97 Persen Impor dari RI, Filipina Ikut Desak Indonesia Cabut Larangan Ekspor Batu Bara

Kompas.com - 11/01/2022, 10:45 WIB

MANILA, KOMPAS.com - Filipina turut mendesak Indonesia mencabut larangan ekspor batu bara baru-baru ini.

Manila pada Senin (10/1/2022) memperingatkan, larangan ekspor batu bara Indonesia akan merugikan negara-negara yang bergantung pada batu bara.

Indonesia sebagai pengekspor batu bara terbesar di dunia yang digunakan untuk menghasilkan listrik, bulan ini menghentikan pengiriman bahan bakar fosil itu untuk mengamankan pasokan listrik domestiknya.

Baca juga: Berdampak Besar ke Dunia, Kenapa Indonesia Setop Ekspor Batu Bara?

Filipina mengimpor sekitar 70 persen dari pasokan batu baranya dan hampir 97 persennya berasal dari Indonesia, menurut data resmi. Sebagian besar batu bara digunakan untuk pembangkit listrik.

Larangan Indonesia pada Januari tentang ekspor batu bara akan merugikan negara-negara seperti Filipina yang mengandalkan tenaga batu bara, tulis Menteri Energi Filipina Alfonso Cusi dalam surat kepada mitranya dari Indonesia pada Kamis (6/1/2022), menurut pernyataan Kementerian Energi Filipina pada Senin (10/1/2022).

"Listrik yang dihasilkan dari batu bara mencakup sekitar 60 persen dari kebutuhan listrik negara," tambah Cusi dikutip dari AFP.

Menteri Luar Negeri Filipina Teodoro Locsin diminta untuk mengajukan banding atas keputusan Indonesia melalui ASEAN, kata pernyataan itu.

Jepang dan Korea Selatan juga mengeluarkan imbauan serupa ke Indonesia.

Baca juga: Setelah Jepang, Korea Selatan Protes Indonesia Larang Ekspor Batu Bara

Larangan ekspor Indonesia diberlakukan setelah penambang batu bara tak bisa memenuhi kewajibannya untuk menyisihkan 25 persen produksinya untuk pasar domestik.

Itu membuat harga batu bara global lebih tinggi, karena permintaan musim dingin di belahan bumi utara untuk energi memuncak.

Tahun lalu Filipina mengimpor 2,3 juta metrik ton batu bara per bulan dari Indonesia, kata Cusi.

"Kami tidak mengejar seluruh produksi Indonesia. Yang kami inginkan hanyalah apa yang sudah kami dapatkan," kata juru bicara Kementerian Energi Filipina William Fuentebella.

Kementerian Energi Filipina akan bertemu dengan operator pembangkit listrik tenaga batu bara negara itu pekan ini, kata para pejabat terkait.

Baca juga: Indonesia Larang Ekspor Batu Bara, Akankah China Gelap Gulita?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Insiden Penembakan Sekolah AS: Terjadi Sejak 1970, Ada 2.052 Insiden Hingga 2022, Total 661 Korban Tewas

Insiden Penembakan Sekolah AS: Terjadi Sejak 1970, Ada 2.052 Insiden Hingga 2022, Total 661 Korban Tewas

Internasional
Yasin Malik: Tokoh Separatis Kashmir Dihukum Seumur Hidup di Penjara India

Yasin Malik: Tokoh Separatis Kashmir Dihukum Seumur Hidup di Penjara India

Global
Anak-anak SD Texas Pasca-Insiden Penembakan: Kami Sangat Takut

Anak-anak SD Texas Pasca-Insiden Penembakan: Kami Sangat Takut

Global
Diapit Keluarga, Ferdinand Marcos Jr Resmi Proklamirkan Diri sebagai Presiden Filipina

Diapit Keluarga, Ferdinand Marcos Jr Resmi Proklamirkan Diri sebagai Presiden Filipina

Global
Turki Perbaiki Hubungan Diplomatik dengan Israel, Sebut Justru Bisa Lebih Bantu Palestina

Turki Perbaiki Hubungan Diplomatik dengan Israel, Sebut Justru Bisa Lebih Bantu Palestina

Global
Kronologi Penembakan Massal di SD Texas, Pelaku Kirim Peringatan Online, Sempat Baku Tembak dengan Polisi

Kronologi Penembakan Massal di SD Texas, Pelaku Kirim Peringatan Online, Sempat Baku Tembak dengan Polisi

Global
Reaksi Ngeri Dunia atas Penembakan Massal di SD Texas: Amerika Membunuh Dirinya Sendiri

Reaksi Ngeri Dunia atas Penembakan Massal di SD Texas: Amerika Membunuh Dirinya Sendiri

Global
Gas dan Minyak Rusia: Berapa Besar Ketergantungan Dunia Padanya?

Gas dan Minyak Rusia: Berapa Besar Ketergantungan Dunia Padanya?

Global
Rangkuman Hari ke-91 Serangan Rusia ke Ukraina, Rusia Kuasai 95 Persen Lugansk, Abramovich Jual Chelsea

Rangkuman Hari ke-91 Serangan Rusia ke Ukraina, Rusia Kuasai 95 Persen Lugansk, Abramovich Jual Chelsea

Global
Invasi Ukraina Mungkin Jadi Awal Perang Dunia Ketiga, jika Pecah Bisa Akhiri Peradaban

Invasi Ukraina Mungkin Jadi Awal Perang Dunia Ketiga, jika Pecah Bisa Akhiri Peradaban

Global
POPULER GLOBAL: Ukraina Bombardir Pangkalan Rusia | Penembakan Massal di SD Texas

POPULER GLOBAL: Ukraina Bombardir Pangkalan Rusia | Penembakan Massal di SD Texas

Global
Nelayan Afrika Tak Sengaja Tangkap Ikan Raksasa saat Memancing di Samudra Atlantik

Nelayan Afrika Tak Sengaja Tangkap Ikan Raksasa saat Memancing di Samudra Atlantik

Global
Video Pria Mengajak Tupai Jogging Viral, Warganet Terkesima

Video Pria Mengajak Tupai Jogging Viral, Warganet Terkesima

Global
UPDATE Penembakan SD di Texas, 21 Korban Berada dalam Satu Ruang Kelas

UPDATE Penembakan SD di Texas, 21 Korban Berada dalam Satu Ruang Kelas

Global
Mahasiswa Palestina Tolak Jabat Tangan Menlu AS yang Hadiri Upacara Kelulusannya

Mahasiswa Palestina Tolak Jabat Tangan Menlu AS yang Hadiri Upacara Kelulusannya

Global
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.