Kazakhstan Makin Tegang, KBRI Nur-Sultan Minta WNI Waspada

Kompas.com - 06/01/2022, 19:16 WIB
Kerusuhan yang terjadi antara pengunjuk rasa dengan polisia di pusat kota Almaty, Kazakhstan, Rabu (5/1/2021) dini hari waktu setempat. Demonstran yang mengecam kenaikan harga gas bentrok dengan polisi di kota terbesar Kazakhstan dan mengadakan protes di sekitar selusin kota-kota lain di Kazakhstan. AP PHOTO/VLADIMIR TRETYAKOVKerusuhan yang terjadi antara pengunjuk rasa dengan polisia di pusat kota Almaty, Kazakhstan, Rabu (5/1/2021) dini hari waktu setempat. Demonstran yang mengecam kenaikan harga gas bentrok dengan polisi di kota terbesar Kazakhstan dan mengadakan protes di sekitar selusin kota-kota lain di Kazakhstan.

NUR-SULTAN, KOMPAS.com – Situasi di Kazakhstan semakin memanas dengan berbagai kerusuhan pecah di sejumlah kota pada Rabu (6/1/2022).

Khabar 24 melaporkan, keadaan darurat telah diberlakukan di seluruh penjuru Kazakhstan. Sementara itu, pengunjuk rasa mulai menerobos bandara di kota terbesar negara itu, Almaty.

Keadaan darurat di Kazakhstan bakal berlaku hingga 19 Januari. Aksi demonstrasi di Kazakhstan dipicu oleh melonjaknya harga bahan bakar gas pada awal tahun.

Baca juga: Diguncang Demo Besar, Ini 6 Fakta Soal Kazakhstan

Situasi di Kazakhstan makin parah hingga delapan polisi dilaporkan tewas akibat kerusuhan di berbagai wilayah negara itu.

Dikatakan juga, sebanyak 317 petugas dan personel terluka, mengutip layanan pers Kementerian Dalam Negeri Kazakhstan.

Polisi di Kazakhstan juga dilaporkan membunuh puluhan pengunjuk rasa yang mencoba menyerbu gedung administrasi di Almaty.

Sementara itu, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Nur-Sultan mengimbau para WNI di Kazakhstan untuk selalu waspada dan berhati-hati.

Baca juga: Demo Kazakhstan Ricuh, Polisi Bunuh Puluhan Pengunjuk Rasa

KBRI Nur-Sultan juga meminta para WNI untuk menjauhi kerumunan sebagaimana surat imbauan yang dirilis dan diunggah di akun media sosial KBRI Nur-Sultan.

“Tidak bepergian ke luar rumah kecuali untuk hal-hal yang penting. Mematuhi aturan yang dikeluarkan pemerintah setempat, menjaga ketertiban, dan tidak ikut dalam aksi-aksi massa yang dilakukan di wilayah setempat,” tulis imbauan KBRI Nur-Sultan.

Pihak KBRI juga mengimbau WNI di Kazakhstan untuk saling berkomunikasi dengan sesama WNI di wilayah masing-masing.

Baca juga: Kazakhstan Umumkan Kondisi Darurat, 8 Aparat Tewas, Presiden Minta Bantuan Aliansi Rusia

“Berkomunikasi dengan KBRI melalui grup WNI maupun jalur komunikasi yang memungkinkan untuk memberi update kondisi masing-masing dan melaporkan hal-hal yang penting diketahui bersama,”sambung surat imbauan itu.

Melansir Reuters, keadaan darurat diterapkan di sana setelah Kazakhstan diguncang aksi protes berskala besar hingga pengunjuk rasa membakar sejumlah gedung publik.

Aksi unjuk rasa terburuk selama 10 tahun terakhir di Kazakhstan dipicu oleh kenaikan harga bahan bakar gas yang tajam.

