Tentara India Salah Sasaran Tewaskan 14 Warga Sipil, Awalnya Targetkan Pemberontak

Kompas.com - 05/12/2021, 14:02 WIB
Gambar yang diambil pada 12 Juni 2015 memperlihatkan seorang tentara India berjaga di pos keamanan perbatasan Kashmir dengan Pakistan. ShutterstockGambar yang diambil pada 12 Juni 2015 memperlihatkan seorang tentara India berjaga di pos keamanan perbatasan Kashmir dengan Pakistan.

GUWAHATI, KOMPAS.com – Sedikitnya 14 warga sipil dan satu personel keamanan tewas ketika pasukan India melancarkan serangan di Negara Bagian Nagaland.

Mereka menjadi korban salah sasaran dari operasi pasukan India yang menargetkan kelompok pemberontak di wilayah terpencil sebagaimana dilansir Reuters.

Menteri Dalam Negeri India Amit Shah mengaku sedih mendengar tewasnya warga sipil dalam insiden yang terjadi pada Sabtu (4/12/2021).

Baca juga: Di Desa Terpencil India, Setiap Orang Punya Lagu sebagai Nama

Kepala Menteri Nagaland Neiphiu Rio mengatakan kepada Reuters bahwa investigasi mengenai insiden memilukan tersebut akan diluncurkan.

Rio menuturkan, mereka yang terbukti bersalah bakal dihukum. Dia menambahkan, insiden tersebut merupakan kegagalan intelijen.

Penduduk setempat di Nagaland sering menyebut pasukan India salah menargetkan penduduk setempat yang tidak bersalah dalam operasi kontra-pemberontakan.

Insiden itu terjadi di sekitar Desa Oting di Distrik Mon, yang berbatasan dengan Myanmar, dalam operasi kontra-pemberontakan yang dilakukan oleh personel Assam Rifles.

Baca juga: Lintasi Rel, 2 Gajah Liar Mati Ditabrak Kereta di India

Penembakan dimulai ketika sebuah truk yang membawa 30 atau lebih pekerja tambang batu bara melewati area kamp Assam Rifles.

Seorang pejabat senior polisi mengatakan kepada Reuters bahwa pasukan Assam Rifles mendapat masukan intelijen tentang beberapa gerakan milisi di daerah itu.

“Dan saat melihat truk, mereka menduga para penambang itu sebagai pemberontak dan melepaskan tembakan, menewaskan enam pekerja," kata pejabat senior polisi tersebut yang meminta namanya disamarkan.

Baca juga: Sekolah di New Delhi India Tutup Lagi karena Polusi Udara

Polisi tersebut menambahkan, setelah berita penembakan itu menyebar di desa, ratusan warga suku langsung mengepung kamp tentara.

“Mereka membakar kendaraan Assam Rifles dan bentrok dengan polisi menggunakan senjata sedanya,” imbuhnya.

“Personel Assam Rifles lantas membalas serangan. Sebanyak delapan warga sipil dan seorang anggota keamanan termasuk di antara mereka yang tewas,” sambungnya.

Baca juga: Warga India Heboh, Macan Tutul Masuk Sekolah dan Serang Seorang Siswa

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Temuan Perwakilan Barat di Norwegia, Taliban Minta Aset Dicairkan

Temuan Perwakilan Barat di Norwegia, Taliban Minta Aset Dicairkan

Global
Efek Ghozali: Bagaimana Cara Menjual NFT dan Apakah Transaksinya Aman?

Efek Ghozali: Bagaimana Cara Menjual NFT dan Apakah Transaksinya Aman?

Internasional
Wanita Ini Memaksa Seorang Ibu untuk Menjual Anaknya dengan Menawarkan Rp7,1 Miliar

Wanita Ini Memaksa Seorang Ibu untuk Menjual Anaknya dengan Menawarkan Rp7,1 Miliar

Global
Setelah Kisahnya Tersebar, Rohana Mengaku Dapat Tawaran Kuliah dari 2 Universitas di Malaysia

Setelah Kisahnya Tersebar, Rohana Mengaku Dapat Tawaran Kuliah dari 2 Universitas di Malaysia

Global
NASA: Letusan Gunung Api Tonga Ratusan Kali Lebih Kuat dari Bom Atom Hiroshima

NASA: Letusan Gunung Api Tonga Ratusan Kali Lebih Kuat dari Bom Atom Hiroshima

Global
China Cabut Lockdown di Xi'an Jelang Olimpiade Beijing

China Cabut Lockdown di Xi'an Jelang Olimpiade Beijing

Global
Pemburu Harta Karun Amatir Berhasil Gali Tumpukan Emas Celtic Berusia 2.000 Tahun

Pemburu Harta Karun Amatir Berhasil Gali Tumpukan Emas Celtic Berusia 2.000 Tahun

Global
Jean-Jacques Savin, Petualang Perancis Tewas dalam Misi Mendayung Solo Melintasi Atlantik

Jean-Jacques Savin, Petualang Perancis Tewas dalam Misi Mendayung Solo Melintasi Atlantik

Global
Selama 2021, China Menghukum Lebih dari 600.000 Pejabat, Ini Alasannya

Selama 2021, China Menghukum Lebih dari 600.000 Pejabat, Ini Alasannya

Global
UEA Cegat 2 Rudal Balistik yang Ditembakkan Houthi dari Yaman

UEA Cegat 2 Rudal Balistik yang Ditembakkan Houthi dari Yaman

Global
China Terbangkan 39 Pesawat Tempur ke ADIZ Taiwan, Terbanyak Kedua yang Tercatat

China Terbangkan 39 Pesawat Tempur ke ADIZ Taiwan, Terbanyak Kedua yang Tercatat

Global
Usai Mundur dari Pilpres Italia, Silvio Berlusconi Masuk Rumah Sakit Lagi

Usai Mundur dari Pilpres Italia, Silvio Berlusconi Masuk Rumah Sakit Lagi

Global
Ribuan Orang Berdemo Menentang Mandat Masker dan Vaksin di AS

Ribuan Orang Berdemo Menentang Mandat Masker dan Vaksin di AS

Global
Ukraina-Rusia Makin Tegang, AS Perintahkan Warganya Segera Keluar dari Kiev

Ukraina-Rusia Makin Tegang, AS Perintahkan Warganya Segera Keluar dari Kiev

Global
Terungkap Syarat AS ke Iran untuk Bisa Kembali Patuh ke Kesepakatan Nuklir 2015

Terungkap Syarat AS ke Iran untuk Bisa Kembali Patuh ke Kesepakatan Nuklir 2015

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.