Kompas.com - 24/12/2021, 21:31 WIB

PARIS, KOMPAS.com - Perancis pada Jumat (24/12/2021) menyarankan, orang dewasa disuntik vaksin booster Covid-19 tiga bulan setelah mendapat dosis pertama.

Saran ini mengurangi pedoman sebelumnya yakni lima bulan untuk melawan varian Omicron dengan lebih baik.

Rekomendasi itu diterbitkan oleh otoritas kesehatan Perancis, HAS, yang memberi saran kepada pemerintah dalam upaya melawan Covid-19.

Baca juga: Perancis Mulai Wajibkan Warga Lansia Dapat Vaksin Booster Covid-19

Kasus Covid-19 di Perancis melonjak selama periode Natal karena Omicron yang menyebar lebih cepat daripada varian lain yang terlihat sejauh ini.

HAS juga merekomendasikan agar peluncuran booster diperluas untuk sekarang mencakup remaja yang dianggap berisiko, beberapa hari setelah Perancis membuka peluncuran vaksinasi untuk anak-anak berusia lima tahun ke atas.

Mereka membenarkan pemotongan rentang waktu menjadi tiga bulan dengan mengutip penelitian yang menunjukkan, vaksin 80 persen efektif selama satu hingga dua bulan terhadap gejala varian Omicron yang tidak serius, tetapi kehilangan efektivitasnya lebih cepat dibandingkan dengan varian sebelumnya.

Efektivitasnya turun menjadi hanya 34 persen empat bulan setelah vaksinasi dengan vaksin Pfizer, tetapi kemanjurannya meningkat menjadi 75 persen dua minggu setelah dosis booster, katanya dikutip dari AFP.

Perancis pada Kamis mencatat 91.608 kasus positif Covid, rekor sejak awal pandemi, melebihi angka tertinggi sebelumnya pada November 2020.

Namun, rekor jumlah tes sedang dilakukan dengan 6,2 juta dalam seminggu terakhir.

Tidak seperti beberapa negara Eropa lainnya, Presiden Emmanuel Macron sejauh ini menolak memberlakukan pembatasan baru untuk memerangi varian Omicron, dengan harapan program booster akan mencegah sistem kesehatan kewalahan.

Baca juga: Studi di AS: Tanpa Dosis Booster, Vaksin Covid-19 Kurang Efektif Lawan Omicron

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penanganan Teror Polisi AS Dipertanyakan, Hanya Diam di Lorong 45 Menit saat Penembakan SD Texas

Penanganan Teror Polisi AS Dipertanyakan, Hanya Diam di Lorong 45 Menit saat Penembakan SD Texas

Global
Ukraina Terima Kiriman Rudal Harpoon dan Meriam Howitzer dari Barat

Ukraina Terima Kiriman Rudal Harpoon dan Meriam Howitzer dari Barat

Global
Zelensky: Para Pejabat Rusia Tak Punya Kuasa di Hadapan Putin

Zelensky: Para Pejabat Rusia Tak Punya Kuasa di Hadapan Putin

Global
Perjuangan Pria yang Sukses Jalani Operasi Transplantasi Dua Lengan dan Bahu Pertama di Dunia

Perjuangan Pria yang Sukses Jalani Operasi Transplantasi Dua Lengan dan Bahu Pertama di Dunia

Global
Kedai Thai Tea Ini Beri Kemasan yang 'Nyeleneh', Netizen: Strategi Pemasaran Hebat

Kedai Thai Tea Ini Beri Kemasan yang "Nyeleneh", Netizen: Strategi Pemasaran Hebat

Global
Yerusalem Siaga Tinggi Jelang Pawai Bendera Israel

Yerusalem Siaga Tinggi Jelang Pawai Bendera Israel

Global
Jawaban Rusia ketika Ditanya: Apa Putin Akan Menggunakan Senjata Nuklir Taktis di Ukraina?

Jawaban Rusia ketika Ditanya: Apa Putin Akan Menggunakan Senjata Nuklir Taktis di Ukraina?

Global
Kapal Pesiar Raksasa Terbakar Hebat lalu Tenggelam di Pelabuhan Torquay, Harganya Ratusan Miliar

Kapal Pesiar Raksasa Terbakar Hebat lalu Tenggelam di Pelabuhan Torquay, Harganya Ratusan Miliar

Global
Bencana Tanah Longsor di Brasil Kembali Terjadi, Setidaknya 35 Dilaporkan Tewas

Bencana Tanah Longsor di Brasil Kembali Terjadi, Setidaknya 35 Dilaporkan Tewas

Global
Warga Lituania Patungan Beli Drone Canggih untuk Ukraina, Ingin Jadi Contoh Dunia

Warga Lituania Patungan Beli Drone Canggih untuk Ukraina, Ingin Jadi Contoh Dunia

Global
Permintaan Penerbitan Yellow Notice untuk Pencarian Anak Ridwan Kamil di Swiss Diapresiasi

Permintaan Penerbitan Yellow Notice untuk Pencarian Anak Ridwan Kamil di Swiss Diapresiasi

Global
Riwayat Lembah Panjshir di Afghanistan dan Singa Legendarisnya

Riwayat Lembah Panjshir di Afghanistan dan Singa Legendarisnya

Global
Rangkuman Hari ke-94 Serangan Rusia ke Ukraina: Pasukan Rusia Terus Maju di Severodonetsk, Gereja Ortodoks Putus Hubungan dengan Rusia

Rangkuman Hari ke-94 Serangan Rusia ke Ukraina: Pasukan Rusia Terus Maju di Severodonetsk, Gereja Ortodoks Putus Hubungan dengan Rusia

Global
Di Tengah Krisis, Sri Lanka Dapat Kiriman Minyak dari Rusia

Di Tengah Krisis, Sri Lanka Dapat Kiriman Minyak dari Rusia

Global
UNIK GLOBAL: Pria Habiskan Ratusan Juta demi 'Berubah' Jadi Anjing | Ikan Raksasa Ditangkap di Samudra Atlantik

UNIK GLOBAL: Pria Habiskan Ratusan Juta demi "Berubah" Jadi Anjing | Ikan Raksasa Ditangkap di Samudra Atlantik

Global
komentar
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.