Kekurangan Perawat, Jerman Cari Tambahan Nakes di India

Kompas.com - 05/12/2021, 23:30 WIB
Dengan merekrut tenaga medis dari India, Jerman berharap bisa mengisi kekosongan tenaga kerja kesehatan. DPA/M KUSCH via DW INDONESIADengan merekrut tenaga medis dari India, Jerman berharap bisa mengisi kekosongan tenaga kerja kesehatan.

BERLIN, KOMPAS.com - Dinas tenaga kerja Jerman, Bundesagentur fuer Arbeit (BA), sebelumnya sudah melakukan perundingan dan persiapan selama satu tahun, guna mendatangkan tenaga kesehatan dari negara bagian Kerala, India untuk bekerja di Jerman.

Perekrutan tenaga kesehatan itu akan dilakukan melalui program khusus "Triple Win", yang dijalankan oleh BA bersama-sama dengan lembaga kerja sama internasional Jerman, GIZ.

Dengan program "Triple Win", tenaga kerja yang direkrut akan mendapat izin kerja dan izin tinggal di Jerman lewat jalur cepat.

Baca juga: Jerman Punya 925.800 Kasus Aktif Covid-19 Saat Ini, Akan Lockdown Warga yang Tak Vaksin

Perekrutan tenaga kesehatan itu hanya dilakukan lewat program "Triple Win", tanpa melibatkan lembaga pengiriman tenaga kerja swasta, kata dinas tenaga kerja Jerman, BA.

Setelah pembicaraan selama setahun, perjanjian akhirnya ditandatangani hari Kamis (2/12/2021) oleh Direktur Internasional BA, Markus Biercher, dan Harikrishnan Namboothiri, Direktur Norka Roots, mitra kerja resmi BA di Kerala.

Jerman membutuhkan banyak tenaga kerja kesehatan dari luar negeri.DPA via DW INDONESIA Jerman membutuhkan banyak tenaga kerja kesehatan dari luar negeri.
Mengisi kekosongan tenaga kerja kesehatan

Dengan penandatanganan perjanjian itu, Jerman berharap bisa mengisi kekosongan tenaga kerja kesehatan yang makin akut.

Ini menjadi perjanjian kedua yang ditandatangai untuk mendatangkan tenaga kerja dari Asia. Akhir Agustus lalu, Jerman sudah menandatangani perjanjian untuk mendatangkan tenaga kerja dari Indonesia.

Dinas tenaga kerja Jerman menjelaskan, perekrutan semacam itu harus memenuhi persyaratan WHO, antara lain hanya bisa dilakukan dengan negara yang memiliki kelebihan tenaga kesehatan.

Di negara bagian Kerala, jumlah tenaga kesehatan per penduduk memang lebih tinggi daripada angka rata-rata di seluruh India. Bagi Kerala, inilah perjanjian internasional pertama yang dibuat dengan sebuah negara anggota Uni Eropa.

Selain dari Indonesia dan India, Jerman sudah mendatangkan tenaga kesehatan langsung dari ChinaDPA/J WOLF via DW INDONESIA Selain dari Indonesia dan India, Jerman sudah mendatangkan tenaga kesehatan langsung dari China
UU baru memungkinkan perekrutan langsung dari luar negeri

Menurut rencana, tenaga kesehatan gelombang pertama sudah akan masuk ke pasar kerja Jerman tahun 2022. Pihak Jerman akan membiayai kursus bahasa selama beberapa bulan di negara asal dan juga melakukan pelatihan kerja untuk memperkenalkan sistem kerja di Jerman.

Kegiatan dinas tenaga kerja BA di luar negeri dimungkinkan dengan UU Baru dari 1 Maret 2020 tentang perekrutan tenaga kerja langsung dari negara asal. Menurut UU itu. BA berhak melakukan perundingan dengan negara asing untuk mendatangkan tenaga kerja untuk sektor-sektor yang mengalami kelangkaan tenaga kerja.

UU itu juga mengatur jalur cepat pengakuan ijazah pendidikan tenaga kerja dari luar negeri dan prosedur khusus pemberian izin kerja dan izin tinggal di Jerman.

Baca juga: Parahnya Covid-19 Jerman, Pesawat Militer Dikerahkan Bantu Pasien Cari RS ke Seluruh Negeri

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berani Pamer Tato di Profil Profesional Linkedin, Wanita Kantoran ini Panen Apresiasi

Berani Pamer Tato di Profil Profesional Linkedin, Wanita Kantoran ini Panen Apresiasi

Global
Kucing atau Anjing? Saking Besarnya Hewan Peliharaan Ini Sering Buat Orang Bingung

Kucing atau Anjing? Saking Besarnya Hewan Peliharaan Ini Sering Buat Orang Bingung

Global
Menilik Keunikan Berlian Hitam Langka 555,55 Karat, Bahannya Diduga dari Luar Angkasa

Menilik Keunikan Berlian Hitam Langka 555,55 Karat, Bahannya Diduga dari Luar Angkasa

Global
Koalisi Saudi Kirim Serangan Balik Setelah Drone Houthi Berhasil Tembus Ibu Kota UEA

Koalisi Saudi Kirim Serangan Balik Setelah Drone Houthi Berhasil Tembus Ibu Kota UEA

Global
Santap All-You-Can-Eat Secara Rakus dan Sembrono, Wanita AS Digotong ke RS

Santap All-You-Can-Eat Secara Rakus dan Sembrono, Wanita AS Digotong ke RS

Global
UU Baru Perancis Larang Warga Belum Vaksinasi Masuki Tempat Umum

UU Baru Perancis Larang Warga Belum Vaksinasi Masuki Tempat Umum

Global
EuroCham Indonesia Luncurkan Laporan Kinerja Perusahaan Soal Pencapaian SDGs

EuroCham Indonesia Luncurkan Laporan Kinerja Perusahaan Soal Pencapaian SDGs

Global
Sejumlah Maskapai Tangguhkan Penerbangan ke AS karena Masalah 5G

Sejumlah Maskapai Tangguhkan Penerbangan ke AS karena Masalah 5G

Global
Misteri Kutukan Makam Firaun, Disebut Bisa Celaka Jika Nekat Membukanya

Misteri Kutukan Makam Firaun, Disebut Bisa Celaka Jika Nekat Membukanya

Global
Kisah Erich Hartmann: Pilot Pesawat Tempur Tersukses, Penggempur Angkasa Tanpa Ampun

Kisah Erich Hartmann: Pilot Pesawat Tempur Tersukses, Penggempur Angkasa Tanpa Ampun

Global
Janis Joplin: Pesona First Lady of Rock and Roll dan Petaka Adiksi

Janis Joplin: Pesona First Lady of Rock and Roll dan Petaka Adiksi

Global
Mobilnya Pecahkan Es dan Perlahan Tenggelam di Sungai Beku, Wanita Ini Sibuk Selfie

Mobilnya Pecahkan Es dan Perlahan Tenggelam di Sungai Beku, Wanita Ini Sibuk Selfie

Global
Sinovac Pelajari Perkembangan Kasus Omicron di Indonesia

Sinovac Pelajari Perkembangan Kasus Omicron di Indonesia

Global
Dubes RI Rudy Alfonso Serahkan Surat-surat Kepercayaan kepada Presiden Portugal

Dubes RI Rudy Alfonso Serahkan Surat-surat Kepercayaan kepada Presiden Portugal

Global
Situasi Covid-19 di Perancis Terus Memburuk, Rekor 464.769 Kasus Baru dalam Sehari

Situasi Covid-19 di Perancis Terus Memburuk, Rekor 464.769 Kasus Baru dalam Sehari

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.