Korea Selatan dan AS Sepakati Rancangan Naskah untuk Mengakhiri Perang Korea

Kompas.com - 30/12/2021, 14:57 WIB

SEOUL, KOMPAS.com - Korea Selatan telah "secara efektif" setuju dengan Amerika Serikat (AS) pada rancangan naskah yang menyatakan berakhirnya Perang Korea, menurut Menteri Luar Negeri Korea Selatan Chung Eui-yong, seperti yang dilaporkan oleh Kantor Berita Korea Selatan Yonhap pada Rabu (29/12/2021).

Berbicara pada konferensi pers, Chung mengatakan Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken telah menegaskan kembali kemajuan tersebut. Dia mengatakan bahwa kedua belah pihak telah "secara efektif mencapai kesepakatan" mengenai rancangan tersebut.

Baca juga: Korea Utara Diduga Tutupi Jumlah Eksekusi Publik di Era Kim Jong Un

Seorang juru bicara Departemen Luar Negeri AS mengatakan AS "tidak memiliki niat bermusuhan" terhadap Korea Utara, dan siap untuk bertemu "tanpa prasyarat."

"Kami berharap DPRK (Republik Demokratik Rakyat Korea) akan merespon positif penjangkauan kami. Kami terus berkonsultasi erat dengan Republik Korea, Jepang, dan sekutu dan mitra lainnya tentang cara terbaik untuk melibatkan DPRK," kata juru bicara itu.

Rancangan tersebut bertujuan untuk mengakhiri Perang Korea, yang pecah pada 25 Juni 1950, ketika pasukan Korea Utara menyerbu melintasi paralel ke-38 yang memisahkan Korea Utara dan Selatan.

Baca juga: Biografi Kim Jong Il: Pewaris Takhta Pemimpin Agung Korea Utara

AS memasok sekitar 90 persen tentara yang dikirim untuk membantu Korea Selatan, menghabiskan sekitar 67 miliar dollar AS (Rp 955 trliiun) untuk perang.

Gencatan senjata yang ditandatangani pada 27 Juli 1953, menghentikan konflik, tetapi perang tidak pernah secara resmi berakhir karena tidak ada perjanjian damai.

Pada September, Wakil Menteri Korea Utara Ri Thae Song mengatakan seruan Korea Selatan untuk menyatakan diakhirinya Perang Korea adalah "prematur", karena "kebijakan bermusuhan AS" terhadap Pyongyang.

Baca juga: Kenang Kematian Kim Jong Il, Rakyat Korea Utara Dilarang Tertawa 11 Hari

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber CNN
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Naira Ashraf yang Ditikam Mati di Depan Umum: Pelaku Pembunuhan Dihukum Mati

Kasus Naira Ashraf yang Ditikam Mati di Depan Umum: Pelaku Pembunuhan Dihukum Mati

Global
Presiden Joko Widodo Disambut Presiden Zelensky di Istana Maryinsky

Presiden Joko Widodo Disambut Presiden Zelensky di Istana Maryinsky

Global
PM Inggris Desak Negara-negara Jangan Boikot KTT G20 di Indonesia meski Ada Putin

PM Inggris Desak Negara-negara Jangan Boikot KTT G20 di Indonesia meski Ada Putin

Global
Sekjen NATO Sebut Rusia Ancaman No 1 bagi Aliansi, Bagaimana dengan China?

Sekjen NATO Sebut Rusia Ancaman No 1 bagi Aliansi, Bagaimana dengan China?

Global
Menlu Malaysia Kembali Ungkap Kekhawatiran tentang Pakta AUKUS

Menlu Malaysia Kembali Ungkap Kekhawatiran tentang Pakta AUKUS

Global
Rusia Sebut Satelit Barat Bekerja untuk Musuh

Rusia Sebut Satelit Barat Bekerja untuk Musuh

Global
Sekjen NATO Berharap Swedia dan Finlandia Segera jadi Anggota

Sekjen NATO Berharap Swedia dan Finlandia Segera jadi Anggota

Global
PM Italia Sebut Indonesia Kesampingkan Partisipasi Putin di KTT G20

PM Italia Sebut Indonesia Kesampingkan Partisipasi Putin di KTT G20

Global
Perkuat Kerja Sama Pendidikan, KBRI Canberra Teken MoU dengan Catholic Education South Australia

Perkuat Kerja Sama Pendidikan, KBRI Canberra Teken MoU dengan Catholic Education South Australia

Global
Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, AS Gandeng Perusahaan Indonesia Dorong Praktik Bisnis Berkelanjutan

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, AS Gandeng Perusahaan Indonesia Dorong Praktik Bisnis Berkelanjutan

Global
Kunjungi Reruntuhan Apartemen di Kota Irpin Ukraina, Jokowi Ungkap Kesedihan

Kunjungi Reruntuhan Apartemen di Kota Irpin Ukraina, Jokowi Ungkap Kesedihan

Global
Krisis Politik Israel: Parlemen Bubar, Bagaimana Pemerintahan Selanjutnya Berjalan?

Krisis Politik Israel: Parlemen Bubar, Bagaimana Pemerintahan Selanjutnya Berjalan?

Global
Dituduh Hina Agama, Wartawan India Ditangkap Polisi

Dituduh Hina Agama, Wartawan India Ditangkap Polisi

Global
Paksa Ikut Demonstran Capitol, Trump Disebut Sempat Ngamuk ke Sopirnya

Paksa Ikut Demonstran Capitol, Trump Disebut Sempat Ngamuk ke Sopirnya

Global
Sempat Tentang Finlandia dan Swedia Masuk NATO, Kenapa Turkiye Berubah Pikiran?

Sempat Tentang Finlandia dan Swedia Masuk NATO, Kenapa Turkiye Berubah Pikiran?

Global
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.