Wajahnya Mirip Buronan Korea Utara, Seorang Pria Ditangkap 5 Kali dalam 3 Hari

Kompas.com - 09/12/2021, 08:02 WIB
Besarnya hadiah yang ditawarkan China atas informasi terkait buronan Korea Utara, Zhu Xianjian (kiri), membuat seorang pria yang memiliki kemiripan wajah dengannya menjadi target.
via ODDITYCENTRALBesarnya hadiah yang ditawarkan China atas informasi terkait buronan Korea Utara, Zhu Xianjian (kiri), membuat seorang pria yang memiliki kemiripan wajah dengannya menjadi target.

BEIJING, KOMPAS.com - Seorang pria China baru-baru ini melewati minggu terburuk dalam hidupnya, setelah ditangkap lima kali hanya dalam tiga hari karena kemiripan yang luar biasa dengan seorang buronan paling dicari.

Pada Oktober 2021, seorang penjahat bernama Zhu Xianjian berhasil melarikan diri dari penjara di Provinsi Jilin, China Timur Laut. Pihak berwenang bergegas untuk menemukannya.

Baca juga: Buron Skandal Korupsi Terbesar Malaysia, Jho Low, Masih Sempat Berkencan dengan Model Top AS

Tetapi setelah menghabiskan waktu dan sumber daya yang berharga, mereka akhirnya menawarkan hadiah 150.000 yuan (Rp 338 juta), untuk informasi tentang keberadaan buronan. Penawaran ini kemudian dinaikkan hingga menjadi 700.000 yuan (Rp 1,5 miliar).

Melansir Odditycentral pada Senin (6/12/2021), besarnya hadiah itu membuat Zhu menjadi target yang berharga, terutama di bagian China yang pendapatan bulanan penduduknya rata-rata hanya 2.000 yuan (Rp 4,5 juta).

Ironisnya, mereka yang memiliki kemiripan dengan si buronan pun menjadi incaran dan harus menanggung penderitaan karenanya.

The Global Times baru-baru ini melaporkan kisah yang tidak terduga tentang seorang pria yang tidak disebutkan namanya dari kota Baicheng.

Polisi China dilaporkan telah menangkap seorang pria tidak kurang dari lima kali dalam tiga hari, karena kemiripan yang dia milikinya dengan Zhu Xianjian.

Baca juga: Junta Militer Myanmar Ancam Warga agar Tak Bantu Demonstran yang Jadi Buronan

Rekaman video menunjukkan pria yang mengenakan jaket biru di sebelah foto penjara Zhu, dan tidak dapat disangkal bahwa keduanya terlihat sangat mirip.

Foto Zhu dan hadiah uang yang ditawarkan oleh pihak berwenang China untuk informasi tentang keberadaannya menjadi berita utama di stasiun TV di seluruh Provinsi Jilin. Alhasil, orang yang tidak bersalah itu pun menjadi target berjalan.

Fakta bahwa dia memiliki fitur wajah yang sama dan bahkan potongan rambut yang sama dengan Zhu juga tidak banyak membantu pembelaannya.

Untungnya, mimpi buruk pria itu berakhir pada 28 November, ketika Zhu Xianjian akhirnya ditangkap oleh polisi.

Akibat cobaan luar biasa yang menimpanya, netizen China merekomendasikan agar dia memakai ID-nya di lehernya setiap saat.

Dengan hanya dua tahun tersisa dari hukuman penjara sebelas tahun, Zhu sekarang dihadapkan dengan waktu tambahan di balik jeruji besi setelah istirahat singkat dari luar penjara.

Baca juga: Buronan Diselamatkan dari Hutan Bakau dalam Kondisi Telanjang Bulat

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Separatis Ukraina Desak Rusia Kirim Senjata Modern untuk Perang, Bukan Senapan Era Soviet

Separatis Ukraina Desak Rusia Kirim Senjata Modern untuk Perang, Bukan Senapan Era Soviet

Global
Kremlin: AS Tidak Bahas Pandangan Rusia di Proposal untuk Ukraina

Kremlin: AS Tidak Bahas Pandangan Rusia di Proposal untuk Ukraina

Global
Ukraina Sambut Baik Rencana Rusia Lanjutkan Pembicaraan pada Awal Februari

Ukraina Sambut Baik Rencana Rusia Lanjutkan Pembicaraan pada Awal Februari

Global
Untidar Magelang Perkuat Kemitraan Global Lewat Kerja Sama dengan Perguruan Tinggi Belarus

Untidar Magelang Perkuat Kemitraan Global Lewat Kerja Sama dengan Perguruan Tinggi Belarus

Global
Kisah Misteri Brother Home, Penampungan Brutal yang Simpan Rahasia Kelam Korea Selatan

Kisah Misteri Brother Home, Penampungan Brutal yang Simpan Rahasia Kelam Korea Selatan

Global
IOC Akan Temui Peng Shuai, Bintang Tenis China yang 'Hilang', di Olimpiade Beijing

IOC Akan Temui Peng Shuai, Bintang Tenis China yang "Hilang", di Olimpiade Beijing

Global
Ditemukan Obyek Misterius dan Menakutkan di Galaksi Bimasakti

Ditemukan Obyek Misterius dan Menakutkan di Galaksi Bimasakti

Global
6 Warga Muda Jepang Tuntut PLTN Fukushima karena Kena Kanker Tiroid akibat Radiasi

6 Warga Muda Jepang Tuntut PLTN Fukushima karena Kena Kanker Tiroid akibat Radiasi

Global
Kekurangan Guru karena Covid-19, Gubernur Turun Tangan Jadi Pengganti

Kekurangan Guru karena Covid-19, Gubernur Turun Tangan Jadi Pengganti

Global
AS Tolak Permintaan Rusia Larang Ukraina Gabung NATO di Tengah Risiko Perang

AS Tolak Permintaan Rusia Larang Ukraina Gabung NATO di Tengah Risiko Perang

Global
Krisis Ukraina Ancam Pasokan Gas Bumi, Belanda Siapkan Rencana Darurat

Krisis Ukraina Ancam Pasokan Gas Bumi, Belanda Siapkan Rencana Darurat

Global
Presiden Israel Akan Kunjungi Turki, Erdogan Siap Perbaiki Hubungan

Presiden Israel Akan Kunjungi Turki, Erdogan Siap Perbaiki Hubungan

Global
7 Universitas Tertua di Dunia

7 Universitas Tertua di Dunia

Internasional
Rusia-Ukraina Sepakat Jaga Gencatan Senjata, tapi Kemungkinan Perang Masih Ada

Rusia-Ukraina Sepakat Jaga Gencatan Senjata, tapi Kemungkinan Perang Masih Ada

Global
Seorang Personel Garda Nasional Ukraina Serang Pabrik, 5 Tentara Tewas

Seorang Personel Garda Nasional Ukraina Serang Pabrik, 5 Tentara Tewas

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.