Jerman Punya 925.800 Kasus Aktif Covid-19 Saat Ini, Akan Lockdown Warga yang Tak Vaksin

Kompas.com - 04/12/2021, 17:56 WIB
Awak ambulans Belanda membawa seorang pasien COVID-19 dari Rotterdam ke Rumah Sakit BG University Bochum, Jerman, Selasa, 23 November 2021 ROLAND WEIHRAUCH/DPA via APAwak ambulans Belanda membawa seorang pasien COVID-19 dari Rotterdam ke Rumah Sakit BG University Bochum, Jerman, Selasa, 23 November 2021

BERLIN, KOMPAS.com - Menteri Kesehatan Jerman Jens Spahn mengatakan pad Jumat (3/12/2021) bahwa lebih dari satu persen populasi saat ini terinfeksi virus corona. Dia pun meminta warga untuk divaksinasi jika mereka belum melakukannya.

Covid-19 Jerman mengonfirmasi 74.352 kasus Covid-19 harian baru dan 390 kematian tambahan, menurut angka yang diterbitkan oleh badan pengendalian penyakit federal.

Baca juga: Parahnya Covid-19 Jerman, Pesawat Militer Dikerahkan Bantu Pasien Cari RS ke Seluruh Negeri

Menurut perhitungan Institut Robert Koch, sekitar 925.800 orang di Jerman dianggap aktif terinfeksi virus Covid-19 saat ini.

Menteri Kesehatan Jerman Jens Spahn mencatat bahwa jumlah penduduk tidak divaksinasi yang terinfeksi dan sakit parah jauh lebih tinggi, daripada orang yang belum divaksin dari keseluruhan populasi.

“Jika semua orang dewasa Jerman divaksinasi, kami tidak akan berada dalam situasi sulit ini,” katanya kepada wartawan di Berlin melansir AP pada Jumat (3/11/2021).

Perawat perawatan intensif merawat pasien yang sakit parah dengan penyakit Covid-19 di unit perawatan intensif Corona di Rumah Sakit Universitas di Halle/Saale pada Senin, 22 November 2021. HENDRIK SCHMIDT/DPA via AP Perawat perawatan intensif merawat pasien yang sakit parah dengan penyakit Covid-19 di unit perawatan intensif Corona di Rumah Sakit Universitas di Halle/Saale pada Senin, 22 November 2021.

Spahn berbicara sehari setelah para pemimpin federal dan negara bagian mengumumkan pembatasan baru yang ketat.

Pembatasan terbaru sebagian besar menargetkan orang yang tidak divaksinasi, mencegah mereka memasuki toko, restoran, tempat olahraga dan budaya yang tidak penting.

Pemerintah Jerman juga berencana mengajukan mandat vaksin umum untuk dipertimbangkan parlemen.

Baca juga: Inggris, Jerman dan Italia Laporkan Temuan Kasus Varian Omicron, Israel Tutup Total Perbatasan

Spahn, yang kemungkinan akan meninggalkan jabatannya minggu depan ketika pemerintah kiri-tengah baru Jerman mulai menjabat, telah menentang vaksinasi wajib.

Pada Jumat (3/11/2021), dia mengatakan akan memberikan suara menentang tindakan mandat vaksin Covid-19 tersebut.

Sekitar 68,8 persen orang di Jerman telah divaksinasi lengkap, sementara pemerintah telah menetapkan target minimal 75 persen.

Untuk pertama kalinya sejak musim panas, lebih dari 1 juta dosis diberikan dalam satu hari Rabu (1/12/2021).

Baca juga: Kasus Covid-19 Jerman Naik 400 Per 100.000 Penduduk, PM: Aturan Pembatasan Ketat Tidak Bisa Dihindari

Seorang pekerja medis berdiri di depan pintu sebuah barbershop yang sebagian diubah menjadi test center di Frankfurt, Jerman, Senin, 15 November 2021. MICHAEL PROBST/AP Seorang pekerja medis berdiri di depan pintu sebuah barbershop yang sebagian diubah menjadi test center di Frankfurt, Jerman, Senin, 15 November 2021.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang

Video Pilihan

Sumber AP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Temuan Perwakilan Barat di Norwegia, Taliban Minta Aset Dicairkan

Temuan Perwakilan Barat di Norwegia, Taliban Minta Aset Dicairkan

Global
Efek Ghozali: Bagaimana Cara Menjual NFT dan Apakah Transaksinya Aman?

Efek Ghozali: Bagaimana Cara Menjual NFT dan Apakah Transaksinya Aman?

Internasional
Wanita Ini Memaksa Seorang Ibu untuk Menjual Anaknya dengan Menawarkan Rp7,1 Miliar

Wanita Ini Memaksa Seorang Ibu untuk Menjual Anaknya dengan Menawarkan Rp7,1 Miliar

Global
Setelah Kisahnya Tersebar, Rohana Mengaku Dapat Tawaran Kuliah dari 2 Universitas di Malaysia

Setelah Kisahnya Tersebar, Rohana Mengaku Dapat Tawaran Kuliah dari 2 Universitas di Malaysia

Global
NASA: Letusan Gunung Api Tonga Ratusan Kali Lebih Kuat dari Bom Atom Hiroshima

NASA: Letusan Gunung Api Tonga Ratusan Kali Lebih Kuat dari Bom Atom Hiroshima

Global
China Cabut Lockdown di Xi'an Jelang Olimpiade Beijing

China Cabut Lockdown di Xi'an Jelang Olimpiade Beijing

Global
Pemburu Harta Karun Amatir Berhasil Gali Tumpukan Emas Celtic Berusia 2.000 Tahun

Pemburu Harta Karun Amatir Berhasil Gali Tumpukan Emas Celtic Berusia 2.000 Tahun

Global
Jean-Jacques Savin, Petualang Perancis Tewas dalam Misi Mendayung Solo Melintasi Atlantik

Jean-Jacques Savin, Petualang Perancis Tewas dalam Misi Mendayung Solo Melintasi Atlantik

Global
Selama 2021, China Menghukum Lebih dari 600.000 Pejabat, Ini Alasannya

Selama 2021, China Menghukum Lebih dari 600.000 Pejabat, Ini Alasannya

Global
UEA Cegat 2 Rudal Balistik yang Ditembakkan Houthi dari Yaman

UEA Cegat 2 Rudal Balistik yang Ditembakkan Houthi dari Yaman

Global
China Terbangkan 39 Pesawat Tempur ke ADIZ Taiwan, Terbanyak Kedua yang Tercatat

China Terbangkan 39 Pesawat Tempur ke ADIZ Taiwan, Terbanyak Kedua yang Tercatat

Global
Usai Mundur dari Pilpres Italia, Silvio Berlusconi Masuk Rumah Sakit Lagi

Usai Mundur dari Pilpres Italia, Silvio Berlusconi Masuk Rumah Sakit Lagi

Global
Ribuan Orang Berdemo Menentang Mandat Masker dan Vaksin di AS

Ribuan Orang Berdemo Menentang Mandat Masker dan Vaksin di AS

Global
Ukraina-Rusia Makin Tegang, AS Perintahkan Warganya Segera Keluar dari Kiev

Ukraina-Rusia Makin Tegang, AS Perintahkan Warganya Segera Keluar dari Kiev

Global
Terungkap Syarat AS ke Iran untuk Bisa Kembali Patuh ke Kesepakatan Nuklir 2015

Terungkap Syarat AS ke Iran untuk Bisa Kembali Patuh ke Kesepakatan Nuklir 2015

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.