McDonald’s China Pasang Sepeda Statis, Dorong Pelanggan Makan sambil Bakar Kalori

Kompas.com - 29/12/2021, 12:31 WIB

GUANGDONG, KOMPAS.com – Beberapa restoran McDonald’s di China memasang sepeda statis untuk mempromosikan olahraga.

Sepeda statis tersebut tak hanya digunakan untuk berolah raga, tetapi juga digunakan sebagai tempat duduk dan menghasilkan listrik.

Menurut McDonald's China, saat ini ada 10 sepeda statis di dua restoran masing-masing di Guangdong dan Shanghai.

Baca juga: Tidak Diberi Burger Gratis, Polisi Pakistan Tahan Semua Pegawai Restoran Cepat Saji

Melansir Oddity Central, Senin (27/12/2021), sepeda statis yang ada di gerai McDonald's di Guangdong terbuat dari plastik daur ulang.

Tidak hanya mendorong pelanggan untuk mulai membakar kalori makan, tetapi juga memungkinkan orang untuk mengecas ponsel cerdas dengan energi listrik yang dihasilkan.

“Sepeda ini menghasilkan listrik untuk memberi daya pada perangkat sehari-hari seperti ponsel dan merupakan bagian dari proyek Upcycle for Good McDonald's China,” bunyi pernyataan McDonald's China.

Baca juga: Kedai Makanan Cepat Saji Pompeii Berusia 2.000 Tahun Bakal Dipamerkan ke Publik

“Ini adalah inisiatif yang berfokus pada pembuatan produk dengan komponen plastik dari bahan daur ulang,” sambung restoran tersebut.

McDonald's China menyebut, inisiasi ini dirancang untuk menginspirasi lebih banyak aksi ramah lingkungan sembari pelanggan menikmati hidangan favorit McDonald's mereka.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Cristiano13 (@cris13_u)

Sebuah video viral menunjukkan seorang wanita menikmati hidangan di salah satu gerai McDonald's di China sambil duduk di atas sepeda statis dan mengayuhnya.

Beberapa netizen menganggap hadirnya sepeda statis itu tidak benar-benar membantu menyeimbangkan asupan kalori yang besar.

Baca juga: Demi Dapat Makanan Cepat Saji Gratis, Seorang Wanita Berpura-pura Jadi FBI

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Demi Hemat Bensin, Wanita Ini Tinggalkan Mobil Bertenaga Kuda, Beralih ke Kuda Sungguhan

Demi Hemat Bensin, Wanita Ini Tinggalkan Mobil Bertenaga Kuda, Beralih ke Kuda Sungguhan

Global
Terowongan Kashmir Runtuh di Tengah Proses Pembangunan, 10 Pekerja Tewas

Terowongan Kashmir Runtuh di Tengah Proses Pembangunan, 10 Pekerja Tewas

Global
Anthony Albanese, Pemimpin Partai Buruh yang Menang jadi PM Australia

Anthony Albanese, Pemimpin Partai Buruh yang Menang jadi PM Australia

Global
Kalah Pemilihan, Ini Rekam Jejak Kontroversial PM Australia Scott Morrison

Kalah Pemilihan, Ini Rekam Jejak Kontroversial PM Australia Scott Morrison

Global
Bintang Hollywood Morgan Freeman Kena Sanksi dari Rusia Bersama 963 Warga AS Lainnya

Bintang Hollywood Morgan Freeman Kena Sanksi dari Rusia Bersama 963 Warga AS Lainnya

Global
Tanggapi Kemajuan Senjata Ofensif Korea Utara, AS - Korea Selatan Buat Kesepakatan Baru

Tanggapi Kemajuan Senjata Ofensif Korea Utara, AS - Korea Selatan Buat Kesepakatan Baru

Global
Keyakinan Zelensky: Hanya Diplomasi yang Bisa Akhiri Perang, Bukan Militer

Keyakinan Zelensky: Hanya Diplomasi yang Bisa Akhiri Perang, Bukan Militer

Global
Korea Utara Klaim Kasus Demam Diduga Gejala Covid-19 Sudah Turun di Bawah 200.000

Korea Utara Klaim Kasus Demam Diduga Gejala Covid-19 Sudah Turun di Bawah 200.000

Global
AS Klaim Tawarkan Bantuan Vaksin ke Korut, Biden: Tak Ada Tanggapan

AS Klaim Tawarkan Bantuan Vaksin ke Korut, Biden: Tak Ada Tanggapan

Global
Situasi Sri Lanka Kian Memburuk, Warga: Tanpa Makanan Kita Akan Mati

Situasi Sri Lanka Kian Memburuk, Warga: Tanpa Makanan Kita Akan Mati

Global
Setelah 9 Tahun Berkuasa, Pemerintah Konservatif Kalah dalam Pemilu Australia karena Isu Iklim

Setelah 9 Tahun Berkuasa, Pemerintah Konservatif Kalah dalam Pemilu Australia karena Isu Iklim

Global
Rangkuman Hari ke-87 Serangan Rusia ke Ukraina, Kelompok Terakhir Pasukan Azovstal Menyerah, Rudal Rusia Hantam Pusat Budaya Kharkiv

Rangkuman Hari ke-87 Serangan Rusia ke Ukraina, Kelompok Terakhir Pasukan Azovstal Menyerah, Rudal Rusia Hantam Pusat Budaya Kharkiv

Global
[UNIK GLOBAL] Bush Salah Sebut Ukraina jadi Irak | Orang Tua Gugat Anak karena Tak Dapat Cucu

[UNIK GLOBAL] Bush Salah Sebut Ukraina jadi Irak | Orang Tua Gugat Anak karena Tak Dapat Cucu

Global
Sri Lanka Terancam Kelaparan, Ingin Akhiri Krisis tapi Terganjal China

Sri Lanka Terancam Kelaparan, Ingin Akhiri Krisis tapi Terganjal China

Global
Pemilik Warung Nyaris Bangkrut, Warga Ramai-ramai Membeli untuk Selamatkan Bisnisnya

Pemilik Warung Nyaris Bangkrut, Warga Ramai-ramai Membeli untuk Selamatkan Bisnisnya

Global
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.