Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Afrika Selatan Longgarkan Pembatasan Covid-19, Puncak Gelombang Varian Omicron Teratasi

Kompas.com - 01/01/2022, 08:26 WIB
Bernadette Aderi Puspaningrum

Penulis

Sumber cbs.com

JOHANNESBURG, KOMPAS.com - Afrika Selatan, tempat varian Omicron dari virus corona terdeteksi bulan lalu, akan mencabut banyak pembatasan Covid-19, setelah negara itu mengatasi gelombang keempat Covid-19 karena varian Omicron.

Seruan agar jam malam dari tengah malam hingga jam 4 pagi dicabut telah meningkat di antara operator di sektor perhotelan menjelang perayaan Malam Tahun Baru. Banyak pengusaha meluncurkan petisi online yang ditujukan kepada Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa.

Baca juga: POPULER GLOBAL: Kabar Baik Tentang Varian Omicron | Kaleidoskop Internasional 2021

"Jam malam akan dicabut. Oleh karena itu tidak akan ada pembatasan jam pergerakan orang," kata kepresidenan dalam sebuah pernyataan melansir CBS News pada Jumat (31/12/2021).

Penjualan alkohol akan diizinkan setelah jam 11 malam untuk tempat berlisensi.

"Semua indikator menunjukkan negara itu mungkin telah melewati puncak gelombang keempat di tingkat nasional," kata pernyataan itu.

Data Covid-19 Afrika Selatan mencatat infeksi baru turun 29,7 persen minggu lalu dibandingkan dengan tujuh hari sebelumnya. Penerimaan di rumah sakit telah menurun di delapan dari sembilan provinsi di Afrika Selatan.

Baca juga: Studi Terbaru: Booster Johnson & Johnson Kuat Melindungi dari Omicron

"Sementara varian Omicron sangat menular, ada tingkat rawat inap yang lebih rendah daripada gelombang sebelumnya," kata pernyataan itu.

"Ini berarti negara ini memiliki kapasitas cadangan untuk penerimaan pasien bahkan untuk layanan kesehatan rutin."

Penggunaan masker tetap wajib di ruang publik dan pertemuan publik dibatasi untuk 1.000 orang di dalam ruangan dan 2.000 di luar ruangan.

Afrika Selatan adalah negara yang paling parah terkena virus corona di Afrika, dengan lebih dari 3,4 juta kasus tercatat dan 91.000 kematian.

Baca juga: Pengawas Obat AS: Rapid Antigen Kurang Efektif Deteksi Omicron

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang
Sumber cbs.com
Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com