Polisi Agama Taliban Pasang Poster Perempuan Afghanistan Wajib Tutup Aurat

Kompas.com - 09/01/2022, 12:00 WIB
Wanita berpakaian burqa mengantre saat distribusi makanan Program Pangan Dunia di pinggiran Kabul pada 6 November 2021. AFP PHOTO/HECTOR RETAMALWanita berpakaian burqa mengantre saat distribusi makanan Program Pangan Dunia di pinggiran Kabul pada 6 November 2021.

KABUL, KOMPAS.com - Polisi agama Taliban memasang poster di sekitar ibu kota Kabul yang memerintahkan para perempuan Afghanistan untuk menutup aurat, kata seorang petugas pada Jumat (7/1/2022).

Poster yang berupa gambar burqa menutupi wajah itu dipasang di kafe-kafe dan toko-toko minggu ini oleh Kementerian Promosi Kebajikan dan Pencegahan Kejahatan.

“Menurut hukum Syariah, wanita Muslim harus mengenakan jilbab,” bunyi poster itu, mengacu pada praktik menutup aurat.

Baca juga: Saat Taliban Penggal Kepala Manekin karena Dianggap Berhala

Seorang juru bicara kementerian, yang bertanggung jawab untuk menegakkan interpretasi keras Taliban terhadap hukum Islam, mengonfirmasi kepada AFP pada Jumat bahwa mereka berada di balik perintah tersebut.

“Jika seseorang tidak mengikutinya, bukan berarti dia akan dihukum atau dipukuli, itu hanya dorongan bagi wanita Muslim untuk mengikuti hukum Syariah,” kata Sadeq Akif Muhajir.

Di Kabul, para perempuan sudah menutupi rambut mereka dengan jilbab, meskipun beberapa mengenakan pakaian Barat yang sederhana.

Di luar ibu kota, burqa yang menjadi wajib bagi perempuan di bawah rezim pertama Taliban pada 1990-an, masih umum dikenakan.

"Apa yang mereka coba lakukan adalah menyebarkan ketakutan di antara orang-orang," ujar seorang mahasiswa dan pembela hak-hak perempuan, yang tidak ingin disebutkan namanya, kepada AFP.

"Kali pertama saya melihat poster-poster itu, saya benar-benar ketakutan, saya pikir mungkin (Taliban) akan mulai memukuli saya. Mereka ingin saya mengenakan burqa dan tidak terlihat apa-apa, saya tidak akan pernah melakukan itu."

Taliban, yang sangat membutuhkan pengakuan internasional untuk memungkinkan aliran dana dibuka kembali ke Afghanistan yang dilanda perang, sejauh ini menahan diri untuk tidak mengeluarkan kebijakan nasional.

Halaman:

Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.