Baca juga: Dilanda Protes Besar, Kabinet Pemerintah Kazakhstan Mengundurkan Diri

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Singapura Sebut Alasan UAS Ditolak Masuk, Tuding Ajarkan Ekstremisme

Singapura Sebut Alasan UAS Ditolak Masuk, Tuding Ajarkan Ekstremisme

Global
Anggota Parlemen Inggris Ditangkap Polisi, Diduga Lakukan Pemerkosaan

Anggota Parlemen Inggris Ditangkap Polisi, Diduga Lakukan Pemerkosaan

Global
Rusia Sebut Tak Akan Biarkan Perang Dunia 3 Pecah, tetapi dengan Syarat

Rusia Sebut Tak Akan Biarkan Perang Dunia 3 Pecah, tetapi dengan Syarat

Global
Tersangka Penembakan Massal Bermotif Rasialis Undang Orang untuk Tinjau Rencana Serangannya

Tersangka Penembakan Massal Bermotif Rasialis Undang Orang untuk Tinjau Rencana Serangannya

Global
 WHO: Wabah Covid-19 di Korea Utara Ciptakan Risiko Kemunculan Varian Baru

WHO: Wabah Covid-19 di Korea Utara Ciptakan Risiko Kemunculan Varian Baru

Global
Penyelidik Selidiki Kemungkinan Kecelakaan Pesawat China Eastern Disengaja

Penyelidik Selidiki Kemungkinan Kecelakaan Pesawat China Eastern Disengaja

Global
Rusia Tuding Negosiator Ukraina Dikendalikan oleh AS dan Inggris

Rusia Tuding Negosiator Ukraina Dikendalikan oleh AS dan Inggris

Global
AS Ajak Sekutu di Eropa Bersama-sama Hadapi Praktik Ekonomi China yang Merugikan

AS Ajak Sekutu di Eropa Bersama-sama Hadapi Praktik Ekonomi China yang Merugikan

Global
Perundingan Damai antara Rusia dan Ukraina Terhenti, Keduanya Saling Menyalahkan

Perundingan Damai antara Rusia dan Ukraina Terhenti, Keduanya Saling Menyalahkan

Global
Rangkuman Hari Ke-83 Serangan Rusia ke Ukraina, Finlandia dan Swedia Dijadwalkan Ajukan Keanggotaan NATO Hari Ini, 265 Pejuang di Azovstal Akhirnya Menyerah

Rangkuman Hari Ke-83 Serangan Rusia ke Ukraina, Finlandia dan Swedia Dijadwalkan Ajukan Keanggotaan NATO Hari Ini, 265 Pejuang di Azovstal Akhirnya Menyerah

Global
[POPULER GLOBAL] Sri Lanka Cuma Punya Stok Bensin untuk Sehari | Taktik Anak Diktator Bisa Menang Pilpres Filipina

[POPULER GLOBAL] Sri Lanka Cuma Punya Stok Bensin untuk Sehari | Taktik Anak Diktator Bisa Menang Pilpres Filipina

Global
Pemilu Lebanon: Hizbullah Gagal Kuasai Parlemen, Dukungan ke Kelompok Reformis Melonjak

Pemilu Lebanon: Hizbullah Gagal Kuasai Parlemen, Dukungan ke Kelompok Reformis Melonjak

Global
Thomas Cup: Bagaimana Tim Badminton India yang Tidak Diunggulkan Bisa Menjadi Juara?

Thomas Cup: Bagaimana Tim Badminton India yang Tidak Diunggulkan Bisa Menjadi Juara?

Global
Jalur Narkoba Bawah Tanah dari Meksiko ke AS Ditemukan, 'Canggih' dengan Sistem Rel dan Listrik

Jalur Narkoba Bawah Tanah dari Meksiko ke AS Ditemukan, "Canggih" dengan Sistem Rel dan Listrik

Global
Cerita “Situasi Hidup atau Mati” dari Penumpang yang Mendaratkan Pesawat Tanpa Pengalaman Terbang

Cerita “Situasi Hidup atau Mati” dari Penumpang yang Mendaratkan Pesawat Tanpa Pengalaman Terbang

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.