Seorang Pria AS Didakwa Setelah Mengancam akan Membunuh Donald Trump

Kompas.com - 11/01/2022, 21:00 WIB
Foto bertanggal 28 Oktober 2020 memperlihatkan Donald Trump saat masih menjabat Presiden Amerika Serikat, mendengarkan pembicaraan para pemimpin bisnis Nevada dalam sebuah acara di Trump International Hotel, Las Vegas. AP PHOTO/EVAN VUCCIFoto bertanggal 28 Oktober 2020 memperlihatkan Donald Trump saat masih menjabat Presiden Amerika Serikat, mendengarkan pembicaraan para pemimpin bisnis Nevada dalam sebuah acara di Trump International Hotel, Las Vegas.

NEW YORK, KOMPAS.com - Dinas Rahasia Amerika Serikat (AS) menangkap seorang pria berusia 72 tahun di New York pada Senin (10/1/2022), setelah diduga menelepon mereka untuk menyampaikan ancaman pembunuhan kepada mantan presiden AS Donald Trump.

Melansir AFP, sebuah dakwaan kriminal dari Jaksa di Brooklyn mengatakan Thomas Welnicki "dengan sadar dan sengaja mengancam akan membunuh, menculik, dan melukai" mantan presiden Amerika.

Baca juga: Truth Social, Medsos Buatan Donald Trump, Akan Dirilis 21 Februari

Dalam tuduhan kepadanya, Welnicki dilaporkan telah mengatakan kepada Polisi Gedung Capitol AS selama wawancara pada Juli 2020 bahwa jika Trump "kalah dalam pemilihan presiden AS 2020 dan menolak untuk mundur" dia akan "mengambil senjata dan membunuhnya."

Trump disebut sebagai "Individu-1" dalam dakwaan.

Welnicki juga dituduh telah meninggalkan dua pesan suara untuk kantor Dinas Rahasia AS di Long Island, New York pada Januari tahun lalu.

Dalam pesan itu, dia "mengancam akan membunuh" Trump serta 12 anggota Kongres yang tidak disebutkan namanya.

"Oh ya itu ancaman, datang dan tangkap saya. Saya akan melakukan apapun yang saya bisa untuk menghabisi (Individual-1) dan 12 monyetnya," kata Welnicki, yang tinggal di Queens.

Baca juga: Donald Trump “Kembali” ke Gedung Putih, Ini yang Terjadi

Welnicki juga dituduh telah menelepon Dinas Rahasia di New York City November lalu tiga kali dari ponselnya, dan memperkenalkan diri dengan namanya dalam setiap kesempatan.

"Dia berulang kali menyebut Individu-1 sebagai 'Hitler' dan menyatakan, 'Saya akan melakukan semua yang saya bisa untuk memastikan (Individu-1) mati," bunyi dakwaan.

Dalam panggilan lain bulan lalu dia menyatakan bahwa "perang saudara baru bisa pecah, dan mengangkat senjata melawan pemerintah dibenarkan ketika surat suara tidak dianggap."

Dia menambahkan pernah memiliki senjata api kaliber 22, menurut dakwaan.

Welnicki dijadwalkan hadir di pengadilan federal Brooklyn melalui konferensi video Senin (10/1/2022) malam untuk didakwa atas tuduhan tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Situasi Genting Sri Lanka, Bagaimana Nasib Turis dan Pariwisata?

Situasi Genting Sri Lanka, Bagaimana Nasib Turis dan Pariwisata?

Global
Finlandia dan Swedia Daftar NATO, Arsitektur Keamanan Eropa Berubah

Finlandia dan Swedia Daftar NATO, Arsitektur Keamanan Eropa Berubah

Global
AS Beri Kelonggaran Sanksi ke Kuba, Ubah Kebijakan Era Trump

AS Beri Kelonggaran Sanksi ke Kuba, Ubah Kebijakan Era Trump

Global
Nasib Pasukan Ukraina yang Menyerah dari Mariupol Tidak Jelas, Bisa Jadi Tawanan Rusia?

Nasib Pasukan Ukraina yang Menyerah dari Mariupol Tidak Jelas, Bisa Jadi Tawanan Rusia?

Global
Putin: Embargo Minyak Rusia oleh Uni Eropa Sama Saja Bunuh Diri

Putin: Embargo Minyak Rusia oleh Uni Eropa Sama Saja Bunuh Diri

Global
Parlemen Finlandia Bilang 'Ya' untuk Gabung NATO

Parlemen Finlandia Bilang "Ya" untuk Gabung NATO

Global
Terus Dihantui Mimpi Buruk, Komplotan Pencuri Mengembalikan Patung Jarahannya ke Kuil Kuno

Terus Dihantui Mimpi Buruk, Komplotan Pencuri Mengembalikan Patung Jarahannya ke Kuil Kuno

Global
Hari-hari Pamungkas McDonald's di Rusia, Antre Panjang untuk Big Mac Terakhir, Rela Berkendara 250 Km

Hari-hari Pamungkas McDonald's di Rusia, Antre Panjang untuk Big Mac Terakhir, Rela Berkendara 250 Km

Global
Terdesak Kebutuhan dan Kebuntuan Sanksi, Uni Eropa Izinkan Pembelian Gas Rusia Diteruskan

Terdesak Kebutuhan dan Kebuntuan Sanksi, Uni Eropa Izinkan Pembelian Gas Rusia Diteruskan

Global
Wanita Ini Menyamar Jadi Pria Selama 36 Tahun demi Bisa Besarkan Anak dengan Aman

Wanita Ini Menyamar Jadi Pria Selama 36 Tahun demi Bisa Besarkan Anak dengan Aman

Global
Singapura Sebut Alasan UAS Ditolak Masuk, Tuding Ajarkan Ekstremisme

Singapura Sebut Alasan UAS Ditolak Masuk, Tuding Ajarkan Ekstremisme

Global
Anggota Parlemen Inggris Ditangkap Polisi, Diduga Lakukan Pemerkosaan

Anggota Parlemen Inggris Ditangkap Polisi, Diduga Lakukan Pemerkosaan

Global
Rusia Sebut Tak Akan Biarkan Perang Dunia 3 Pecah, tetapi dengan Syarat

Rusia Sebut Tak Akan Biarkan Perang Dunia 3 Pecah, tetapi dengan Syarat

Global
Tersangka Penembakan Massal Bermotif Rasialis Undang Orang untuk Tinjau Rencana Serangannya

Tersangka Penembakan Massal Bermotif Rasialis Undang Orang untuk Tinjau Rencana Serangannya

Global
 WHO: Wabah Covid-19 di Korea Utara Ciptakan Risiko Kemunculan Varian Baru

WHO: Wabah Covid-19 di Korea Utara Ciptakan Risiko Kemunculan Varian Baru

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.