Terpukul Hebat Varian Delta, Begini Cara India Hadapi Ancaman Varian Omicron

Kompas.com - 15/12/2021, 13:07 WIB
Seorang petugas kesehatan mengambil sampel swab seorang wanita untuk tes COVID-19 di pasar Minggu di Jammu, India, Minggu, 5 Desember 2021. AP PHOTO/CHANNI ANANDSeorang petugas kesehatan mengambil sampel swab seorang wanita untuk tes COVID-19 di pasar Minggu di Jammu, India, Minggu, 5 Desember 2021.

NEW DELHI, KOMPAS.com - Sejumlah negara dengan panik menutup kembali perbatasan secara parsial, sejak varian omicron terdeteksi akhir bulan lalu. Namun kondisinya berbeda di India, kepanikan justru terjadi di Institut Nasional Virologi (NIV) di kota barat Pune.

Fasilitas pengurutan genom tertua di India ini dan laboratorium sejenis lainnya bekerja sepanjang waktu, untuk mengidentifikasi orang yang mungkin terinfeksi varian baru Covid-19 di India.

Baca juga: Profesor Inggris Peringatkan Varian Omicron Berpotensi Picu Lonjakan Kasus Rawat Inap

Laboratorium-laboratorium inilah yang kini menjadi senjata utama India untuk mencoba menahan penyebaran varian Omicron.

Setiap hari NIV saja menerima sekitar 100 test swab tenggorokan dan hidung yang disegel dalam kotak-kotak kecil.

Jumlah itu kira-kira lima kali lebih banyak daripada sampel yang diuji sebelum munculnya varian omicron, yang pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan dan kini menyebar ke seluruh dunia.

Di ruangan kedap udara, kotak dibuka oleh peneliti yang mengenakan pakaian pelindung, dan proses untuk mengisolasi virus dimulai. Sampel diberi label dengan nomor sehingga para ilmuwan tidak tahu swab siapa yang mereka periksa.

Baca juga: Kasus Aktif Covid-19 Turun Drastis, Warga India Diminta Tetap Pakai Masker

"Ada tekanan besar pada kami saat ini untuk menyampaikan dengan cepat. Tetapi kami harus melakukannya dengan benar, dan ini bukan proses instan," kata Dr Varsha Potdar, ilmuwan senior dan pemimpin kelompok di NIV kepada BBC. 

Ponselnya nyaris tidak berhenti berdering.

Butuh waktu berjam-jam untuk menyiapkan sampel agar bisa dimasukkan ke mesin sequencing, yang dibeli Maret tahun lalu saat awal pandemi.

Mesin tersebut menghasilkan data, yang kemudian dibandingkan oleh program perangkat lunak dengan virus Covid-19 asli yang pertama kali diidentifikasi di Wuhan, China. Ini memberi tahu para ilmuwan varian mana yang telah terdeteksi.

Baca juga: Menolak Disuntik Vaksin, Pria India Memanjat Pohon sampai Satu Jam

Halaman:
Baca tentang

Video Pilihan

Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Di Singapura Dijual Brownies Seharga Rp 637 Ribu, Apa Istimewanya?

Di Singapura Dijual Brownies Seharga Rp 637 Ribu, Apa Istimewanya?

Global
Polisi AS Tembak Bocah 13 Tahun Tak Bersenjata, Diduga Bajak Mobil

Polisi AS Tembak Bocah 13 Tahun Tak Bersenjata, Diduga Bajak Mobil

Global
UAS Ditolak Masuk Singapura, Ini Hikmahnya bagi Penceramah dan Pemerintah Indonesia

UAS Ditolak Masuk Singapura, Ini Hikmahnya bagi Penceramah dan Pemerintah Indonesia

Global
Finlandia dan Swedia Daftar NATO, AS Nyatakan Dukungan Penuh

Finlandia dan Swedia Daftar NATO, AS Nyatakan Dukungan Penuh

Global
Setelah Tertunda, Senat AS Akhirnya Setujui Paket Bantuan Baru Rp586 Triliun untuk Ukraina

Setelah Tertunda, Senat AS Akhirnya Setujui Paket Bantuan Baru Rp586 Triliun untuk Ukraina

Global
China Berencana Beli Minyak Murah dari Rusia untuk Cadangan Strategis

China Berencana Beli Minyak Murah dari Rusia untuk Cadangan Strategis

Global
Kali Pertama Sejak Invasi di Ukraina, Petinggi Militer AS-Rusia Berdialog

Kali Pertama Sejak Invasi di Ukraina, Petinggi Militer AS-Rusia Berdialog

Global
Karena PR, Siswa di Malaysia Ini Dihukum Putari Lapangan 30 Kali Pakai Masker, Berujung Dibawa ke ICU

Karena PR, Siswa di Malaysia Ini Dihukum Putari Lapangan 30 Kali Pakai Masker, Berujung Dibawa ke ICU

Global
Merokok Sambil Mencaci Maki: Gaya Kim Jong Un saat Pimpin Rapat Covid-19

Merokok Sambil Mencaci Maki: Gaya Kim Jong Un saat Pimpin Rapat Covid-19

Global
McDonald's Akan Jual Bisnisnya di Rusia ke Operator Lokal, Ganti Nama Jadi MakDak?

McDonald's Akan Jual Bisnisnya di Rusia ke Operator Lokal, Ganti Nama Jadi MakDak?

Global
Waspada Wabah Cacar Monyet, Sudah Menyebar hingga Spanyol dan AS

Waspada Wabah Cacar Monyet, Sudah Menyebar hingga Spanyol dan AS

Global
Biden Fokus Jalani Agenda Kunjungan ke Korsel di Tengah Ancaman Nuklir

Biden Fokus Jalani Agenda Kunjungan ke Korsel di Tengah Ancaman Nuklir

Global
Tentara Rusia yang Dihukum Mati: Saya Minta Maaf Membunuh Warga Sipil

Tentara Rusia yang Dihukum Mati: Saya Minta Maaf Membunuh Warga Sipil

Global
Donbass Hancur Lebur Digempur Rusia, Zelensky: di Sana adalah Neraka

Donbass Hancur Lebur Digempur Rusia, Zelensky: di Sana adalah Neraka

Global
Rangkuman Hari Ke-85 Serangan Rusia ke Ukraina, Total 1.730 Pejuang Azovstal Menyerah, Tentara Rusia Hadapi Pengadilan Kejahatan Perang Pertama

Rangkuman Hari Ke-85 Serangan Rusia ke Ukraina, Total 1.730 Pejuang Azovstal Menyerah, Tentara Rusia Hadapi Pengadilan Kejahatan Perang Pertama

Global
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.