Khawatirkan Omicron, PM Jepang Kemungkinan Batal Kunjungi AS

Kompas.com - 04/12/2021, 12:58 WIB
Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida berbicara di depan pasukan Pasukan Bela Diri Jepang di Kamp Pasukan Bela Diri Jepang Asaka di Tokyo, Jepang, Sabtu, 27 November 2021. KIYOSHI OTA/POOL PHOTO via APPerdana Menteri Jepang Fumio Kishida berbicara di depan pasukan Pasukan Bela Diri Jepang di Kamp Pasukan Bela Diri Jepang Asaka di Tokyo, Jepang, Sabtu, 27 November 2021.

TOKYO, KOMPAS.com – Perdana Menteri (PM) Jepang Fumio Kishida kemungkinan akan membatalkan kunjungannya ke AS karena kekhawatiran akan penyebaran varian Omicron.

Hal tersebut diwartakan oleh penyiar publik NHK pada Sabtu (4/12/2021) sebagaimana dilansir Reuters.

Padahal, Kishida berencana terbang ke AS untuk melakukan pembicaraan dengan Presiden Joe Biden bulan ini.

Baca juga: WHO: Varian Omicron Telah Menyebar di 38 Negara, Tapi Tidak Ada Kematian Karenanya

Sebelumnya, Kishida dan Biden sempat bertemu di sela-sela KTT iklim COP26 di Glasgow, Skotlandia, awal November.

Dalam pertemuan tersebut, keduanya setuju untuk bertemu secara resmi pada akhir tahun untuk membahas berbagai masalah yang menjadi perhatian bersama, seperti China.

Namun, karena kekhawatiran atas varian Omicron yang saat ini sudah menyebar cepat, serta situasi politik AS, Kishida lantas mempertimbangkan ulang rencana tersebut.

Kishida juga mempertimbangkan untuk menjadwal ulang kunjungannya ke AS setelah tahun baru, lapor NHK.

Baca juga: 4 Negara Sekitar Indonesia Umumkan Kasus Varian Omicron, Terbaru Malaysia dan Singapura

Di sisi lain, AS bakal memperketat kedatangan luar negeri untuk membendung penyebaran Covid-19 varian Omicron.

Salah satu pengetatan tersebtu adalah setiap pendatang wajib menunjukkan hasil tes negatif Covid-19 dalam kurun 24 jam sebelum berangkat ke AS.

Kebijakan terbaru itu berbeda dengan sebelumnya, yang memperbolehkan pendatang melakukan tes Covid-19 tiga hari sebelum keberangkatan ke AS.

Baca juga: Kronologi Masuknya Varian Omicron di Malaysia, Lebih Dulu daripada Pengumuman WHO

Aturan terbaru tersebut rencananya akan diberlakukan untuk semua penumpang yang tiba di AS, baik itu warga negara “Negeri Paman Sam” maupun yang bukan.

The Wall Street Journal melaporkan, sejauh ini, sudah lebih dari 10 negara bagian di AS yang melaporkan adanya kasus varian Omicron.

Negara-negara bagian di AS yang melaporkan adanya kasus Omicron tersebut ada dari Hawaii hingga California dan New York.

Baca juga: Kata CDC Afrika soal Omicron: Tetap Tenang, Tak Perlu Panik

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bagaimana Kondisi Covid-19 di Tonga? Negara Kecil di Pasifik yang Baru Diterjang Tsunami

Bagaimana Kondisi Covid-19 di Tonga? Negara Kecil di Pasifik yang Baru Diterjang Tsunami

Global
Muslim di Sri Lanka Dihantui Diskriminasi dan Kekerasan, Dijadikan Musuh Baru Pasca-perang

Muslim di Sri Lanka Dihantui Diskriminasi dan Kekerasan, Dijadikan Musuh Baru Pasca-perang

Global
COVAX Kirim 1 Miliar Vaksin Covid-19, Tapi Kesenjangan Masih Tinggi

COVAX Kirim 1 Miliar Vaksin Covid-19, Tapi Kesenjangan Masih Tinggi

Global
Jelang Olimpiade Beijing, Kasus Covid-19 China Melonjak Tertinggi sejak Maret 2020

Jelang Olimpiade Beijing, Kasus Covid-19 China Melonjak Tertinggi sejak Maret 2020

Global
Kunjungi Timur Tengah, Presiden Korea Selatan Banggakan Pengaruh K-pop

Kunjungi Timur Tengah, Presiden Korea Selatan Banggakan Pengaruh K-pop

Global
Korea Utara Luncurkan Rudal Lagi, Uji Coba yang Keempat dalam Sebulan

Korea Utara Luncurkan Rudal Lagi, Uji Coba yang Keempat dalam Sebulan

Global
Inggris, Wales, dan Irlandia Utara Catatkan 70.924 Kasus Covid-19 dalam 24 Jam

Inggris, Wales, dan Irlandia Utara Catatkan 70.924 Kasus Covid-19 dalam 24 Jam

Global
Korea Utara Akhirnya Buka Perbatasan Darat, Kereta Kargo Pertama Menyeberang ke China

Korea Utara Akhirnya Buka Perbatasan Darat, Kereta Kargo Pertama Menyeberang ke China

Global
Dampak Tsunami Tonga sampai Jepang, Amerika, hingga Peru

Dampak Tsunami Tonga sampai Jepang, Amerika, hingga Peru

Global
Novak Djokovic Mendarat di Dubai Usai Dideportasi Australia

Novak Djokovic Mendarat di Dubai Usai Dideportasi Australia

Global
Orang-orang Superkaya Makin Bergelimang Harta Selama Pandemi

Orang-orang Superkaya Makin Bergelimang Harta Selama Pandemi

Global
Kabar Duka, Mantan Presiden Mali Meninggal Dunia

Kabar Duka, Mantan Presiden Mali Meninggal Dunia

Global
FBI Ungkap Identitas Penyandera di Sinagoge: Malik Faisal Akram dari Inggris

FBI Ungkap Identitas Penyandera di Sinagoge: Malik Faisal Akram dari Inggris

Global
Serangan Siber Besar-besaran Ukraina Hanyalah Tirai dari Tindakan yang Lebih Destruktif

Serangan Siber Besar-besaran Ukraina Hanyalah Tirai dari Tindakan yang Lebih Destruktif

Global
Gadis 5 Tahun Tewas Ditabrak Pemain Ski Berkecepatan Tinggi

Gadis 5 Tahun Tewas Ditabrak Pemain Ski Berkecepatan Tinggi

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.