesta berlangsung berada di kediaman resmi negaranya, Chequers, menurut Telegraph.

Baca juga: 9 Skandal PM Inggris Boris Johnson dan Pejabatnya: Pesta Miras di Kantor hingga Langgar Lockdown

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

26 Januari 1950: Republik India Berdiri

26 Januari 1950: Republik India Berdiri

Global
Korea Utara Tak Bisa Diakses Melalui Internet, Diduga Terjadi Pemadaman Total

Korea Utara Tak Bisa Diakses Melalui Internet, Diduga Terjadi Pemadaman Total

Global
Situasi Makin Tegang, Jepang Pertimbangkan Evakuasi Warganya dari Ukraina

Situasi Makin Tegang, Jepang Pertimbangkan Evakuasi Warganya dari Ukraina

Global
Rusia Usulkan Larangan Perdagangan Mata Uang Kripto

Rusia Usulkan Larangan Perdagangan Mata Uang Kripto

Global
AS Berupaya Temukan Jet Tempur Siluman F-35 yang Jatuh di Laut China Selatan

AS Berupaya Temukan Jet Tempur Siluman F-35 yang Jatuh di Laut China Selatan

Global
Selain Daging Sapi, Indonesia Jadi Pasar Terbesar untuk Gandum dari Australia

Selain Daging Sapi, Indonesia Jadi Pasar Terbesar untuk Gandum dari Australia

Global
Tiga Negara Asia Tengah Alami Pemadaman Listrik Besar-besaran, Lalu Lintas hingga Bandara Kacau

Tiga Negara Asia Tengah Alami Pemadaman Listrik Besar-besaran, Lalu Lintas hingga Bandara Kacau

Global
Kroasia Tarik Semua Pasukannya dari NATO jika Konflik Rusia-Ukraina Pecah

Kroasia Tarik Semua Pasukannya dari NATO jika Konflik Rusia-Ukraina Pecah

Global
Joe Biden: Invasi Rusia ke Ukraina Bisa Jadi Invasi Terbesar sejak Perang Dunia II

Joe Biden: Invasi Rusia ke Ukraina Bisa Jadi Invasi Terbesar sejak Perang Dunia II

Global
Pertama di Asia, Thailand Izinkan Warganya Tanam Ganja di Rumah

Pertama di Asia, Thailand Izinkan Warganya Tanam Ganja di Rumah

Global
Situasi Ukraina Memanas, NATO Kerahkan Lebih Banyak Kapal dan Jet Tempur di Eropa Timur

Situasi Ukraina Memanas, NATO Kerahkan Lebih Banyak Kapal dan Jet Tempur di Eropa Timur

Global
Di Olimpiade Beijing, Pelukan Tidak Dianjurkan, tapi Kondom Disediakan

Di Olimpiade Beijing, Pelukan Tidak Dianjurkan, tapi Kondom Disediakan

Global
Presiden China Bertemu Ketua IOC, Olimpiade Beijing Akan Digelar Sesuai Jadwal?

Presiden China Bertemu Ketua IOC, Olimpiade Beijing Akan Digelar Sesuai Jadwal?

Global
Tanggapan Singapura soal Ambil Alih Ruang Udara Natuna oleh Indonesia

Tanggapan Singapura soal Ambil Alih Ruang Udara Natuna oleh Indonesia

Global
Ketika Warga Thailand Beralih Konsumsi Daging Buaya karena Harga Daging Babi Naik...

Ketika Warga Thailand Beralih Konsumsi Daging Buaya karena Harga Daging Babi Naik...

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.