Pembicaraan dengan Rusia Buntu, AS: Genderang Perang Telah Ditabuh di Eropa

Kompas.com - 14/01/2022, 10:15 WIB
Kapal perang NATO berada dalam formasi pertempuran dalam latihan gabungan Sea Breeze 2021 di Laut Hitam, Jumat (9/7/2021). Ukraina dan NATO telah melakukan latihan di Laut Hitam yang melibatkan puluhan kapal perang selama dua pekan menyusul konfrontasi antara pasukan militer Rusia dan kapal perusak Inggris di lepas pantai Criema bulan lalu. AP PHOTO/EFREM LUKATSKYKapal perang NATO berada dalam formasi pertempuran dalam latihan gabungan Sea Breeze 2021 di Laut Hitam, Jumat (9/7/2021). Ukraina dan NATO telah melakukan latihan di Laut Hitam yang melibatkan puluhan kapal perang selama dua pekan menyusul konfrontasi antara pasukan militer Rusia dan kapal perusak Inggris di lepas pantai Criema bulan lalu.

WINA, KOMPAS.com – Amerika Serikat (AS) mengatakan, genderang perang ditabuh dengan keras di Eropa karena pembicaraan antara Barat dengan Rusia soal Ukraina menemui jalan buntu.

Hal tersebut disampaikan Utusan AS untuk Organization for Security and Cooperation in Europe (OSCE) Michael Carpenter dalam pertemuan yang digelar pada Kamis (13/1/2022) di Wina.

Berbicara kepada wartawan setelah pertemuan tersebut, Barat harus mempersiapkan jika ketegangan dengan Moskwa semakin meningkat sebagaimana dilansir Reuters.

Baca juga: Dialog Rusia dengan Barat Gagal Total, Risiko Perang Meningkat

Rusia mengerahkan puluhan ribu pasukannya di perbatasan Ukraina, membuat khawatir Barat dan Kiev bahwa invasi akan dilakukan.

Di sisi lain, Moskwa mengatakan tidak berencana menyerang Ukraina. Justru Rusia menuntut agar NATO tidak melebarkan pengaruhnya ke timur.

Rusia juga menuntut agar NATO tidak akan pernah mengizinkan Ukraina menjadi anggota aliansi tersebut.

Moskwa juga meminta NATO menarik pasukannya dari negara-negara bekas Uni Soviet di Eropa yang bergabung dengan aliansi tersebut setelah Perang Dingin.

Baca juga: Pertemuan Badan Keamanan Terbesar Dunia Dimulai, Bahas Konflik Rusia-Ukraina

Carpenter mengatakan, Washington tidak akan memberikan pengaruh atau batasan sebuah negara untuk memilih aliansi mereka sendiri.

"Saat ini, kami menghadapi krisis keamanan Eropa. Genderang perang ditabuh dan terdengar keras,” tutur Carpenter.

Carpenter mengatakan, Rusia mengerahkan 100.000 tentaranya yang dilengkapi dengan persenjataan canggih, sistem artileri, sistem peperangan elektronik, dan amunisi di dekat Ukraina.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.