Vietnam Sampaikan Protes soal Strategi "Nol Covid" China

Kompas.com - 03/01/2022, 16:31 WIB
Petugas keamanan berjalan di area yang ditutup untuk menangani penyebaran Covid-19 di kota Xi'an, provinsi Shaanxi, China, Rabu (22/12/2021). STR/AFPPetugas keamanan berjalan di area yang ditutup untuk menangani penyebaran Covid-19 di kota Xi'an, provinsi Shaanxi, China, Rabu (22/12/2021).

HANOI, KOMPAS.com - Kementerian Perdagangan Vietnam meminta otoritas Guangxi China mengambil langkah-langkah mendesak untuk mengurangi kemacetan di penyeberangan perbatasan, setelah Beijing meningkatkan kontrol perbatasan mengikuti strategi "nol Covid" China.

Gambar dan rekaman video dari Vietnam News Agency (VNA) yang dikelola pemerintah menunjukkan ribuan truk tertahan di perbatasan, menyusul laporan bahwa kasus impor Covid-19 telah terdeteksi di Provinsi Guangxi.

Baca juga: Suksesnya Lockdown Xian: China Suplai Makanan Gratis dan Turunkan Kasus Covid-19

"Langkah-langkah pencegahan anti-virus yang diterapkan Guangxi di bawah kebijakan 'nol Covid', termasuk menutup gerbang perbatasan atau menghentikan impor buah, terlalu berlebihan," lapor VNA, mengutip pernyataan kementerian perdagangan melansir Al Jazeera pada Senin (3/1/2022).

“Gangguan ini telah menyebabkan dampak negatif pada perdagangan bilateral dan kerugian besar bagi bisnis dan orang-orang di kedua sisi.”

Pejabat perdagangan Guangxi mengatakan, sebagai tanggapan, mereka akan meningkatkan durasi bea cukai dan menyampaikan proposal lain kepada otoritas yang lebih tinggi, menurut laporan itu.

Baca juga: Pelanggar Aturan Covid-19 di China Diarak dengan Plakat Foto dan Nama Mereka

China adalah mitra dagang terbesar Vietnam, dan pasar terbesar untuk buah dan sayurannya.

Data resmi menunjukkan, omzet perdagangan produk pertanian antara kedua negara dalam 11 bulan pertama tahun 2021 naik 19,5 persen, dibandingkan periode yang sama tahun lalu menjadi 11,3 miliar dollar AS (Rp 161 triliun).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber Al Jazeera
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi AS Tembak Bocah 13 Tahun Tak Bersenjata, Diduga Bajak Mobil

Polisi AS Tembak Bocah 13 Tahun Tak Bersenjata, Diduga Bajak Mobil

Global
UAS Ditolak Masuk Singapura, Ini Hikmahnya bagi Penceramah dan Pemerintah Indonesia

UAS Ditolak Masuk Singapura, Ini Hikmahnya bagi Penceramah dan Pemerintah Indonesia

Global
Finlandia dan Swedia Daftar NATO, AS Nyatakan Dukungan Penuh

Finlandia dan Swedia Daftar NATO, AS Nyatakan Dukungan Penuh

Global
Setelah Tertunda, Senat AS Akhirnya Setujui Paket Bantuan Baru Rp586 Triliun untuk Ukraina

Setelah Tertunda, Senat AS Akhirnya Setujui Paket Bantuan Baru Rp586 Triliun untuk Ukraina

Global
China Berencana Beli Minyak Murah dari Rusia untuk Cadangan Strategis

China Berencana Beli Minyak Murah dari Rusia untuk Cadangan Strategis

Global
Kali Pertama Sejak Invasi di Ukraina, Petinggi Militer AS-Rusia Berdialog

Kali Pertama Sejak Invasi di Ukraina, Petinggi Militer AS-Rusia Berdialog

Global
Karena PR, Siswa di Malaysia Ini Dihukum Putari Lapangan 30 Kali Pakai Masker, Berujung Dibawa ke ICU

Karena PR, Siswa di Malaysia Ini Dihukum Putari Lapangan 30 Kali Pakai Masker, Berujung Dibawa ke ICU

Global
Merokok Sambil Mencaci Maki: Gaya Kim Jong Un saat Pimpin Rapat Covid-19

Merokok Sambil Mencaci Maki: Gaya Kim Jong Un saat Pimpin Rapat Covid-19

Global
McDonald's Akan Jual Bisnisnya di Rusia ke Operator Lokal, Ganti Nama Jadi MakDak?

McDonald's Akan Jual Bisnisnya di Rusia ke Operator Lokal, Ganti Nama Jadi MakDak?

Global
Waspada Wabah Cacar Monyet, Sudah Menyebar hingga Spanyol dan AS

Waspada Wabah Cacar Monyet, Sudah Menyebar hingga Spanyol dan AS

Global
Biden Fokus Jalani Agenda Kunjungan ke Korsel di Tengah Ancaman Nuklir

Biden Fokus Jalani Agenda Kunjungan ke Korsel di Tengah Ancaman Nuklir

Global
Tentara Rusia yang Dihukum Mati: Saya Minta Maaf Membunuh Warga Sipil

Tentara Rusia yang Dihukum Mati: Saya Minta Maaf Membunuh Warga Sipil

Global
Donbass Hancur Lebur Digempur Rusia, Zelensky: di Sana adalah Neraka

Donbass Hancur Lebur Digempur Rusia, Zelensky: di Sana adalah Neraka

Global
Rangkuman Hari Ke-85 Serangan Rusia ke Ukraina, Total 1.730 Pejuang Azovstal Menyerah, Tentara Rusia Hadapi Pengadilan Kejahatan Perang Pertama

Rangkuman Hari Ke-85 Serangan Rusia ke Ukraina, Total 1.730 Pejuang Azovstal Menyerah, Tentara Rusia Hadapi Pengadilan Kejahatan Perang Pertama

Global
Hitler dan Mobil Pertamanya

Hitler dan Mobil Pertamanya

Global
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.