Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 06/12/2021, 18:08 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Duta Muda ASEAN Indonesia 2019 dan Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia (RI) menggelar acara Simulasi Sidang “Virtual Model ASEAN for Youth” selama dua hari pada Sabtu-Minggu (4-5/12/2021).

Dalam keterangan tertulis dari Kemlu RI yang diterima Kompas.com, Senin (6/12/2021), dijelaskan bahwa acara virtual tersebut dihadiri oleh 20 pemuda dari berbagai universitas dan sekolah menengah atas di Indonesia.

Acara berlangsung secara interaktif dan menghasilkan rasa antusiasme yang besar dari semua peserta.

Baca juga: ASEAN Tentang Keras Permintaan China Agar Junta Militer Myanmar Bergabung dalam KTT

Kegiatan simulasi sidang model ASEAN ini dimaksudkan untuk meningkatkan pemahaman kepada para pemuda akan keberadaan ASEAN.

Para pemuda di Indonesia diharapkan bisa memperoleh pengetahuan dan wawasan mengenai diplomasi terkait ASEAN.

Kegiatan ini mulanya dilaksanakan dengan memilih 20 pemuda atau pemudi berusia 18-25 tahun dari berbagai daerah di Indonesia untuk dijadikan sebagai peserta.

Setelah terpilih, mereka kemudian diminta berperan menjadi delegasi negara-negara ASEAN pada kegiatan simulasi sidang model ASEAN.

Program tersebut dihadiri oleh para narasumber terkait bidang-bidang penting yang relevan.

Beberapa narasumber yang turut diundang, yakni Duta Besar (Dubes) RI untuk Yunani 2017-2021, Ferry Adamhar; Dubes RI untuk Swedia 2016-2020, Bagas Hapsoro; Koordinator Fungsi Ekonomi KJRI Noumea, Tjoki Aprianda Siregar; dan Diplomat Madya, Mardy Ridha, yang saat ini bertugas di KBRI Washington DC, Amerika Serikat (AS).

Baca juga: Australia Terus Yakinkan Pemimpin ASEAN tentang Kapal Selam Nuklir

Selama dua hari materi diberikan dan langsung dipelajari oleh para peserta. Penyajiannya dilakukan dalam bentuk diskusi interaktif.

Substansi yang dibahas berupa pengenalan sidang ASEAN, relevansi pelaksanaan kerja sama tiga pilar ASEAN dengan komitmen Indonesia dalam mewujudkan tujuan ASEAN.

Nah, terakhir, dipraktekkanlah simulasi sidang ASEAN.

Sebelum mendalami subtansi mengenai diplomasi, khususnya tentang ASEAN, para peserta terlebih dahulu dibekali dengan kelas public speaking oleh pelatih berpengalaman yang saat ini bertugas di Yayasan Puteri Indonesia, yaitu Iqbal Darmawan.

Iqbal diketahui juga merupakan Duta Muda ASEAN-Indonesia 2019.

Para narasumber, penyelenggara acara, dan perwakilan para Duta Muda ASEAN Indonesia sepakat bahwa momen ini adalah kesempatan bagi peserta untuk dapat memainkan peran sebagai motor promosi ASEAN.

Acara ini diharapkan juga bisa berguna untuk membangun jejaring (networking) dengan para peserta dan semua pihak yang terkait.

Baca juga: Joe Biden Ikuti KTT AS-ASEAN, Tegaskan Komitmen Kemitraan

”Melalui simulasi sidang ini, kami dapat merasakan bagaimana mengemban mandat dan memperjuangan kepentingan nasional di forum regional ASEAN, khususnya dengan situasi seperti ini, yang dilakukan di balik layar. Di sisi lain, kami tetap dapat mengembangkan diri tanpa perlu jauh-jauh datang ke Jakarta, hanya duduk manis di belakang layar, dan bertemu dengan peserta lain yang berasal dari berbagai daerah”, kata Hino Samuel Jose, salah satu peserta yang ditunjuk sebagai chairperson dalam simulasi sidang.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Duta Muda ASEAN Indonesia, Rhadiyan Pribadi lebih khusus mengingatkan pesan Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi dalam pemilihan Duta Muda ASEAN pada 2019 yang kian relevan. Pesannya adalah menjadi wajah dan suara bagi Indonesia di ASEAN yang mencerminkan sumber daya manusia (SDM) Tanah Air yang unggul terutama mewakili generasi muda.

Sesuai dengan bunyi Deklarasi Bangkok tahun 1967 maka diskusi Duta Muda ASEAN Indonesia tersebut juga sangat strategis.

Kerja sama antarpemuda dapat meningkatkan pemahaman dan kepentingan bersama.

Dari kerja sama itu diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial, serta pengembangan kebudayaan di wilayah Asia Tenggara.

Semangat persahabatan diyakini akan memperkuat landasan komunitas di kawasan Asia tenggara yang damai dan sejahtera.

”Kegiatan ini memberi kesempatan kepada peserta untuk mendapatkan ilmu dari para Duta Besar, diplomat Indonesia serta pengajar yang berpengalaman, sebagai bekal teman-teman dalam studi maupun kehidupan sehari-hari. Saya percaya kegiatan ini akan memperkuat rasa kepemilikan, kesadaran, dan identitas terhadap ASEAN”, ujar Yuliana Bahar, Direktur Kerja Sama Sosial Budaya ASEAN, Kemlu RI.

Baca juga: Menlu Jepang Dorong Peningkatan Kerja Sama dengan Indonesia, Ini yang Dibahas

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com