Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Gunung Api yang Menewaskan 25.000 Orang dan Menghancurkan Satu Kota di Kolombia Aktif Lagi

Kompas.com - 06/12/2021, 14:01 WIB

ARMERO, KOMPAS.com - Gunung berapi Nevado del Ruiz yang pernah menghancurkan satu kota di Kolombia dan menewaskan 25.000 orang, aktif lagi.

Aktivitas gunung tersebut terlihat lagi mulai Sabtu (13/11/2021), menurut keterangan Badan Geologi Kolombia yang dikutip AFP.

Gunung Nevado del Ruiz akhir pekan itu memuntahkan abu dan gas, pada peringatan 36 tahun letusan dahsyatnya.

Baca juga: 10 Letusan Gunung Api Terbesar di Dunia, Ada 2 dari Indonesia

Nevado del Ruiz di Kolombia barat adalah salah satu dari banyak gunung berapi di Cincin Api, jalur di sekitar lengkung Pasifik banyak dihuni gunung berapi aktif dan sering terjadi gempa bumi.

Pada akhir 1985, setelah puluhan tahun tertidur, gunung Nevado del Ruiz mulai bergemuruh.

Kemudian, tanggal 13 November gunung itu meletus, memancarkan begitu banyak panas sehingga melelehkan salju yang menutupi gunung itu secara permanen.

Letusan gunung Nevado del Ruiz memicu banjir lumpur yang mengalir dan menyapu kota Armero, menewaskan separuh dari 50.000 penduduknya.

Terukir dalam ingatan orang Kolombia dan orang-orang di seluruh dunia adalah rekaman Omayra Sanchez yang berusia 13 tahun, yang terperangkap di puing-puing rumahnya yang hancur dengan air dan lumpur hingga ke lehernya.

Dia terjebak tiga hari seperti itu sampai akhirnya meninggal.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Letusan Nevado del Ruiz dianggap sebagai bencana alam terburuk dalam sejarah Kolombia, dan salah satu letusan gunung berapi paling mematikan di abad ke-20.

Sekarang, Nevado del Ruiz berada dalam periode ketidakstabilan selama lebih dari 11 tahun, kata Badan Geologi Kolombia.

Baca juga: Kabar Erupsi Gunung Semeru Telah Tersebar ke Seluruh Dunia

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber AFP
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pria Ini Sial 3 Kali Jadi Korban Salah Tangkap Polisi karena Punya Nama Sama dengan Bandar Narkoba

Pria Ini Sial 3 Kali Jadi Korban Salah Tangkap Polisi karena Punya Nama Sama dengan Bandar Narkoba

Global
Niat Olok-olok Menlu Rusia, Kemenlu Jerman Malah Disemprot Pejabat Afrika

Niat Olok-olok Menlu Rusia, Kemenlu Jerman Malah Disemprot Pejabat Afrika

Global
Kedutaan Besar Azerbaijan di Teheran Diserang, 1 Penjaga Tewas

Kedutaan Besar Azerbaijan di Teheran Diserang, 1 Penjaga Tewas

Global
Arkeolog Mesir Klaim Temukan Makam Firaun Berisi Mumi Tertua dan Terlengkap

Arkeolog Mesir Klaim Temukan Makam Firaun Berisi Mumi Tertua dan Terlengkap

Global
Militer AS Klaim Bunuh Pejabat Senior ISIS di Somalia

Militer AS Klaim Bunuh Pejabat Senior ISIS di Somalia

Global
Muncul Desakan dari Ukraina, Ayah Djokovic Pilih Tak Akan Hadiri Semifinal Australia Open

Muncul Desakan dari Ukraina, Ayah Djokovic Pilih Tak Akan Hadiri Semifinal Australia Open

Global
CDC: Ada Risiko Stroke pada Lansia yang Terima Booster Pfizer

CDC: Ada Risiko Stroke pada Lansia yang Terima Booster Pfizer

Global
Cuaca Ekstrem di Afghanistan, Anak-anak Menangis Sepanjang Malam, 162 Warga Tewas

Cuaca Ekstrem di Afghanistan, Anak-anak Menangis Sepanjang Malam, 162 Warga Tewas

Global
Kanada Tunjuk Amira Elghawaby Jadi Penasihat Anti-Islamofobia

Kanada Tunjuk Amira Elghawaby Jadi Penasihat Anti-Islamofobia

Global
Sosiolog: Indonesia Bisa Saja Alami Resesi Seks Kelak seperti China dan Jepang, Ini Alasannya

Sosiolog: Indonesia Bisa Saja Alami Resesi Seks Kelak seperti China dan Jepang, Ini Alasannya

Global
Israel Serang Gaza, Balas Serangan Milisi Palestina

Israel Serang Gaza, Balas Serangan Milisi Palestina

Global
Kondisi Perusahaan Pos Inggris Royal Mail Pasca-gangguan Online

Kondisi Perusahaan Pos Inggris Royal Mail Pasca-gangguan Online

Global
Ada Peran Pengusaha Lebanon di Balik Keuangan Hezbollah, Benarkah?

Ada Peran Pengusaha Lebanon di Balik Keuangan Hezbollah, Benarkah?

Global
Serangan Membabi Buta Pasukan Israel di Tepi Barat, 10 Orang Terbunuh

Serangan Membabi Buta Pasukan Israel di Tepi Barat, 10 Orang Terbunuh

Global
Makin Beringas, Grup Militer Wagner Terus Digempur Sanksi AS

Makin Beringas, Grup Militer Wagner Terus Digempur Sanksi AS

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+