Cukup 2 Menit, WNI di Luar Negeri Bisa Dapatkan E-KTP

Kompas.com - 06/12/2021, 14:37 WIB
Kondisi acara sosialisasi publik tentang Lapor Diri dan Layanan Kependudukan dan Pencatatan Sipil yang diadakan Kementerian Luar Negeri bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri dan KJRI Chicago menggelar di KJRI Chicago, AS, Minggu (5/12/2021) Kompas.comKondisi acara sosialisasi publik tentang Lapor Diri dan Layanan Kependudukan dan Pencatatan Sipil yang diadakan Kementerian Luar Negeri bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri dan KJRI Chicago menggelar di KJRI Chicago, AS, Minggu (5/12/2021)

CHICAGO, KOMPAS.com – Ada kabar gembira terkait layanan administrasi kependudukan bagi warga negara Indonesia (WNI) yang tengah berada di luar negeri.

Jika dahulu para WNI harus kembali ke Indonesia untuk membuat E-KTP, tidak demikian dengan sekarang.

Para WNI di luar negeri kini bisa membuat dokumen kependudukan tersebut di kantor perwakilan RI setempat.

Baca juga: KJRI Chicago Inisiasi Pembentukan Forum Pengusaha Diaspora Indonesia-Amerika

Setidaknya hal ini sudah dialami oleh sebagian WNI di wilayah kerja Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Chicago, Amerika Serikat (AS).

Pada Minggu (5/12/2021), Kementerian Luar Negeri bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri dan KJRI Chicago menggelar sosialisasi publik tentang "Lapor Diri dan Layanan Kependudukan dan Pencatatan Sipil" di KJRI Chicago.

Dalam sosialsiasi tersebut, tim dari Kementerian Dalam Negeri RI juga langsung memberikan pelayanan pembuatan E-KTP bagi beberapa wakil masyarakat yang hadir.

Dalam keterangan tertulis dari KJRI Chicago yang diterima Kompas.com, Senin (6/12/2021), diceritakan bahwa proses pembuatan E-KTP untuk WNI di luar negeri saat itu berlansung kilat, yakni hanya memakan waktu kurang lebih 2 menit.

Prosesnya terdiri dari perekaman sidik jari, biometrik, dan pengambilan foto diri. Setelah itu, E-KTP langsung dikirimkan dalam bentuk soft copy ke WNI yang bersangkutan.

Hal ini dirasa sangat membantu para WNI yang sudah bertahun-tahun tidak pulang ke Tanah Air tapi masih tercatat sebagai warga negara Indonesia.

Padahal KTP adalah dokumen yang notabene paling vital bagi WNI.

Baca juga: KJRI Chicago Sambut Duta Budaya dengan Gudeg Khas Yogyakarta

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sejarah Nuklir Korea Utara: Rudal Balistik, Hipersonik, hingga 16 Kali Bom Hiroshima

Sejarah Nuklir Korea Utara: Rudal Balistik, Hipersonik, hingga 16 Kali Bom Hiroshima

Internasional
Koleksi 10 Ribu Kantong Plastik Tua, Wanita Ini Pecahkan Rekor Dunia

Koleksi 10 Ribu Kantong Plastik Tua, Wanita Ini Pecahkan Rekor Dunia

Global
Pengintai UFO Mengklaim Lihat Penampakan UFO di Postingan Terbaru ISS

Pengintai UFO Mengklaim Lihat Penampakan UFO di Postingan Terbaru ISS

Global
Viral Foto Astronot Mengambang Tanpa Penambat, Fakta atau Hasil Editan?

Viral Foto Astronot Mengambang Tanpa Penambat, Fakta atau Hasil Editan?

Global
Nekat Selundupkan Narkoba dalam Kaleng Kacang, Pria Inggris Dijebloskan Penjara

Nekat Selundupkan Narkoba dalam Kaleng Kacang, Pria Inggris Dijebloskan Penjara

Global
Elon Musk: Saya Tidak Pernah Mencuit Sesuatu yang Kontroversial

Elon Musk: Saya Tidak Pernah Mencuit Sesuatu yang Kontroversial

Global
Australia Sedang Menghadapi Pandemi Covid-19 Terburuknya, Catatkan Rekor Kematian

Australia Sedang Menghadapi Pandemi Covid-19 Terburuknya, Catatkan Rekor Kematian

Global
Ralph Emery, Penyiar Radio dan TV Country Kenamaan, Meninggal Dunia

Ralph Emery, Penyiar Radio dan TV Country Kenamaan, Meninggal Dunia

Global
Kapal Selam Rudal Balistik AS Merapat ke Guam di Tengah Ketegangan Indo-Pasifik

Kapal Selam Rudal Balistik AS Merapat ke Guam di Tengah Ketegangan Indo-Pasifik

Global
Iran Hukum Mati Juara Tinju yang Ikut Demo Harga BBM 2019

Iran Hukum Mati Juara Tinju yang Ikut Demo Harga BBM 2019

Global
Mengapa Kompleks Kekaisaran di Beijing Disebut Kota Terlarang?

Mengapa Kompleks Kekaisaran di Beijing Disebut Kota Terlarang?

Global
18 Januari 1919: Konferensi Perdamaian Digelar di Paris Pasca-Perang Dunia I

18 Januari 1919: Konferensi Perdamaian Digelar di Paris Pasca-Perang Dunia I

Global
Tsunami Tonga: Jasad Wanita Inggris yang Hilang Ditemukan, Tewas Saat Selamatkan Anjingnya

Tsunami Tonga: Jasad Wanita Inggris yang Hilang Ditemukan, Tewas Saat Selamatkan Anjingnya

Global
Pangeran Harry Ajukan Banding Terkait Perlindungan Polisi Inggris

Pangeran Harry Ajukan Banding Terkait Perlindungan Polisi Inggris

Global
Studi Israel Sebut Pemberian Vaksin Covid-19 Kurang Ampuh Lawan Omicron

Studi Israel Sebut Pemberian Vaksin Covid-19 Kurang Ampuh Lawan Omicron

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.