Gunung Api yang Menewaskan 25.000 Orang dan Menghancurkan Satu Kota di Kolombia Aktif Lagi

Kompas.com - 06/12/2021, 14:01 WIB
Banjir lumpur yang menghancurkan kota Armero, Kolombia, akibat letusan gunung Nevado del Ruiz pada 18 November 1985. AP PHOTO/CARLOS OSORIOBanjir lumpur yang menghancurkan kota Armero, Kolombia, akibat letusan gunung Nevado del Ruiz pada 18 November 1985.

ARMERO, KOMPAS.com - Gunung berapi Nevado del Ruiz yang pernah menghancurkan satu kota di Kolombia dan menewaskan 25.000 orang, aktif lagi.

Aktivitas gunung tersebut terlihat lagi mulai Sabtu (13/11/2021), menurut keterangan Badan Geologi Kolombia yang dikutip AFP.

Gunung Nevado del Ruiz akhir pekan itu memuntahkan abu dan gas, pada peringatan 36 tahun letusan dahsyatnya.

Baca juga: 10 Letusan Gunung Api Terbesar di Dunia, Ada 2 dari Indonesia

Nevado del Ruiz di Kolombia barat adalah salah satu dari banyak gunung berapi di Cincin Api, jalur di sekitar lengkung Pasifik banyak dihuni gunung berapi aktif dan sering terjadi gempa bumi.

Pada akhir 1985, setelah puluhan tahun tertidur, gunung Nevado del Ruiz mulai bergemuruh.

Kemudian, tanggal 13 November gunung itu meletus, memancarkan begitu banyak panas sehingga melelehkan salju yang menutupi gunung itu secara permanen.

Letusan gunung Nevado del Ruiz memicu banjir lumpur yang mengalir dan menyapu kota Armero, menewaskan separuh dari 50.000 penduduknya.

Terukir dalam ingatan orang Kolombia dan orang-orang di seluruh dunia adalah rekaman Omayra Sanchez yang berusia 13 tahun, yang terperangkap di puing-puing rumahnya yang hancur dengan air dan lumpur hingga ke lehernya.

Dia terjebak tiga hari seperti itu sampai akhirnya meninggal.

Letusan Nevado del Ruiz dianggap sebagai bencana alam terburuk dalam sejarah Kolombia, dan salah satu letusan gunung berapi paling mematikan di abad ke-20.

Sekarang, Nevado del Ruiz berada dalam periode ketidakstabilan selama lebih dari 11 tahun, kata Badan Geologi Kolombia.

Baca juga: Kabar Erupsi Gunung Semeru Telah Tersebar ke Seluruh Dunia

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fisikawan Perancis Ciptakan Gelembung Ajaib, Butuh Lebih dari Satu Tahun untuk Meletus

Fisikawan Perancis Ciptakan Gelembung Ajaib, Butuh Lebih dari Satu Tahun untuk Meletus

Global
MI5: Partai Komunis China Hendak Susupi Parlemen Inggris

MI5: Partai Komunis China Hendak Susupi Parlemen Inggris

Global
Iseng Periksa Folder Spam Email, Wanita Ini Temukan Jackpot Lotre Jutaan Dollar AS

Iseng Periksa Folder Spam Email, Wanita Ini Temukan Jackpot Lotre Jutaan Dollar AS

Global
Sepekan Tsunami Tonga: Kronologi, Dampak, dan Kondisi Terkini

Sepekan Tsunami Tonga: Kronologi, Dampak, dan Kondisi Terkini

Global
Misteri Hilangnya Keluarga Jamison, Benarkah Jadi Target Sekte Sesat?

Misteri Hilangnya Keluarga Jamison, Benarkah Jadi Target Sekte Sesat?

Global
Paus Fransiskus Khawatirkan Ketegangan Ukraina, Risiko Keamanan Bayangi Eropa

Paus Fransiskus Khawatirkan Ketegangan Ukraina, Risiko Keamanan Bayangi Eropa

Global
Insiden Dyatlov Pass: Misteri Kematian 9 Pendaki Rusia di Tengah Salju

Insiden Dyatlov Pass: Misteri Kematian 9 Pendaki Rusia di Tengah Salju

Global
Situasi Makin Panas, Keluarga Personel Kedutaan AS Diminta Tinggalkan Ukraina

Situasi Makin Panas, Keluarga Personel Kedutaan AS Diminta Tinggalkan Ukraina

Global
Situasi Rusia-Ukraina Makin Panas, AS Kirim Kapal Induk

Situasi Rusia-Ukraina Makin Panas, AS Kirim Kapal Induk

Global
Covid-19 India Memburuk Lagi, Catat 300.000 Kasus 4 Hari Berturut-turut

Covid-19 India Memburuk Lagi, Catat 300.000 Kasus 4 Hari Berturut-turut

Global
CEO Pfizer: Pemberian Booster Covid-19 yang Terlalu Sering Bukan Skenario yang Baik

CEO Pfizer: Pemberian Booster Covid-19 yang Terlalu Sering Bukan Skenario yang Baik

Global
Kebakaran California Lalap 1.500 Hektare Lahan, Ratusan Orang Dievakuasi

Kebakaran California Lalap 1.500 Hektare Lahan, Ratusan Orang Dievakuasi

Global
Cium Kaki Ibu di Pengadilan, Pria Mesir Selamat dari Hukuman Mati

Cium Kaki Ibu di Pengadilan, Pria Mesir Selamat dari Hukuman Mati

Global
Bantuan Kemanusiaan jadi Agenda Utama Pertemuan Taliban dengan Negara Barat

Bantuan Kemanusiaan jadi Agenda Utama Pertemuan Taliban dengan Negara Barat

Global
Buku Terbaru Ungkap Peran Elite Teknologi AS Bantu China Capai Supremasi Global

Buku Terbaru Ungkap Peran Elite Teknologi AS Bantu China Capai Supremasi Global

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.