Kongo Khawatirkan Kekerasan Lanjutan Setelah Ledakan Bom Bunuh diri saat Natal

Kompas.com - 27/12/2021, 11:31 WIB

BENI, KOMPAS.com – Otoritas Kongo mengumumkan penerapan jam malam dan penambahan pos pemeriksaan keamanan setelah bom bunuh diri mengguncang Kota Beni saat Hari Natal, Sabtu (25/12/2021).

Penerapan langkah keamanan tersebut merupakan antisipasi di tengah kekhawatiran kekerasan lanjutan pasca-ledakan bom bunuh yang menewaskan lima orang di sana.

Wali Kota Beni Narcisse Muteba memperingatkan agar hotel, gereja, dan bar di kota perlu menambah personel penjaga keamanan dengan detektor logam.

Baca juga: Ledakan Bom Bunuh Diri saat Natal, 5 Orang Tewas di Kongo

Dia menuturkan, pengetatan langkah keamanan tersebut perlu diambil karena "teroris" bisa menyerang lagi.

“Kami meminta orang-orang untuk waspada dan menghindari tempat-tempat umum selama periode ini,” kata Muteba kepada Associated Press, Minggu (26/12/2021).

Sementara itu, Gubernur Provinsi North Kivu Constant Ndima mengatakan, jam malam dimulai pukul 19.00 dan akan ada lebih banyak pos pemeriksaan di jalanan.

Ledakan bom bunuh diri saat Natal di sebuah restoran di Kota Beni tersebut juga menyebabkan 13 orang lainnya dirawat di rumah sakit.

Baca juga: 5 Bulan Hilang, Kasus Ebola Muncul Lagi di Kongo

Kota ini telah mengalami berbagai serangan dari kelompok pemberontak (ADF) yang bersekutu dengan ISIS.

Para pejabat menuding ADF sebagai pihak yang bertanggung jawab atas ledakan bom bunuh diri saat Natal di Beni.

Namun sejauh ini, belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab bom bunuh saat Natal tersebut.

Baca juga: Profil Felix Tshisekedi, Presiden Kongo

Tragedi tersebut secara dramatis memperdalam kekhawatiran bahwa ekstremisme telah menguasai Kota Beni.

Pada Juni, ISIS Provinsi Afrika Tengah mengaku bertanggung jawab atas bom bunuh diri yang meledak di dekat sebuah bar di Beni.

Ledakan lain pada hari yang sama pada Juni terjadi di sebuah gereja Katolik, melukai dua orang.

Baca juga: 21 Anggota Staf WHO Diduga sebagai Pelaku Pelecehan Seksual di Republik Kongo

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rangkuman Serangan Rusia ke Ukraina Hari Ke-121: Invasi Genap 4 Bulan, Pasukan Ukraina Mundur dari Sievierodonetsk

Rangkuman Serangan Rusia ke Ukraina Hari Ke-121: Invasi Genap 4 Bulan, Pasukan Ukraina Mundur dari Sievierodonetsk

Global
[POPULER GLOBAL] Naira Ashraf Dibunuh di Depan Umum | Majikan Adelina Lisao Dibebaskan

[POPULER GLOBAL] Naira Ashraf Dibunuh di Depan Umum | Majikan Adelina Lisao Dibebaskan

Global
Legalkah Warga Asing Ikut Berperang Membela Ukraina?

Legalkah Warga Asing Ikut Berperang Membela Ukraina?

Global
Uniknya Hotel Bintang Nol di Swiss, Tak Ada Tembok, Beratapkan Langit

Uniknya Hotel Bintang Nol di Swiss, Tak Ada Tembok, Beratapkan Langit

Global
Tes Flamingo yang Viral: Memprediksi Kematian Seseorang 7 Tahun ke Depan

Tes Flamingo yang Viral: Memprediksi Kematian Seseorang 7 Tahun ke Depan

Global
Di Balik Runtuhnya Ekonomi Lebanon dan Sri Lanka, Salah Siapa?

Di Balik Runtuhnya Ekonomi Lebanon dan Sri Lanka, Salah Siapa?

Global
Pejabat yang Ditunjuk Rusia di Ukraina Tewas karena Ledakan

Pejabat yang Ditunjuk Rusia di Ukraina Tewas karena Ledakan

Global
Kunjungan ke Ukraina, Jokowi Disarankan Pakai Pendekatan Ekonomi

Kunjungan ke Ukraina, Jokowi Disarankan Pakai Pendekatan Ekonomi

Global
Kasus Kematian ART Indonesia di Malaysia Adelina Lisao: Majikan Dibebaskan, Picu Kontroversi

Kasus Kematian ART Indonesia di Malaysia Adelina Lisao: Majikan Dibebaskan, Picu Kontroversi

Global
Tanpa Gas Rusia, Jerman Hanya Bisa Bertahan 2,5 Bulan

Tanpa Gas Rusia, Jerman Hanya Bisa Bertahan 2,5 Bulan

Global
Profil Naira Ashraf, Wanita Mesir yang Ditikam karena Menolak Menikah

Profil Naira Ashraf, Wanita Mesir yang Ditikam karena Menolak Menikah

Global
Misteri Restoran Terapung Jumbo Hong Kong: Katanya Tenggelam, tapi...

Misteri Restoran Terapung Jumbo Hong Kong: Katanya Tenggelam, tapi...

Global
Derita Anak-anak Korban Gempa Afghanistan: Kekurangan Makanan, Tak Ada Tempat Berlindung

Derita Anak-anak Korban Gempa Afghanistan: Kekurangan Makanan, Tak Ada Tempat Berlindung

Global
Nama Tersangka Pembunuh Naira Ashraf Diungkap, Ini Pengakuannya

Nama Tersangka Pembunuh Naira Ashraf Diungkap, Ini Pengakuannya

Global
Setahun Meninggal, Jenazah John McAfee Masih di Kamar Mayat karena Kasusnya Belum Selesai

Setahun Meninggal, Jenazah John McAfee Masih di Kamar Mayat karena Kasusnya Belum Selesai

Global
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.