Sempat Terhenti 5 Tahun, AS-Palestina Kembali Gelar Dialog Ekonomi

Kompas.com - 17/12/2021, 14:30 WIB

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Dialog Ekonomi AS-Palestina, USPED, kembali digelar untuk pertama kalinya setelah lebih dari lima tahun, kata Kermenterian Luar Negeri AS pada Selasa (14/12/2021).

"Para peserta mengakui pentingnya memulihkan hubungan politik dan ekonomi antara pemerintah AS dan Otoritas Palestina dan berjanji untuk memperluas dan memperdalam kerja sama," kata sebuah rilis dari Departemen Luar Negeri AS.

Baca juga: Ledakan Besar Mengguncang Kamp Palestina di Lebanon, Korban Tewas Belum Diketahui

Delegasi itu melibatkan sejumlah pejabat diplomatik dan perdagangan senior AS, termasuk Asisten Menlu untuk Urusan Timur Dekat Yael Lempert.

Lempert mengatakan kepada para pejabat Palestina bahwa Presiden AS Joe Biden menginginkan kebebasan, keamanan, dan kemakmuran untuk Wilayah Palestina.

"Menumbuhkan ekonomi Palestina juga akan memainkan peran penting dalam memajukan tujuan politik menyeluruh kami: solusi dua negara yang dinegosiasikan, dengan negara Palestina yang layak hidup berdampingan dalam perdamaian dan keamanan dengan Israel," kata Lempert.

Baca juga: 9 Desember 1987: Intifada Pertama Palestina Melawan Israel

Dialog dengan banyak kendala

Dialog USPED yang terakhir diadakan pada Mei 2016, sebelum mantan Presiden Donald Trump terpilih jadi presiden.

Trump kemudian bersikeras mengambil sikap pro-Israel, dan secara kontroversial memindahkan Kedutaan Besar AS di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Pemerintahan Joe Biden telah berjanji untuk membuka kembali konsulat AS untuk Wilayah Palestina, meskipun belum memberikan batas waktu untuk proyek ini.

AS juga telah memulihkan bantuan kepada Palestina yang dipangkas di bawah pemerintahan Trump.

Terlepas dari langkah-langkah ini, hubungan antara kedua pihak tetap diwarnai perbedaan pandangan.

Meskipun AS memiliki kantor urusan Palestina di dalam kedutaan besarnya di Yerusalem, Otoritas Palestina hingga kini tetap menolak kerja sama terbuka dengan Washington dalam bentuk apa pun.

Baca juga: Raed Salah, Pemimpin Politik Palestina Dibebaskan dari Penjara Israel

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.