11 Hari Dilarang Tertawa dan Rekreasi, Ini Daftar Larangan di Korut Saat Peringatan Kematian Kim Jong Il

Kompas.com - 19/12/2021, 18:32 WIB
Para warga mengunjungi patung perunggu Kim Il Sung (kiri) dan Kim Jong Il (kanan) di Lembah Mansu, Pyongyang, Korea Utara, Kamis (16/12/2021), sehari jelang peringatan ke-10 kematian Kim Jong Il. AP PHOTO/CHA SONG HOPara warga mengunjungi patung perunggu Kim Il Sung (kiri) dan Kim Jong Il (kanan) di Lembah Mansu, Pyongyang, Korea Utara, Kamis (16/12/2021), sehari jelang peringatan ke-10 kematian Kim Jong Il.

PYONGYANG, KOMPAS.com - Korea Utara memperingati 10 tahun kematian Kim Jong Il, mantan pemimpin tertinggi yang juga ayah Kim Jong Un, pada Jumat (17/11/2021).

Dalam peringatan tersebut, otoritas Korut mengeluarkan sejumlah larangan bagi warga selama 11 hari, termasuk dilarang tertawa.

Melansir New York Post pada Jumat (17/12/2021), berikut adalah daftar larangan selama peringatan kematian Kim Jong Il.

Baca juga: Kenang Kematian Kim Jong Il, Rakyat Korea Utara Dilarang Tertawa 11 Hari

  • Dilarang tertawa
  • Dilarang minum miras
  • Dilarang berekreasi
  • Dilarang berbelanja bahan makanan
  • Dilarang menangis dengan keras jika ada anggota keluarga meninggal, dan jenazahnya harus segera dibawa keluar
  • Dilarang merayakan ulang tahun
  • Dilarang meniru pakaian Kim Jong Un yang memakai mantel kulit

Selain itu, warga Korea Utara juga wajib diam dan membungkuk untuk menghormati Kim Jong Il saat sirene tengah hari berbunyi selama tiga menit.

“Dulu, banyak orang yang tertangkap minum atau mabuk selama masa berkabung ditangkap dan diperlakukan sebagai penjahat ideologis. Mereka dibawa pergi dan tidak pernah terlihat lagi," kata seorang warga di kota Sinuiju kepada Radio Free Asia (RFA) berbahasa Korea.

Mobil, kereta api, dan kapal membunyikan klakson, bendera dikibarkan setengah tiang dan orang-orang berbondong-bondong ke Bukit Mansu Pyongyang untuk meletakkan bunga serta membungkuk di depan patung raksasa Kim Jong Il dan ayahnya, Kim Il Sung, yang memerintah selama 46 tahun.

Kim Jong Un juga terlihat bersama ratusan pejabat pada sebuah upacara di luar Istana Matahari Kumsusan di ibu kota Pyongyang.

Baca juga: Sirene Meraung, Warga Membungkuk: 3 Menit Peringatan Kematian Kim Jong Il

Pejabat Korea Utara Choe Ryong Hae menyebut Kim Jong Il, yang memerintah selama 17 tahun, “orangtua dari rakyat kita” yang membangun potensi kekuatan militer dan ekonomi negara itu.

Hari itu juga, beberapa surat kabar - semuanya dikontrol ketat oleh pemerintah - menerbitkan artikel yang memuji Kim Jong Il.

“Dia, tak diragukan lagi, orang terbesar dan orang bijak besar dari revolusi yang diikuti semua orang di negeri ini dengan kasih sayang dan ketulusan mereka yang dalam,” tulis surat kabar Rodong Sinmun dari partai yang berkuasa.

Sementara itu, Kim dikabarkan melarang warga untuk meniru pilihan fesyennya yang mengenakan mantel kulit.

RFA melaporkan, polisi mode berpatroli di jalan-jalan untuk menyita jaket dari penjual dan setiap warga yang mengenakan tiruannya.

Baca juga: 25 Aturan Aneh di Korut, Termasuk Larangan Melipat Koran dan Dilarang Senyum

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ukraina Siap Lakukan Segala Hal demi Selamatkan Pejuang Mariupol

Ukraina Siap Lakukan Segala Hal demi Selamatkan Pejuang Mariupol

Global
Situasi Genting Sri Lanka, Bagaimana Nasib Turis dan Pariwisata?

Situasi Genting Sri Lanka, Bagaimana Nasib Turis dan Pariwisata?

Global
Finlandia dan Swedia Daftar NATO, Arsitektur Keamanan Eropa Berubah

Finlandia dan Swedia Daftar NATO, Arsitektur Keamanan Eropa Berubah

Global
AS Beri Kelonggaran Sanksi ke Kuba, Ubah Kebijakan Era Trump

AS Beri Kelonggaran Sanksi ke Kuba, Ubah Kebijakan Era Trump

Global
Nasib Pasukan Ukraina yang Menyerah dari Mariupol Tidak Jelas, Bisa Jadi Tawanan Rusia?

Nasib Pasukan Ukraina yang Menyerah dari Mariupol Tidak Jelas, Bisa Jadi Tawanan Rusia?

Global
Putin: Embargo Minyak Rusia oleh Uni Eropa Sama Saja Bunuh Diri

Putin: Embargo Minyak Rusia oleh Uni Eropa Sama Saja Bunuh Diri

Global
Parlemen Finlandia Bilang 'Ya' untuk Gabung NATO

Parlemen Finlandia Bilang "Ya" untuk Gabung NATO

Global
Terus Dihantui Mimpi Buruk, Komplotan Pencuri Mengembalikan Patung Jarahannya ke Kuil Kuno

Terus Dihantui Mimpi Buruk, Komplotan Pencuri Mengembalikan Patung Jarahannya ke Kuil Kuno

Global
Hari-hari Pamungkas McDonald's di Rusia, Antre Panjang untuk Big Mac Terakhir, Rela Berkendara 250 Km

Hari-hari Pamungkas McDonald's di Rusia, Antre Panjang untuk Big Mac Terakhir, Rela Berkendara 250 Km

Global
Terdesak Kebutuhan dan Kebuntuan Sanksi, Uni Eropa Izinkan Pembelian Gas Rusia Diteruskan

Terdesak Kebutuhan dan Kebuntuan Sanksi, Uni Eropa Izinkan Pembelian Gas Rusia Diteruskan

Global
Wanita Ini Menyamar Jadi Pria Selama 36 Tahun demi Bisa Besarkan Anak dengan Aman

Wanita Ini Menyamar Jadi Pria Selama 36 Tahun demi Bisa Besarkan Anak dengan Aman

Global
Singapura Sebut Alasan UAS Ditolak Masuk, Tuding Ajarkan Ekstremisme

Singapura Sebut Alasan UAS Ditolak Masuk, Tuding Ajarkan Ekstremisme

Global
Anggota Parlemen Inggris Ditangkap Polisi, Diduga Lakukan Pemerkosaan

Anggota Parlemen Inggris Ditangkap Polisi, Diduga Lakukan Pemerkosaan

Global
Rusia Sebut Tak Akan Biarkan Perang Dunia 3 Pecah, tetapi dengan Syarat

Rusia Sebut Tak Akan Biarkan Perang Dunia 3 Pecah, tetapi dengan Syarat

Global
Tersangka Penembakan Massal Bermotif Rasialis Undang Orang untuk Tinjau Rencana Serangannya

Tersangka Penembakan Massal Bermotif Rasialis Undang Orang untuk Tinjau Rencana Serangannya

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.