Intel AS Ungkap Pembangunan Rudal Balistik Saudi yang Dibantu China

Kompas.com - 24/12/2021, 06:18 WIB

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Badan-badan intelijen AS menyebut Arab Saudi saat ini secara aktif memproduksi rudal balistiknya sendiri dengan bantuan China.

Liputan ekslusif CNN menyebut, Saudi diketahui telah membeli rudal balistik dari China di masa lalu, tetapi tidak pernah mampu membangunnya sendiri.

Gambar satelit yang diperoleh CNN menunjukkan bahwa Kerajaan saat ini sedang memproduksi senjata setidaknya di satu lokasi.

Baca juga: India Uji Coba Rudal Balistik Agni-5 dengan Jarak Tempuh 5.000 Km

Pejabat AS di berbagai lembaga, termasuk Dewan Keamanan Nasional di Gedung Putih, telah diberi pengarahan dalam beberapa bulan terakhir tentang intelijen rahasia.

Informasi mengungkapkan beberapa transfer skala besar teknologi rudal balistik sensitif antara China dan Arab Saudi.

Pemerintahan Biden saat ini dihadapkan dengan pertanyaan mendesak: Apakah kemajuan rudal balistik Saudi dapat mengubah dinamika kekuatan regional dan mempersulit upaya memperluas persyaratan kesepakatan nuklir dengan Iran.

Iran dan Arab Saudi adalah musuh bebuyutan.  Teheran kemungkinan tidak akan setuju untuk berhenti membuat rudal balistik jika Arab Saudi mulai memproduksi sendiri.

Baca juga: Korea Utara Sebut AS Bereaksi Berlebihan soal Uji Coba Rudal Balistik Terbaru

“Sementara perhatian yang signifikan telah difokuskan pada program rudal balistik besar Iran, produksi rudal balistik Saudi belum mendapat tingkat pengawasan yang sama,” kata Jeffrey Lewis, ahli senjata dan profesor di Institut Studi Internasional Middlebury.

“Produksi rudal balistik dalam negeri Saudi menunjukkan bahwa setiap upaya diplomatik untuk mengendalikan proliferasi rudal perlu melibatkan aktor regional lainnya, seperti Arab Saudi dan Israel, yang memproduksi rudal balistik mereka sendiri,” tambah Lewis.

Baca juga: Korea Utara Konfirmasi Telah Berhasil Uji Coba Rudal Balistik di Laut Jepang

Tanggapan AS juga diperumit pertimbangan diplomatik dengan China.

Pemerintahan Biden saat ini memang berusaha untuk melibatkan kembali Beijing dalam beberapa masalah.

Ini termasuk kebijakan prioritas tinggi lainnya, seperti iklim, perdagangan, dan pandemi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber CNN
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Insiden Penembakan Sekolah AS: Terjadi Sejak 1970, Ada 2.052 Insiden Hingga 2022, Total 661 Korban Tewas

Insiden Penembakan Sekolah AS: Terjadi Sejak 1970, Ada 2.052 Insiden Hingga 2022, Total 661 Korban Tewas

Internasional
Yasin Malik: Tokoh Separatis Kashmir Dihukum Seumur Hidup di Penjara India

Yasin Malik: Tokoh Separatis Kashmir Dihukum Seumur Hidup di Penjara India

Global
Anak-anak SD Texas Pasca-Insiden Penembakan: Kami Sangat Takut

Anak-anak SD Texas Pasca-Insiden Penembakan: Kami Sangat Takut

Global
Diapit Keluarga, Ferdinand Marcos Jr Resmi Proklamirkan Diri sebagai Presiden Filipina

Diapit Keluarga, Ferdinand Marcos Jr Resmi Proklamirkan Diri sebagai Presiden Filipina

Global
Turki Perbaiki Hubungan Diplomatik dengan Israel, Sebut Justru Bisa Lebih Bantu Palestina

Turki Perbaiki Hubungan Diplomatik dengan Israel, Sebut Justru Bisa Lebih Bantu Palestina

Global
Kronologi Penembakan Massal di SD Texas, Pelaku Kirim Peringatan Online, Sempat Baku Tembak dengan Polisi

Kronologi Penembakan Massal di SD Texas, Pelaku Kirim Peringatan Online, Sempat Baku Tembak dengan Polisi

Global
Reaksi Ngeri Dunia atas Penembakan Massal di SD Texas: Amerika Membunuh Dirinya Sendiri

Reaksi Ngeri Dunia atas Penembakan Massal di SD Texas: Amerika Membunuh Dirinya Sendiri

Global
Gas dan Minyak Rusia: Berapa Besar Ketergantungan Dunia Padanya?

Gas dan Minyak Rusia: Berapa Besar Ketergantungan Dunia Padanya?

Global
Rangkuman Hari ke-91 Serangan Rusia ke Ukraina, Rusia Kuasai 95 Persen Lugansk, Abramovich Jual Chelsea

Rangkuman Hari ke-91 Serangan Rusia ke Ukraina, Rusia Kuasai 95 Persen Lugansk, Abramovich Jual Chelsea

Global
Invasi Ukraina Mungkin Jadi Awal Perang Dunia Ketiga, jika Pecah Bisa Akhiri Peradaban

Invasi Ukraina Mungkin Jadi Awal Perang Dunia Ketiga, jika Pecah Bisa Akhiri Peradaban

Global
POPULER GLOBAL: Ukraina Bombardir Pangkalan Rusia | Penembakan Massal di SD Texas

POPULER GLOBAL: Ukraina Bombardir Pangkalan Rusia | Penembakan Massal di SD Texas

Global
Nelayan Afrika Tak Sengaja Tangkap Ikan Raksasa saat Memancing di Samudra Atlantik

Nelayan Afrika Tak Sengaja Tangkap Ikan Raksasa saat Memancing di Samudra Atlantik

Global
Video Pria Mengajak Tupai Jogging Viral, Warganet Terkesima

Video Pria Mengajak Tupai Jogging Viral, Warganet Terkesima

Global
UPDATE Penembakan SD di Texas, 21 Korban Berada dalam Satu Ruang Kelas

UPDATE Penembakan SD di Texas, 21 Korban Berada dalam Satu Ruang Kelas

Global
Mahasiswa Palestina Tolak Jabat Tangan Menlu AS yang Hadiri Upacara Kelulusannya

Mahasiswa Palestina Tolak Jabat Tangan Menlu AS yang Hadiri Upacara Kelulusannya

Global
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.